
Plak!!
Kia terjatuh dengan pipi yang memerah.
"Pintar bolos, bohong dan kecentilan".
"Memalukan keluarga kamu ini".
Ayah terduduk dengan nafas memburu.
"Sabar Yah, Kia masih kecil juga.
Ezzah yakin, Kia emang bolos, tapi ngak mungkin bohong dan berani mengoda pria, Ezzah percaya dengan kata-kata Kia, Ayah.
Hmm..., Ayah sudah bicara pada lelaki itu, suara Ayah terdengar lirih.
Flash back
He.., itu Kia kan anakku?"
Ah.. ngak mungkinlah, Ahmad Muhaeri ayah Kia, meragukan sejenak pandangan matanya.
Ahmad yang saat itu kebetulan selesai meeting dengan kliennya di Mall yang sama, menuju Toilet karena desakan alam, ia melihat Kia yang seharus ada di sekolah atau sedang dalam perjalan pulang kerumah saat ini, tapi ternyata ada di Mall tersebut.
Terlihat kemudian masuk seorang pria mengikuti Kia, lalu pintu toilet dijagain sama dua pria yang entah dari mana datang mengosongkan toilet untuk perempuan itu, dan tidak mengizinkan siapapun masuk.
__ADS_1
Ahmad semula ingin mendobrak masuk memastikan itu Kia anaknya, tapi melihat dua orang berbadan tegar menghalangi setiap orang untuk masuk, Ahmad menduga pria didalam toilet yang bersama anaknya pasti orang yang harus diperhitungkan untuk berselisih dengannya.
Dan saat terdengar suara ponsel Kia dari ruang toilet didepannya itu, seketika tangan dan hati Ahmad menggetar.
"Kia kamu dimana, sedang apa ????"
"Berani bohong kamu sekarang, kamu di Toilet Mall xxx kan, Ayah di depan keluar kamu sekarang juga, Segeraaa !!!"
Melihat pria itu keluar tergesa gesa memasuki toilet pria disebelah toilet wanita dan kemudian Kia yang ke luar sambil merapikan T-shirt (selalu digunakan Kia untuk bolos) dan roknya sekolahnya, Ahmad meradang.
"Pulang sekarang, Ayah tunggu dirumah!!!.
Kia yang baru kali ini melihat kemarahan Ahmad, tanpa kata kata segera berlari menyusul Rumi dan Tika yang telah standby di parkiran Mall untuk pulang.
Ahmad memasuki toilet dimana pria itu berada, menunggu setengah jam disana hingga salah satu pintu kamar kecil dimana pria itu keluar dengan wajah yang terlihat lega, juga merapikan retsleting celana jeans birunya.
"Lelaki Brxxxxxk, jauh ARETHA ZAYBA RIZKIA, anakku, Jangan mengoda dan merusaknya dengan rayuan mu!!".
Serangan tiba tiba itu membuat merah wajah sang Pria yang kemudian menarik kerah baju Ahmad dengan sekali gerakan, mendorongnya ke tembok ruangan, sinis berkata.
"Ingat aku om, aku ASKARY VALDI AZIZ.
Bukan Pedofil, Gadis kecil itu yang merayu, mengoda dan mengajak aku ke Toilet itu, jadi Om yang harus jaga sendiri gadis binal itu, atau lain kali Om akan menemukan anak Om diatas ranjang ku, hehehe.....
"Saat ini hati ku lagi senang, entah nanti atau besok, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada Om dan keluarga Om ?"
__ADS_1
Flash back off.
Ayah, hisk.. hisk...
Maaf kalau Kia salah Ayah, Kia ngaku udah bohong dan bolos, Kia emang yang ajak pria itu ikuti Kia, tapi tidak ada rayuan dan godaan kok, benaran sumpah.
Kia ajak di ke Toilet buat apa, ?, buat apa ???, itu sama saja dengan mengoda dan ngerayu nya Kia !!!.
Apa yang kalian lakukan didalam sana, kata !!, katakan Kia !!!!
Bruk... prank ...Ahmad berteriak, mengebrak meja hingga gelas kopinya jatuh dan pecah.
Kia .., Kia ..., pikir Om itu ngak akan ikuti Kia, Ayah ...,
Om.. Om... itu Peluk Kia dan mengangkat Kia duduk di wastafel itu aja...lalu Ayah telepon, guman Kia pelan terpatah patah.
Hisk...
Tengah Malam.
"Ibu, bersiaplah kalian untuk berangkat ke kota B besok, Kita pindah, untuk sementara Ayah disini mengurus perusahaan".
Adawiyah melirik suaminya Ahmad yang tengah duduk disamping. Saat ini keduanya tengah tidur bersandarkan tepi ranjang kamar mereka.
Eh... , Kenapa harus pindah Ayah, toh Kia juga ngak kenapa kenapa, Ibu yakin anak kita sudah jera dan ngak mungkin juga ketemu pria itu lagi?.
__ADS_1
Ibu, yang kita hadapi saat ini bukan orang sembarang dia, ASKARY VALDI AZIZ. Anak dari LUKAS ADYTMAN AZIZ pemilik VALDI AZIZ Corp, siapa yang tidak kenal, masih muda tapi punya kekuasaan melebihi sultan, Keluarga yang tidak bisa kita singgung, tapi Ayah sudah melayangkan bogem padanya, Ayah tidak yakin perusahaan kita akan bisa berkembang di sini karena telah mengusik nya.
Tidak ada bantahan apapun KITA PINDAH