
Esok harinya
Esok harinya.
"Terima kasih kak, Ayah, Ibu, Kia pergi ya, Assalamualaikum.
Sambil membawa bekal sarapan paginya, dengan semangat Kia mengendarai mobil menuju kantor tempatnya bekerja, mobil yang Kia beli sendiri dari uang tabungannya selama bekerja setahun ini, Mobil melaju melintasi kota kecil itu menuju Perusahaan WIGUNA CORP, bergerak di bidang Kontraktor, Perumahan Elit, Hotel dan Villa, tempat Kia bekerja,
"Pagi, Kia sayang !"
"Ini hari kamu kelihatan cantik apa karena mo ketemu sama Direktur baru ya?.
Apa sih, kok nyolot gitu kamu ya, salah makan apa kamu.
Mood Kia jadi down gegara mulut usil Sinta teman sekantornya.
Anak ayah bisa juga sewot ya ?", Sinta berlalu sambil mengerlingkan mata tersenyum sinis.
Ayo, ayo segera ke lobi berbaris yang rapi ya, Direktur baru kita segera sampai ini, himbau Basman Adnan Manager Keuangan,
Dengan tatapan tajam Kia mendahului Sinta berjalan menuju lobi.
Sepuluh menit kemudian saat semua pegawai diseluruh devisi telah rapi berbaris, Direktur datang bersama seorang pria dengan wajah tampan dan gagah berumur sekitar 31 tahun.
"Wow, boleh juga nih Direktur Baru kita, jadi semangat kerja kalau gini kitakan Kia". celoteh Vivian yang telah berada disisi Kia dalam barisan.Vivian adalah teman Kia dibagian humas.
Hampir semua karyawati terpesona dengan kharisma Direktur baru itu, dan dengan berbisik bisik mereka mengagumi Direktur baru itu.
Hmm.. Ini Husein Wiguna anak saya. Kedepannya dia lah yang akan mengantikan saya memimpin perusahaan ini besar harapan saya untuk kalian semua sudi membantu anak saya mempertahankan kejayaan perusahan ini.
Itu sebaris singkat pidato Alfonso Wiguna membuka acara perkenalan yang dilanjutkan oleh Husein Wiguna yang memperkenalkan dirinya kepada para pekerja yang hadir dalam acara ini.
__ADS_1
Setelah acara Pidato Perkenalan, maka Direktur Husein segera membubarkan para pekerja dan langsung mengadakan rapat bagi para eksekutif perusahaan.
Jam 5 sore, waktunya pulang, Kia berjalan menuju parkiran lagi lagi berjumpa dengan Sinta yang berjalan bersama Basman.
"Rizkia, kamu ikut bersama kami aja yuk, cegat Basman.
"Kemana ?.
"Makan malam bersama Direktur baru kita di Resto XX, apa kamu ngak tahu ya?".
"Oh maaf, kayaknya aku ngak ikutan deh, ntar pulangnya kemalaman, dicari in dan disusul Ayah lagi akunya, tahukan enam bulan lalu keributan apa yang dibuat Ayah ?, Kia mengingatkan tentang acara makan malam untuk perpisahan seorang karyawan yang dipindah ke cabang lain.
Ngak Kia, ini acara cuma makan doang tidak berlebihan kok, ngak ada acara bebas lainnya seperti waktu itu, Jam 8.30 juga udah kelar, coba Izin aja sama Ayahmu dulu, pan waktu itu salah mu sendiri yang ngak izin sampai telepon mu dan Vivi lobet alhasil Ayahmu panik, Jadi harusnya kamu kasih juga nomor telepon kami pada Ayahmu, Jadi ntar kenapa kenapa bisa tanyain langsung ke kita.
"Udah ah.. Basman ngak usah dipaksa, Ntar kalau dia gak pulang jam 9 aja bisa patah meja dan kursi di Resto itu". Sinta menyela bujukan Basman.
"Terima kasih Pak Basman. Kia mo langsung pulang aja gerah pengenmya mandi dan istirahat", Elak Kia sambil tersenyum tanpa hiraukan kata kata Sinta.
"Anak kecil Ayah ini, diperam dirumah emang cocok biar ngak hilang, ngapai juga diajakin bikin eneek aja", Lalu Sinta menarik tangan Basman memasuki mobil mereka.
"Jika kau selalu menolak seperti ini apa bisa ada kesempatan untuk dekat dengan mu Kia", batin Basman dalam hatinya.
Basman menyukai Kia sejak melihat gadis itu pertama kalinya menginjakkan kaki untuk pengajuan lamaran kerja pada perusahan. Menyukai penampilan alami yang terpancar dari wajah Kia yang saat itu melepaskan kaca matanya.
Ya Kia selalu mengunakan kacamata jadi sering menutupi sedikit kecantikan wajahnya,
Pertunangan Basman dan Sinta karena desakan orang tua Basman.
Tapi sebelum bertunangan Basman sering berusaha mendapatkan simpati dan kesempatan untuk bisa berdekatan dengan Rizki.
Tapi Kia selalu menutup semua jalan untuk Basman.
__ADS_1
Ehmmm... suara yang tiba tiba ada dibelakang Kia, Kia menoleh.
"Kamu tidak mo menghadiri acara acara makan malam ini karena Ayah mu ?".
"I.. iya pak Direktur".
"Boleh pinjam handphone mu sebentar".
Dengan tanya di hati Rizki memberikan handphone pada Husein Wiguna, Direktur barunya yang entah kapan udah ada dibelakang Rizkia.
"Hallo, .. Assalamualaikum pak"
"Waalaikumsalam ini siapa ? , (Ahmad heran seseorang memakai handphone putrinya).
"Saya, Husein teman Rizkia Pak, saya izin pada bapak untuk Rizkia turut hadir acara makan bersama teman saya, malam ini Pak".
Dimana Kia, Pergi kemana ada acara apa, kapan pulang ?"
Husein dengan mengunakan handphone Kia, kini tengah ber Video call sama Ayah Rizkia, mengeser layar handphone kearah wajah Kia dan terlihat raut muka Kia yang mencoba tenang atas kelancangan Direktur barunya itu, lalu belum apa apa layar berpindah kembali ke wajah Husein.
"Itu Rizkianya pak, Acara di adakan di resto xxx, selesai jam 9 malam pak, tapi saya janji mengantarkan Rizkia tepat waktu sampai rumah setelah acara selesai pak".
"Saya bicara sama Kia, mana dia?".
"Ya ayah".
"Ingat sampai rumah jam 9 tidak boleh lewat". Blump Video call ditutup dari sana.
"Mana kunci mobilmu?", Kamu ikut saya, mobil mu dibawa supir saya ya".
"Wah wah .... apaan ni Pak Husein kok ngebossy begini". batin Kia.
__ADS_1
Tapi ikut masuk dan duduk disebelah Husein yang tanpa kata menghidupkan mesin mobil dan melaju menuju Resto xxx.
💎💎💎💎💎