
sementara di parkiran aisyah bersama rani sedang membayar tagihan rani pada supir taxi.
" nah ini pak beserta bonus untuk bapak tang sudah mau menunggu. " ucap rani sambil menyodorkan beberapa lembar uang untuk supir taci itu.
" nah gitu dong....makanya lain kali nona kalau mau bepergian priksa dulu dompetnya. untung ada temennya kalau nggak gimana coba. " jawab supir taxi menasehati rani.
" iyaa iyaa...bawel banget sih..dari tadi juga ngomel mulu udah kayak emak emak komplek aja. " sahut rani manyun.
" udah..udah...lagian apa yang di bilang bapak itu benar ran. coba kalau kamu nggK janjian sama aku...? gimana cobaa..? " kata aisyah menengahi.
" ya udah kalau begitu saya pamit...." ucap sopir taxi dan kembali menasehati rani sebelum pergi. " ingat pesan saya nona tidak semua orang tulus membantu apa lagi di negara ini sungguh sulit mencari orang yang jujur. " ucapnya seraya berlalu menuju mobil taxinya.
" ih dasar bapak bapak....ngomongin orang nggak tulus dia aja juga nggak tulus dengan meminta biaya tambahan. " ucap rani merengut.
aisyah terkekeh mendengar keluhan sahabatnya. " hehehe yang di bilang bapak itu benar di negara ini memang sulit mencari orang yang tulus. bahkan untuk mengucapkan kata maaf aja susah.
" lahh ngapain bapak itu minta maaf sama aku ais. orang aku yang salah mending dia mau nungguin kalau dia bawa kabur aku dan ngejual aku di sini kan berabe. " jawab rani nggak nyambung.
aisyah hanya menganggukan kepalanya aja. kadang kadang sahabatnya ini memang sedikit lemod kalau di aja bicara. dan untungnya dia nggak nanya maksud omongan aisyah tadi yang memang melenceng dari apa yang di bahas mereka. dan mereka memutuskan masuk kedalam untuk makan malam. walau sebenar aisyah sudah tidak mood makan di tempat ini karna jejadian tadi.
di dalam restoran nampak rayhan baru saja kembali dari toilet. dan duduk di kursi yang di pesannya tadi. sambil tersenyum pada sang kekasih.
" sayang kamu kok lama banget sih....!
"maaf tadi perutku sedikit mules. " jawabnya bohong.
" beneran kamu nggak bohongkan...! ucap loli manja.
" iyaa aku nggak bohong..
tak lama pesanan mereka datang. pelayan menata makanan itu di meje mereka. setelahnya berlalu dari sana. mereka menikmati makanannya dan benar makanan di sini memang enak. mereka makan sambil sedikit berbincang bincang.
__ADS_1
" sayang kapan aku ketemu sama orang tua kamu..." tanya loli di sela suapannya.
" belum tau...kamu sabar aja. karna sampai sekarang bunda belum mau bertemu dengan kamu."
" karna profesi aku yaa...tapi aku nggak bisa ninggalin karier aku...kamu tau kan ini impian aku dari dulu. " ucapnya sendu.
" iyaa aku ngerti...makanya kamu juga ngertiin bunda karna bunda sangat kental denga adat ketimuranya yang mengedepankan harga diri wanita itu dari tubuhnya.
" ishtt..bunda kamu kolot banget sih. " ucap nya ketus.
" haii....dia itu bunda ku looh...!!
" iyaa iyaa aku tau...!! habis aku kesel sama jalan pikiran bunda mu kita tu hidup di jaman moderen jadi hal kek gitu udah biasa kali.
" itu la istimewahnya bunda ku. " ucap tersenyum menatap wajah kekasihnya dan mencium tangannya.
