
aisya yang baru pulang sekolah sempat heran melihat ramainya orang orang di rumahnya dan ada bendera kuning di depan pagar rumah yang lumayan mewah itu. sambil berjalan dia menatap heran dengan para tetangga yang menatapnya dengan tatapan iba. dengan perasaan yang khawatir dia melajukan langkahnya agar cepat masuk kedalam memastikan apa yang terjadi.
baru sampai di depan pintu dia langsung di sambut dengan tangisan dari sahabat orang tuanya dan langsung memeluknya dengan persaan bingung dia menerima pelukan dari sahabat mamanya yang hanya beberapa kali di temuinya walau sering bertukar kabar melalui telpon dan vidio call.
" bunda ada apa ini kenapa ramai sekali di rumah" tanya nya bingung pada wanita yang sebaya dengan mamanya yang biasa di panggilnya bunda merupakan sahabat mamanya.
" sayang kamu harus kuat yaa...bunda akan selalu bersamamu dan menjaga mu sayang....kamu harus iklas ya nak..." ucapnya di sela tangis harunya menenangkan gadis yang masih bingung di depannya.
"kuat, iklas, maksudnya apa bunda.." tanyanya bingung
" orang tua mu sudah pergi menghadap yg kuasa sayang...mereka kecelakaan pesawat saat mau pulang ke jakarta" ucapnya sayu memandang gadis di depannya.
" apaaaa....tidak mungkin bunda hiks hiks mama dan papa nggak mungkin ninggalin aku sendiri bun hiks hiks hiks... " ucapnya histeris dengan isak tangis menerima kenyataan pahit ini.
" sayang kamu nggak sendiri sayang bunda dan ayah akan selalu ada buat kamu " ucap anya menenangkan anak dari sahabatnya.
aisyah hanya bisa menangis dan berlari ke dalam rumah mendapati dua tubuh yang tak bernyawa tergelatak di rungan yang sudah ramai para pelayat yang menatap haru ke arah gadis itu. suara tangisan aisyah menambah pilunya hati para pelayat yang melihat keadaan aisyah yang di tinggal orangnya.
karna tak kuat menahan sedih dan pilunya hati membuat aisyah tak sadarkan diri suami dari anya yang paham akan keadaan lekas berlari menahan tubuh gadis itu agar tak membentur lantai.
" aisyah....teriak anya melihat anak dari sahabatnya yang sudah seperti anak kandungnya sendiri itu pingsan.
" sayang kita harus bawa aisyah ke kamar dulu untuk istirahat kasihan dia bun, terpukul sekali dengan keadaan ini. kata suami anya seraya mengendong tubuh lemah gadis yang sudah di anggap anak sendiri itu.
" iya yah...langsung bawa ke kamar aja biarkan dia istirahat dulu sepertinya ais terpulkul sekali yah. ucap anya menanggapi suaminya seraya berjalan menuju kamar aisyah.
selang berapa saat suami anya mengantar aisah ke kamarnya untuk istirahat. dia kembali lagi ketempat sahabatnya yang terbujur kaku di ruang tengah yang ramai pelayat.tampak ustazd menhampirinya.
" pak darwin bagaimna pak tidak ada yang di tunggu lagi kan pak. sebaiknya kita segerakan memakamkan almarhum dan almarhuma pak karna hari sudah semaķn sore pak. "ucap pak ustazd pada darwin sebagai wakil dari keluarga almarhum dan almarhuma.
" Iya pak ustazd kasihan juga almarhum dan almarhuma bila tidak di segerakan pak. karna kalau menunggu ais maka hari akan makin gelap karna dia belum sadarkan diri juga pak.
ucapnya setuju.
" kalau begitu aku pamit sama istriku dulu pak mana tau aisyah udah sadar biar dia bisa ikut pak. jawab darwin sambil berjalan menuju kamar aisyah.
tok tok tok
" sayang apa aisyah udah sadar...tanyanya langsung menuju ranjang tempat istrinya duduk menemani aisyah.
__ADS_1
" belum mas...jawab nya sendu sambil mengelus puncak kepala aisyah.
