
hari ini adalah hari aisyah meninggalkan kampung halamannya. setelah selesai acara 40 hari kedua orang tuanya dia akhirnya dia menyetujui usul anya untuk ikut kejakarta walau dalam berapa tahun kedepan dia harus ke new york untuk menuntut ilmu di sana. demi masa depannya kelak karna dia tidak mau terus terusan membebani anya dan darwin yang sudah baik kepadanya dan mengangkat dia sebagai anak.
aisyah masih dikamarnya mengemasi barang barang yang akan di bawanya ke jakarta. karna besok pagi mereka akan berangkat karna darwin sudah datang 2 hari yang lalu.
aisyah masih memandangi viguran yang terpampang wajah bahagia kedua orang tuanya yang sedang mencium pipi kanan dan kirinya. dia masih memandangi viguran itu dengan mata berkaca kaca. sampai dia tidak mendengar pintu di buka oleh anya.
" sayang kamu udah siap berkemasnya....ayah udah nungguin di meja makan.
tak ada sahutan dari aisyah. anya pun mengelus pipi gadis rapuh di hadapannya.
" sayang.....sudah ikhlasin kepergian mereka. agar mereka tenang disana sayang.
dengan darai air mata yang sudah mau tumpah di pelupuk matanya.
" bunda....hiks hiks kenapa mereka cepat sekali pergi bunda...apa mereka udah nggak sayang lagi sma aku bun.
" sayang...kamu nggak boleh ngomong gitu...kamu tau mama sama papa mu sangat sayang sama kamu. dulu waktu kamu baru belajar naik sepeda kamu jatuh.dan papamu sangat marah besar sama ayah karna ayah diam diam mengajarimu naik sepeda.
" ehem iyaa aku masih ingat bun. dan ayah orang yang paling bersalah.. " ucap aisyah tersenyum.
" iyaa karna kamu adalah princes mereka sayang..
" makasih ya bun...bunda udah hadir di masa tersullit ais. kalau nggak ada bunda dan ayah ais nggak tau kuat apa tidak menjalani ini semua.
" sstttt....kamu nggak boleh ngomong gitu karna bagi ayah dan bunda kamu adalah si bontot kami.
mereka pun berpelukan menyalurkan kekuatan.sampai melupakan darwin yang sudah menunggu dari tadi. sambil menepuk jidatnya sendiri anya terkekeh geli.
" yaa ampuunn...!! sayang kita melupakan ayah yang sudah menunggu sedari tadi di meja makan. hahha
" hahhaa... iya bunda ayo kita turun kasian ayah menunggu lama.
__ADS_1
dan mereka pun turun. melihat suami nya yang mengerucutkan bibirnya sambil menatap ke arah mereka.
" ehhhmmm....akhirnya kalian turun juga nggak kasian apa sama ayah menunggu di sini sendirian. " ucapnya pura pura sedih
" hihihi...maaf ayah kami keasyikan mengobrol jadi maaf sedikit melupakan ayah...ucap anya menggoda suaminya...
aisyah pun langsung memeluk darwin dari belakang.dan mendaratkan ciuman di pipinya.
" hahaha....maaf ayahku yang tampan sedikit melupakanmu.
" ehhhmmm....dia tau aja kelemahan ku bun. " ucap darwin mengulum senyum.
" yaa karna dia princes kecil kita yah..." kekeh anya geli.
aisyah merasa bahagia karna di kelilingi orang seperti darwin dan anya di hidupnya yang betada di titik terendah. dia bersyukur pada tuhan masih sayang padanya dengan di kelilingi orang mencintainya.
☘☘☘☘
lagi lagi air mata itu menetes tanpa di suruh. meninggalkan begitu banyak kenangan. melihat itu anya langsung menggenggam erat punggung tangan aisyah untuk memberi kekuatan.
" sayang kamu pasti bisa melewati ini semua bunda yakin karna kamu anak yang kuat...
" eehhhmmm makasih bunda...ucapnya memaksakan senyum.
darwin pun menatap di kaca spion dalam mobil itu. sambil mengulas senyum memberi kekuatan lewat matanya.
" baiklah para bidadariku bisakah kita lanjut sekarang..." goda nya memcairkan suasana agar ceria kembali.
dua wanita beda generasi itu hanya mengaggukan kepala sambil tersenyum menatap darwin dari kaca spion sebagai tanda mereka setuju.
dan kendaraan itu pun melaju dengan tanpa hambatan. beruntung jalanan di pagi ini tidak begitu ramai jadi mereka tidak tetjebak macet. aisyah tertidur pulas di bahu anya. yah karna beberapa hari ini tidurnya kurang nyenyak bahkan dia begitu sulit untuk memejamkan mata beberapa malam ini semenjak kepergian orang tuanya.
__ADS_1
dia banyak menangis dan termenung jika di malam hari. dan entah kenapa setelah mendatangi makam papa dan mama nya untuk berpamitan tadi beban di hatinya sedikit berkurang.dan dia telah ikhlas menerimah kepergiannya orang tuanya. karna hidup terus bejalan dan dia tidak terus terusan terpuruk dalam duka atas kepergian orang tuanya. yang akan memberatkan jalan orang tuanya menuju sang khaliq.
akhirnya mereka sampai juga di kediaman darwin. rumah yang sering dia dan orang tuanya datangi dulu sewaktu dia masih beumur 8 tahun. rumah yang merupakan tempat dia mulai menyukai seorang laki laki kaku dan dingin. tak lain dan tak bukan adalah rayhan sang cinta pertamanya. walau dia tak berani mengungkapkanya.
dan seiring berjalannya waktu serta jarak yang memisah mereka aisyah sudah lupa dengan perasaannya dulu. di tambah dia sekarang tak mengenal lagi wajah lelaki pujaannya dulu. karena waktu itu dia masih berumur 8 tahun dan rayhan 12 tahun.
" sayang aisyah masih tidur....aku nggak tega membangunkannya. " ucap anya pada suaminya
" ehhmmm benar bun ayah juga nggak tega membangunnya...! ya udah biar ayah gendong aja ke kamar bun.
" iya yah kasian dia semenjak dia kehilangan orang tuanya dia susah untuk tidur malam. dia sering menagis dan termenung bila malam hari.
anya membantu suaminy untuk mengangkat tubuh aisyah ke kamar. dan membukakan pintu untuk akses suami masuk ke kamar tamu. darwin meletakan tubuh mungil itu ke tempat tidur. dan anya langsung menyelimuti tubuh putri angakatnya itu.
" ya udah bun...! kita keluar biarkan aisyah istirahat dulu. kasihan dia capek di jalan.
" iya yah...makasih ya yah atas perhatian mas pada aisyah.
" sama sama sayang...!
" aku harap rayhan bisa menerima aisyah sebagai adik angkatnya ya mas. karena ini begitu dadakan jadi kita tidak bisa meminta pendapat putranya itu.
" ayah yakin rayhan mau menerimah aisyah sebagai adiknya...walau papa berharap ais jadi mantu kita.
" iyaa...mudah mudahan ya yah. kita tidak bisa beharap banyak yah. karena rayhan masih berhububgan dengan wanita yang penggoda itu.
" iyaa ntah sampai kapan mereka berhubungan....ayah masih belum yakin sama wanita itu.
" iya yah bunda juga begitu. entah mengapa bunda merasa dia gadis nggak benar yah. tapi susah sekali meyakikan anak mu supaya menyudahi hubungan meraka.
setelah itu mereka keluar dari kamar aisyah. menuju kamar mereka sendiri. untuk membersih diri dan istirahat dari akativitas yang cukup melelahkan.
__ADS_1
TBC