
Maya dan Ardi, nama tante dan laki laki yang diketahui oleh tiga remaja itu yang sesaat setelah duduk dikursi meja yang tepat berada disebelah samping Maya dan Ardi.
Resto itu memiliki skat ruangan untuk tiap tiap meja, akan tetapi masih bisa terlihat bagian kepala dan kaki.
Maya dan Ardi asyik bercengkrama, Maya tak melihat trio usil lagi duduk merencanakan sesuatu, atau mungkin Maya udah lupa juga tuh.
Ya. akhirnya karena ada nya taruhan traktir makan satu bulan buat yang menang, Kia, Rumi dan Tika menunda kepulangan khusus buat ngejahili Maya dan lelaki disampingnya.
flash back
Aq rasa, bisa kok kita buat cowok itu ninggalin tante sombong tuh !, Ujar Kia.
"Kita masih cencen gini mana di anggap Kia!", omel bibir Rumi manyum.
Iya, gimana merayu tuh lanang, secara body dan gaya kita dibawah rata rata. Kepedean Sartika terhalang situasi.
Ah.., maksud qu kita pakai taktik loh, tidak butuh pakai ngerayu laki laki gituan.
Aq bakalan traktir kalian berdua selama 1 bulan Maksi di kantin bu Menit, kalau aq gagal gimana, tantang Kia.
Oke, kami traktir 1 bulan kalau lù sukses Kia.
Akhirnya ketiga remaja tersebut Kia, Rumi dan Tika kompak dan segera berbalik arah menuju Resto dimana Maya dan Ardi berada.
Yah namanya lagi masa puber anak anak remaja cendrung suka tantangan, suka dendam sama sesuatu yang sepele, dengan khayalan tinggi.
Flash back off.
Kia udah mulai aksinya duduk berhadapan dengan lelaki disamping Maya, walau beda meja tapi masih bisa saling bertemu pandang satu sama lainnya.
Menunggu saat yang tepat untuk bisa menarik perhatian lelaki itu.
Kia udah pindah duduk sehingga antar kia dan Maya serta Ardi saling berhadapan,
__ADS_1
Drttt ..., Handphone Maya, berbunyi.
"Ya, aku udah di sini Sayang"
........
"Ok aq tunggu ya Say".
"So, aku tunggu kami di apartement jangan telat ya!"
Ardi beranjak dari kursinya, memberikan pelukan dan cxxxxn sekilas di bibir Maya dan segera berlalu dari Resto, kemudian bergantian datanglah pria lain sepertinya pria yang berbicara ditelepon Maya tadi.
"Sayang kamu hari ini cerah sekali ?, senang kamu datang tepat waktu, rindu banget aku nya.
Maya menyambut pria itu dengan pelukan mesra serta mengexxxxp bibir pria itu.
Pria yang sangat tampan dan keren di mata tiga remaja labil tersebut, adengan tadi membuat kaget mereka dan tanpa di sadari Rumi dan Tika membuka mulut mereka lebar, melonggo atas kejadian itu.
isssh, tutup mulut guess, malu maluin gue aja lu pada, Kia membekap mulut kedua teman mereka secara pelan.
Santuy weei.
Kia melihat, Maya berbicara kepada pegawai resto sambil melihat lihat menu resto.
Hmm..., Look at me.
Kia dengan kilat memberi isyarat pada pria baru itu dengan berpura pura mengemut lolipop di mulutnya guna meredakan ke-gugupannya, takut Maya melihat dan mengenali mereka
Saat mata pria itu memandang tajam pada Kia, maka tangan Kia langsung sibuk membolak balikkan buku tulis yang bertuliskan ..
"I have proof that the woman is having an affair.
Follow me.
__ADS_1
Sesaat mata Kia bertemu pandang, Kia langsung meng arahkan pandangan pria itu untuk melihat tangannya yang menyusun kata kata itu secara berulang guna memastikan tuh pria yang baru datang bisa mengerti, tapi hingga 5 menit tidak ada reaksi apa apa, hanya pandangan pria itu semakin tajam pada Kia tanpa ekspresi apapun.
Dengan meremas remas rok selutut nya, Kia memberi kode untuk Rumi dan Tika.
"Ah.., aq ke Toilet dulua ya", Lirikkan mata Kia memberi isyarat pada sang pria untuk ikut, setelah Maya terlihat selesai memesan makan dan minum mereka.
Pelan Kia berjalan menuju Toilet, masuk dan mencuci wajahnya di wastafel, pria itu masuk menarik tubuh Kia dalam kungkungan nya Kia tidak menyangka hal ini terjadi, Keduanya saling padang dalam diam, saat pria itu menundukkan kepalanya dengan sekali gerak Kia membalikkan keadaan.
Kia merapatkan tubuh pria itu ke dinding toilet, Menatap pria itu sejenak dan berkata.
"Kak, maaf ya, gandengan kakak benaran selingkuh tapi gue ngak punya bukti".
Ruang Toilet ini hanya mereka berdua sepertinya tidak ada yang masuk terlihat hening, hingga desahan nafas pria itu terdengar begitu berat. Kia merasa iba melihat pria itu tampak kecewa.
"Kakak jangan putus asa, masih banyak wanita baik baik diluar sana".
Pria itu menutup matanya, mendesah sambil mengelengkan kepalanya tidak dapat berkata kata, membawa Kia duduk diatas wastafel, merengkuh Kia erat erat.
Dengan lembut Kia melepaskan pelukan sang pria, menatap mata pria yang terlihat sedih oleh Kia.
Jangan sedih gini dong, ntar kalau kakak masih jomblo 10 tahun kedepan, Kia janji kita akan bertemu, Menikah, Punya banyak anak, dan Tidak selingkuh Semangat ya kak !.
Drttt, Drttt (suara dari dua ponsel).
"Sebentar ya, Sayang 5 menit lagi", Pria itu terlihat kesal berjalan keluar.
"Iya ayah.
"Jalan sama teman yah
"Beneran yah, ngak bohong
"Iya Kia, keluar ini.
__ADS_1
Kia turun dari wastafel berlari keluar, dengan pucat melihat sang Ayah menatap kearahnya penuh amarah.
"Pulang sekarang, Ayah tunggu dirumah!!!.