
dengan posisi masih di tubuh pria tampan yang tak lain adalah rayhan sosok yang sebenarnya di kenalnya waktu kecil. yang hampir lima belas tahun mereka tak bertemu karna rayhan melanjutkan sekolah dan kuliahnya di sini. mereka pun berdiri berbarengan dengan aisyah mengaduh kesakitan di kulit kepalanya akibat rambut panjangnya yang tersangkut di jas rayhan seolah melarang mereka berpisah.
dengan sedikit meringis merasakan sakit di kulit kepalanya saat melepaskan rambutnya yang tersangkut.
" aduuuh aduh...sakit tau jangan di tarik kek gitu.....!!" bentaknya sambil memukul tangan rayhan yang berusaha melepaskan rambut gadis itu dari jasnya.
" yaa trus gimana ngelepasinya kalau tidak seperti ini " jawabnya ketus tanpa bersalah.
" pelan pelan dong...
" kalau pelan nggak bisa lepas...hanya ada satu cara supaya kamu nggak kesakitan. "
" apaa....?
" kamu punya gunting...!
" ehhhmmm sepetinya ada di ranselku...!
" bagus sini berikan padaku...
" gimana carabya aku ngambil...kalau kepala ku masih nyangkut di sini. " ucap aisyah menunjuk dada pria dingin itu.
" ya udah biar aku yang ambil....
mau tak mau aisyah pun menerimah pelukan dari pria yang tak di kenalnya itu sepuya memudahkan pria itu merogoh ranselnya mencari gunting. posisi mereka sangatlah romantis. rayhan yang memang lumayan tinggi menjadikan kepala aisyah pas berada di dada bidangnya. dan membuat aisyah begitu nyaman dengan posisi itu.
bahkan orang orang yang melihat posisi mereka hanya tetsenyum melihat keromantisan mereka. padahal apa yang mereka lihat tidak seperti apa yang mereka kira. dan itu semua tak luput dari pandangan aisyah. yang membuat dirinya malu.
apalagi kalau rani yang melihatnya bisa heboh seluruh restoran atas tingkah konyolnya dan mulut yang tak bisa diam.
setelah mendapatkan apa yang di carinya rayhan langsung mengarahkan gunting itu kerambut aisyah untuk memotong rambut aisyah yang panjang sebahu dan ikal di bawahnya. yang menyebabkan rambut itu tersangkut.
__ADS_1
" eh eh eh....rambutku mau di apain...! tanya heran dengan tindakan pria itu.
" ya memotong rambut mu agar lepas...hanya cara ini yang tidak membuat kamu kesakitan dan kita terlepas dari posisi yang bisa membuat orang salah paham. ujar nya datar.
" eh tapi...nanti rambut ku jadi jelek dong...kamu harus tanggung jawab. " jawab nya tak kalah kesal.
tanpa menaggapi ucapan gadis itu rayhan lansung memotong rambut aisyah.
" ehhhh ehhhh....yaa kok di potong... !!!
" selesaiii...." ucapnya sambil menyerahkan gunting dan berlalu dari hadapan gadis itu.
aisyah yang tidak terimah di perlakukan semena mena mengejar langkah rayhan dan menarik tangan raihan agar menoleh ke arahnya. karna rayhan tidak mengucapkan kata maaf atas apa yang menimpa dirinya.
dengan kesal aisyah melepas tangan pria itu kasar. dan menatapnya dengan tajam atas ciuman pertamanya yang diambil pria itu, dan kedua asetnya yang di genggam olehnya serta rambutnya yang di potong tanpa peraetujuannya yang membuat aisyah geram setengah mati atas tingkah pria tak bertanggung jawab di depannya itu.
" apa yang kau inginkan....? tanya nya datar.
" sebutkan berapa kerugian yang harus aku bayar untuk tubuh dan rambumu itu. " dengan menaikan sebelah alisnya mengejek.
tanpa menjawab aisyah langsung melayangkan tangannya.
plaaakkk...