" ya udah kalau gitu biar mas aja yang ke makam yaa...kamu nemenin ais aja di sini kasihan nantik kalau dia bangun nggak ada orang di sampingnya. "ucap darwin sambil menatap iba ke arah gadia malang yang terbaring lemah di tempat tidur itu.
" ya udah mas nggak pa pa..aku disini aja nemenin ais yah...makasih ya yah atas semua perhatian ayah sama keluarga fitria dan mas agus. " jawabnya smabil tersenyum ke arah suaminya.
" iyaa bun sama sama....mereka udah seperti keluarga bagi kita bun. karna berkat mereka kita bisa bersatu sampai sekarang . jasa mereka tidak akan ayah lupain bunda. "timpalnya seraya mengelus bahu istrinya menyalurkan kekuatan.
" ya udah ayah berangkat dulu yaa...kalau ada apa langsung kabari ayah yaa..
" iya yah....hati hati yaa...
nantik kalau ais udah bangun bunda kabari ayah. "
setelah berpamitan dengan istrinya darwin langsung ikut rombongan ke pemakaman untuk mengantar sahabatnya ke pembaringan terakhirnya, orang yang mempertemukan dia dan istrinya dan yang berjasa meyakinkan keluarganya agar menerima istrinya yang hanya dari kalangan biasa.
berkat jasa fitria dan agus lah keluarganya mau menerima istrinya. dan meyakinkan keluarganya bahwa anya adalah gadis yang baik. dan sekarang bahkan anya menjadi menantu kesayangan keluarganya.
sekarang hanya tinggal dia dan supirnya di makam itu. semua pelayat yang mengantar sudah pulang semua. dia masih enggan untuk melangkahkan kainya beranjak dari makam itu.rasanya belum yakin bahwa sahabatnya secepat itu meninggalnya dan anak gadis semata wayang sahabatnya itu.
" gus...fit....kalian yang tenang ya disana kalian nggak usah memikirkan aisyah dia akan jadi tanggung jawabku sekarang sampai dia menemukan laki laki yang tepat untuk menjaganya. walau sebenarnya aku mengiginkan dia menjadi menantuku seperti harapan kita dulu. tapi aku nggak akan memaksa karna ray sekarang sudah menemukan tambatan hatinya. walau sampai sekarang aku masih nggak yakin sama pilihan ray. aku hanya mengikuti saranmu mencoba menerima gadis pilihan ray. ucapnya sendu menatap pusara sahabatnya itu.
" oyaa gus maaf....aku sampai sekarang masih memantau gerak gerik loli entah kenapa aku masih belum yakin sama dia.
" ya udah gus fit aku pulang dulu yaa...
kasihan ais dan anya di rumah nunggu lama...
" yaahh...sekarang kalian membuktikan bahwa cinta kalian memang cinta sejati karna menutup mata pun kalian bersama.
ucapnya sambil menghapus air mata yang sedari tadi mengalir di pipinya..
setelah dari pemakaman darwin langsung melajukan mobilnya ke rumah sahabatnya itu. yang di kendarai oleh supirnya. yaa dia sengaja membawa supir saat ke bandung karna saat akan berangkat sampai di tempat tujuan dia menenangkan sang istri yang tak henti hentinya menangis sepanjang jalan. setelah tiga puluh menit perjalanan akhirnya mobil yang membawanya sampai ke kediaman sahabatnya agus.
" sayang ais sudah bangun.. " katanya langsung menatap istrinya yang masih berurai air mata menatap anak sahabatnya.
" ayah semenjak ais buka mata dia hanya diam dengan tatapan kosong yah..bunda nggak tega lihatnya...bagai mana ini yah. " ucapnya sendu dan khawatir pada suaminya.
" mungkin dia belum bisa menerimah kenyataan ini bunda. bagaimana pun dia pasti terpukul dan merasa hilang arah karna dia tinggal sendiri..dia butuh waktu untuk bisa menerima ini semua. " ucapnya sambil mengelus lembut wajah gadis rapuh di hadapannya.