" iihhh untung aku cinta sama kamu. kalau nggak udah aku tinggalin.
hanya di jawab senyuman oleh rayhan. dan tak lama matanya melihat sosok wanita asing yang menabraknya tadi serta wanita pertama menamparnya. matanya terfokus oleh wanita itu yang tak lain aisyah. ya posisi aisyah pas di depan meja mereka. matanya terfokus pada bibir yang tadi menyentuh bibirnya.
lama mereka saling berpandangan. merasa tidak nyaman aisyah pun memutuskan padangannya. tapi tidak dengan rayhan dia masih tetap memandangi aisyah. aisyah pun jadi sedikit gugup di pandangi oleh pria asing yang sudah menciumnya dan menyentuhnya.
dengan kesal aisyah melampiaskan kekesalannya pada makanan di piringnya. " dasar pria saiko...udah punya pacar masih aja ngambil kesempatan. belum lagi matanya ngapain menatap kesini orang ada pacarnya di depan mata. lama minta di culek tu mata.
" enak aja mata aku di culek...lagian kamu kan duduk di depan aku....! ya masa mata nengoknya kekiri nanti di kira orang juling lagi. " jawab rani merasa kalau aisyah mengomelinya.
aisyah hanya menghela nafas kasar. " dasar kagak nyambung siapa yang ngomongin kamu...!
" habis kalau nggak ngomong sama aku...kamu ngomong sama siapa...? jawab rani menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" ngomongin cowok yang di belakang kamu dari tadi nengokin aku aja..risih tau...jelas ada kekasihnya di depan mata masih aja jelalatan.
__ADS_1
" ahh masa sih....? ucap rani akan membalikkan tubuhnya untuk melihat pria yang katanya sedari tadi memperhatikan sahabatnya. tapi cepat di tarik oleh aisyah.
" jangan nengok kebelakang nanti dia ke ge er ran lagi kalo kita nyeritain dia.
" tapi aku penasaran...?
" udah nggak usah di tengok....!
" ah aku ada cara biar nggak ketauan...ucapnya sambil merogoh tasnya dan mengambil kaca kecil beserta listip. dan berpura pura memperbaiki listipnya. tapi arah cermin itu bukan memperlihatkan wajahnya tapi wajah rayhan. dan dia tersenyum sumringah setelah melihat wajah rayhan yang sangat tampan menurutnya.
" iihhh cowok tuh tampan banget ais...!
aisyah menarik kaca dan listip rani karna melihat rayhan tersenyum akan aksi konyol sahabatnya " ishtt cowok kek gitu menurutmu tampan katarak kali...!
" iihhh nik anak bilangin orang katarak yang ada kamu yang katarak nggak tau bedain cowok tampan sama nggak.
" iihhh apaan...! aku tau kali.
" ini nih akibat nggak pernah deket ama cowok jadi nggak mana yang tampan.
" ala sombong banget lu...! playgirl kek kamu mah semua cowok ganteng kali. apa lagi yang dompetnya tebal.
" iihh nggak juga kali...!
" ala ngaku aja kamu...!
kedua wanita itu pun tertawa. dan itu tak luput dari pandangan rayhan. aisyah pun melototi rayhan agar berhenti memperhatikannya. tapi rayhan hanya diam dan tetap memandangnya. tangannya mengelus bibirnya memberi isyarat pada aisyah bahwa dia telah menyentuh benda itu dengan pandangan datar. membuat aisyah semakin kesal dan menatapnya tajam.
aisyah pun mengajak rani pergi dari restoran ini setelah rani mengahabikan makanannya.
" ran ayok kita pergi dari sini...aku makin nggak nyaman di lihat pria mesum itu. " ucapnya kesal menatap pada ray.
__ADS_1
" iihh kamu di perhatiian sama cowok ganteng aja nggak mau....? emang dasar cewek aneh. " ucap rani meggelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya yang anti sama laki laki.
" ihhh apaan sih....! dari pada kamu suka nempel ama cowok. mereka pun keluar dari sana dengan aisyah yang masih kesal msngingat kejadian yang menimpanya bersama rayhan tadi.