Jangan Salahkan Aku Mencintaimu

Jangan Salahkan Aku Mencintaimu
suasana baru, semoga betah...


__ADS_3

aisyah baru membuka matanya tapi dia merasah asing di ruangan ini. dia menatap sekeliling ruangan dan benar ini bukan kamarnya. dia mengingat kembali dan mengembangkan senyumnya pasti ayah darwin yang memindahkanya kesini. dia melihat sekeliling ruangan yang dominan warna putih dan gold. dan matanya menatap jam menunjukkan pukul tiga dini hari. dia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk bersih bersih dan mengambil whuduk.


ya setelah kepergian orang tuanya dia tidak pernah meninggal kegiatannya barunya untuk sholat tahajut dan mengaji. karna kegiatan itu yang bisa membuatnya kuat dalam mengahadapi kehidupannya kedepan.


setelah selesai sholat tahajud dia melanjutkan dengan membaca al-qur'an. suaranya yang merdu membuat siapa pun yang mendengarnya jadi adem hatinya.


setelah mengaji dia melanjutkan dengan sholat subuh. aisyah tak dapat memejamkan matanya lagi karna dia tidur sudah terlalu lama. jam sudah menunjukkan pukul 5 dia mau turun kebawa. mencari kegiatan agar tidak merasa bosan.


sesampainya di bawa dia melihat para pelayan di rumah darwin sudah sibuk dengan kegiatannya masing masing. aisyah menuju ke dapur dia berencana ingin membuat sarapan untuk penghuni rumah ini. karna waktu bersama orang tuanya dia sering membuatkan sarapan untuk orang tuanya. karna memasak adalah hoby nya. dia melihat ada pelayan di dapur yang sedang menyiapkan bahan untuk sarapan majikannya.


" ehhhmmm bibik lagi nyiapin bahan buat sarapan ayah dan bunda ya bik. tanyanya tersenyum pada pelayan paruh baya yang akrap di panggil sumi.


" eh...non ais...iya non. kok udah bangun non ini masih pagi lo non. " jawab sumi tersenyum.


" iyaa bik.. habis nggak bisa tidur lagi bik. udah kelamaan tidurnya bik." ujar tersenyum


" Oooo begitu...


" ehhhmm.... bik biar aku aja yang buat sarapan untuk ayah dan bunda bik. bibik kerjain yang lain aja.


" ehh jangan non. ini udah tugas bibik lagian bibik nggak enak non. non kan tamu di sini yang ada bibik di marah ibuk kalau tau non yang masak bisa berabe bibik non. ujar sumi khawatir.


" nggak bik... nantik biar ais yang tanggung jawab. ucap kekeh merebut peralatan masak yang di pegang sumi.


" aduuuhh non ais mah merengkel. kalo di bilangin. " jawabnya pasrah karna peralatannya masaknya sudah berpindah ke tangan aisyah.


ais hanya tetawa sambil mengedipkan matanya ke bik sumi menanggapi ucapan bik sumi. seraya mendorong bik sumi keluar dari dapur.


setelah kepergian bik sumi sekarang yang menguasai dapur hanya dia sendiri. hari ini dia akan membuat sarapan nasi goreng seefood dan pudding jagung kreem susu kesukaan darwin dan anya. dia sengaja membuat itu untuk membalas budi baik kedua oranf yang sangat berjasa dalam keterpurukannya.


dia mengetahui bahwa itu adalah makanan kesukaan anya dan suaminya. karna dulu setiap berkunjung ke rumahnya mamanya selalu membuatkan makanan itu untuk anya dan suaminya.


setelah berkutat di dapur kurang lebih satu jam akhirnya aisyah merampungkan masakannya. dan di bantu sumi menata di meja makan untuk tuan rumah yang akan memulai aktivitasnya hari ini.


di tangga tampak anya dan suaminya bergandengan tangan turun ke bawa menuju meja makan. sambil tersenyum menatap putri sahabatnya yang sedang sibuk menata makanan.

__ADS_1


sesampainya di meja makan anya lansung mengelus lembut wajah dan kepala aisyah dengan sayang. dia jadi merindukan putrinya yang ada di bogor bersama suaminya. karna sudah berapa bulan ini putrinya tidak pernah berkunjung lagi karna lagi hamil besar.


" sayang.... ini semua kamu yang menyiapkan.


" iyaa bun...aku lagi rindu aja sama dapur. bunda jangan marah bik sumi yaa. ini murni kemauan ais bun. "ucapnya menggenggam tangan anya.


" nggak sayang....bunda nggak marah bunda malah senang kamu sudah sedikit lupa sama kesedihan kamu.