__ADS_1
tujuh hari sudah belalu anya dan darwin masih setia menemani aisyah di sini mereka tidak tega meninggalkan gadis rapuh itu.dan sekarang aisyah sudah mau makan walau masih sedikit ketimbang lima hari lalu yang tak mau memakan apa pun dia hanya tidur dan duduk dengan tatapan kosong bahkan air matanya pun sudah tidak mengalir lagi.
dan malam ini adalah tujuh hari kematian agus dan fitria aisyah ikut juga tahlilan untuk mengirim doa orang tuanya bahkan acara itu di tutup dengan bacaan alqur'an dari aisyah. yaa suara aisyah memang merdu dalam melantunkan ayat ayat allah itu.
ke esokan paginya darwin terpaksa harus pulang duluan meninggal istrinya di sini menemani aisyah. karna perkerjaan nya di kantor perusahaannya sudah menumpuk karna di tinggal selama delapan hari disini. dan sekarang mereka sedang berkumpul di meja makan menikmati sarapan.
" ayah jadi pulang sekarang..." tanya anya pada suaminya.
" iyaa bunda...perkejaan ayah sudah terlalu lama di tinggal kasihan Nurdin menghendelnya sendiri. di tambah besok pagi ada meeting dengan klien bun dan itu nggak bisa di wakilkan. " jawabnya lesu
" ooo ya udah...nggak apa apa kan ayah pulang sendiri bunda masih mau nemenin ais dulu di sini sampai 40 hari mas agus dan mbak fit. ucap menatap suaminya.
" bunda....ais nggak apa apa kok sendiri di sini lagian ada bibik juga yang nemenin ais...bunda pulang aja sama ayah ais nggak enak udah ngerepotin bunda beberapa hari ini. " jawab aisyah tidak enak hati.
" sayang....kamu jangan sungkan gitu sama ayah dan bunda. ayah sama bunda nggak pernah merasa kerepotan sayang karna kamu putri ayah sama bunda juga. " jawab darwin sambil mengelus pucuk kepala aisyah.
" iyaa betul kata ayah sayang...besok selesai 40 hari orang tua kamu. ais ikut ayah sama bunda yaa tinggal sama bunda di jakarta. nanti ais kuliah di sana aja.." ucap anya menimpali
" tapi bun...jawab aisyah terpotong
" nggak ada tapi tapian sayang...ini udah keputusan ayah sma bunda.." potong darwin
" ayah dan bunda nggak tenang kalau kamu disini sendiri..ucap anya menimpali.
" yaa udah ayah brangkat dulu...besok 40 hari papa dan mama mu ayah datang kesini sambil jemput kalian yaa..
kamu jangan pernah merasa sendiri anggap ayah dan bunda seperti mama dan papamu tempatmu untuk berkeluh kesah sayang. " ucap darwin meyakikan aisyah.
" makasih bunda...ayah...udah ada buat ais. " jawab aisyah memeluk kedua sosok pahlawan untuknya.
" sama sama sayang...bunda juga senang ais mau menganggap bunda sama ayah seperti orang tu ais. ucap anya sambil mengelus wajah gadis cantik itu..
" yaa udah nggak usah sedih sedih lagi yaa...wajah ini jadi jelek kalo ada air matanya apa perlu ayah jadi badut dulu biar wanita wanita hebat ayah ini tertawa dan cantik lagi. "seloroh darwin menghapus air mata di kedua pipi wanitanya.
" naahh gitu dong kan cantik kalau ais tertawa...bikin ayah jatuh cinta....hahaha " ucap darwin mengoda aisyah dan dapat pukulan gemas di bahunya dari istrinya.
" ayaahh.... iihh reseh..." rengek ais manja.
" ya udah ayah pamit yaa besok ayah kesini lagi jemput kalian...baik baik yaa di sini kalau ada apa apa langsung kabari ayah..." ucap darwin pada istrinya dan aisyah.
__ADS_1
setelah berpamitan darwin langsung masuk ke mobilnnya. dia mengendarai mobil sendiri dan minggalkan supirnya di sini untuk mengantar istrinya dan aisyah bila ingin keluar rumah. ya darwin tidak pernah mengizinkan istrinya menyetir sendiri.
tbc.