" wahai tuan yang terhormat dan kaya raya...! tidak semua bisa kau ukur dengan uang. di sini aku yang di rugikan kau telah mencium ku dan menyentuh tubuhku walau itu tidak di sengaja. tapi tidak bisa kah kau mengucapkan kata maaf atas kesalahan yang kau buat.
dengan tatapan tajam tak terimah akan tamparan aisyah rayhan pun menarik tangan aisyah dengan kuat.
" ehh seumur hidup baru kau yang berani menanparku. aku ingatkan sekali lagi itu semua bukan murni kesalahanku bukan kah kau yang menabrakku dan mencium ku.
" dan asetmu itu yang menimpa tangan ku. jadi itu semua murni bukan kesalahanku. " jawabnya tak terimah dengan tamparan aisyah.
__ADS_1
aisyah hanya diam dengan mata berkaca kaca dan menahan sakit di pergelangan tangannya yang di gemggam pria itu dengan kuat.
" oya satu lagi masalah rambut karna tidak ada pilihan aku memotong rambutmu karna malas mendengar rintihan mu yang kesakitan. apa ini juga salah ku nona. " tatapnya dingin.
aisyah menarik tangannya dengan kuat agar terlepas dari genggaman pria itu.
" aku tau itu semua memang salahku yang menabrakmu...tapi tidak bisa kah kamu bersikap sopan terhadap wanita. dengan mengucapkan maaf tanpa menanyakan kerugian yang harus kau bayar. kau pikir aku wanita murahan yang bisa kau bayar dengan uang. " sinis aisyah sambil mengedipkan matanya mejatuhkan air mata yang mengganggu penglihatanya.
rayhan pun terdiam mendengarkan kata kata gadis itu. dia merasa kelewatan terhadap gadis itu.
" kalau begitu aku minta maaf karna sudah menabrakmu tuan...aku harap kita tidak akan bertemu lagi...! " ucapnya menghapus air mata di pipinya dan berlalu meninggalkan pria itu.
rayhan hanya diam memandang punggung gadis itu yang semakin jauh dan menghilang dari pandangannya. sejenak dia berfikir ucapannya mungkin terlalu kasar.
tapi begitu lah seorang rayhan yang memang susah mengucapkan kata maaf. apa lagi dia merasa tidak melakukan kesalahan. maka dia tidak akan mengucapkan maaf.
rayhan pun beranjak dari tempat itu. melanjutkan langkahnya menuju toilet. karna memang niatnya mau kesana tapi insiden tadi menghentikan langkahnya untuk kesana.
setelah menyelesaikan kegiatannya di bilik kecil yang ada di dalam tiolet laki laki itu. rayhan menuju ke wastafel untuk mecuci tangan.
dia masih memikirkan ucapan gadis tadi. dan mengingat wajah gadia itu seperti wajah yang tak asing baginya. apalagi mata itu yang seperti tak asing baginya. rayhan pun mengusap wajahnya kasar. dia tidak mengerti dengan perasaannya sendiri.
" ck ah sial..." sambil mengusap wajahnya dengan air wastafel yang ada di depannya melihat wajah di cermin besar depan wastafel.
" apa ucapanku terlalu kasar....tapi kan itu buka salahku salahnya sendiri kenapa harus jatuh di tubuhku.
dia pun tersenyum melihat telapak tangannya. " ehhhmmm....tapi asetnya lumayan juga pas sekali di tanganku. ternyata di balik baju tertutup itu menyimpan aset berharga.." ucapnya dalam hati.
rayhan pun menyentuh bibirnya sendiri yang tadi bersilahturahmi dengan bibir gadis cantik tadi.
" bibirnya juga manis....walau aku belum sempat **********.
__ADS_1
rayhan pun terkekeh sendiri membayangkan yang tidak mungkin terjadi. mengingat dia sudah memiliki kekasih dan sebentar lagi akan bertunangan hanya menunggu restu dari kedua orang tuanya yang sampai sekarang belum menyetujui hubungan mereka karna sang kekasih berprofesi sebagai model. dan banyak lagi kelakuan sang kekasih yang belum di ketahui oleh rayhan. karna cinta membutakan matanya dan menutup telinga tentang berita sang kekasih.