" makasih bun....!


" sama sama sayang....


" ini sudah boleh di cicipi belum ...ayah udah nggak sabar sepertinya makanan ini enak." ucap darwin sambil tersenyum menyela ucapan dua wanita di hadapannya.


" hahaha....iya sampai lupa kalau ada orang yang kelaparan menatap makanan anak gadis kita. ucapnya anya menggoda suami nya. yang di sambut kekehan oleh aisyah.


deg


anya dan darwin berkaca kaca menyicipi makanan yang di buat aisyah. karna makanan ini sangat pas rasanya seperti buatan mendiang sahabatnya. mereka berfikir mungkin tidak akan merasakan masakan se enak ini lagi karna orang yang membuatnya sudah tiada. tapi ternyata dia masih dapat merasakannya dari anak mendiang sahabatnya. aisyah yang melihat itu tampak khawatir masakannya tidak enak dan tidak sesuai dengan selerah dua orang itu.


" ayah...bunda...! makanan buatan ais nggak enak ya...maaf ya bunda." ucapnya menunduk.


" nggak sayang ini enak bahkan enak sekali..ya kan ayah. " meminta pendapat suaminya


" iyaa sayang...ini enak sekali..ayah akan tambah betah makan di rumah kalau makanannya seenak ini. " darwin membenarkan ucapan istrinya.


aisyah pun lega mendengarnya.setelah selesai sarapan mereka masih berbincang bincang di meja makan membahas tentang keberangkatan aisyah ke new york dan kuliahnya.


" ais...kamu jadi kuliah di new york nak. " tanya darwin.


" iyaa yah...kebetulan aisyah mendapatkan beasiswa di fakultas bergengsi itu yah...sayang kalau tidak di ambil.


" bunda juga setuju...bunda akan mendukung penuh untuk kamu mencapai cita citamu. " ucap anya memberi semangat.


" iyaa ayah juga setuju....kalau pun kamu nggak dapat beasiswa, kamu memang ingin sekolah di sana ayah akan tanggung semua biaya kuliah kamu.

__ADS_1


" makasih yaa...ucapnya tulus.


" sama sama sayang...kapan kamu akan berangkat nak.


" ehhhmmm rencana lima hari lagi yah.


" ooo baik laa....bunda kamu udah menyuru ray kan. untuk menyiapkan segala kebutuhan ais selama disana.


" sudah yah....kemarin bunda udah menghubunngi ray ayah. dan dia setuju kok.


" ooo bagus la kalau begitu....apa dia masih berhubungan dengan perempuan itu bun. tanya darwin tentang hubungan anaknya pada istrinya.


" entah la yah...bunda juga kurang tau..dia selalu menolak kalau bunda tanya.


" bang ray udah punya pacar bun.. " tanya aisyah


" iya sayang...tapi ayah dan bunda kurang suka sama gadis pilihan ray. dia sepertinya tidak tulus sama ray.


" ooo...tapi kita nggak boleh berprasangka buruk dulu bunda. siapa tahu dia orang baik.


" baik apa nya ais...perempuan yang suka memamerkan tubuhnya di khalayak ramai kek nya nggak pantas di bilang baik. " ucap darwin menyela.


" tapi yah...cover seseorang belum bisa jadi patokan bahwa dia nggak baik.


" iyaa ayah tau...memang pekerjaannya seorang model...tapi ayah yakin dengan apa yang ayah lihat. dia pernah keluar hotel bersama pria lain.


" udah udah...kenapa jadi bahas pacarnya ray sih..kita doa kan aja semoga anak kita tidak salah dalam memilih teman hidupnya..karna ray begitu membela pacar. " ucap anya mengakhiri obrolan itu.


" yaa udah kalau begitu ayah berangkat ke kantor dulu ya.. ucapnya berpamitan. sambil mengulurkan tangan pada dua wanita di hadapannya.


anya dan aisyah menerimah uluran tangan itu dan menciumnya takzim. tak lupa darwin mendaratkan ciuman di kening istrinya yang merupakan kegiatannya sebelum berangkat kerja.


setelah kepergian darwin anya dan aisyah melanjutka obrolan mereka di ruang keluraga.


" semoga kamu betah di sini ya ais. suana baru dan tempat baru yang menambah semangat baru buat kamu. dan melupakan kesedihan kamu.

__ADS_1


" iyaa bunda makasih...ais senang bunda angkat ais jadi anak bunda sama ayah. jadi ais nggak merasa sendirian lagi di dunia ini. " ucapnya lansung masuk kepelukan anya.


TBC


__ADS_2