Janji Gadis Kecilku

Janji Gadis Kecilku
6. Jadilah Tunanganku


__ADS_3

Dalam mobil yang melaju dengan tenang menyusuri jalan kota. Dua orang tidak saling bicara hingga akhirnya sampai di tujuan.


Kia mengikuti langkah kaki Husein yang berada di depan nya, menjaga jarak aman untuk menghindari spekulasi dari apa yang akan dipikirkan orang apabila ada yang melihat kedatangan mereka.


Namun itu percuma saja karena saat tiba dipintu privat romms, Husein membukakan pintu untuk Kia, berdiri disana menungguin Kia masuk, menarik lengan Kia untuk jalan bersama.


Keduanya menuju meja dimana telah ada Alfonso, Raisa, dan seorang wanita yang kemudian Kia tahu bernama Foppy.


"Malam papa, malam mama Husein menyapa kemudian berpaling pada Kia.


"Kia perkenalkan ini papa saya tuan Alfonso, Ibu saya nyonya Raisa dan dia Foppy sepupuh saya".


"Assalamualaikum tuan Alfonso, nyonya Raisa dan nona Foppy, saya Aretha Zayba Rizkia staff humas di sini". Kia memberikan salam perkenalannya.


"Waalaikumsalam". Tuan Alfonso menjawab salam Kia, mama dan Foppy mengganguk kepala dengan tatapan dingin.


Husein menarik dua kursi kosong dan mendudukkan Kia disampingnya, tapi Kia jelas merasa tidak aman.


"Maaf pak Husien saya tidak pantas duduk di sini, saya gabung dengan staff lain ya, pak". bisik Kia pada Husein.


"Maafkan kelancangan saya, permisi", Kia bangkit dari tempat duduknya.


"Saya udah izin sama ayah kamu untuk menemani saya dalam pesta penyambutan ini, kamu adalah pasangan saya jadi tempat dudukmu emang disini". Husein seketika menahan Kia untuk tetap duduk.


"Sein, apa apaan sih, di sini ada Foppy sepupuh mu, dia pasanganmu malam ini, jangan mempermalukan kami". Nyonya Raisa tidak senang dengan perkataan Husein.

__ADS_1


"Mama lihat saya datang bersama Rizkia, dia yang jadi pasangan saya sekarang". debat Sein.


"Tolong jangan menentang keputusan kami Sein". Alfonso berkata pelan, tapi tetap dapat terdengar oleh Kia yang jadi serba salah.


"Maaf, saat ini Sein akan memberikan kejutan pada kita semua". Husein bangkit mengangkat gelas dan garpu


"Ting.. Ting, suara meminta perhatian dari yang pada hadir diruangan.


Ruang yang tadinya hiruk pikuk dengan obrolan dan komentar orang orang menjadi hening.


Terima kasih atas kehadiran para Undangan, staf dan karyawan pada pesta penyambutan saya ini, semoga dapat menjadi jenjang bagi kita untuk saling memahami, bekerjasama satu sama lainnya dengan baik.


Malam ini juga saya mengumumkan bahwa saya Husien Wiguna dan Aretha Zayban Rizkia segera bertunangan untuk dua bulan kedepan dan saya mohon doa restu dan dukungan dari para hadirin atas Pertunangan saya nantinya, Terimakasih dan selamat menikmati hidangannya.


Husein tersenyum manis pada Kia yang pucat, diam seketika terduduk, deg..deg. jantung nya berdebar tak dapat mencerna kejutan kejutan beruntun datang padanya.


"Sein, kamu bertingkah kekanak kanakan?".


Nyonya Raisa, menatap tajam kearah Husein dan Kia.


"Ma, dari awal Sein udah ultimatum, Sein tidak suka dan tidak akan bertunangan atau menikahi Foppy".


"Ya, tapi ngak harus gini juga kan Sein, lihat kau membuat malu Foppy disini". Terlihat gadis yang bernama Foppy juga menatap tajam pada Rizkia dan Husein.


"Udah ah tante, jangan sebut lagi Foppy jadi malu sekarang, hisk hisk akhirnya Foppy bicara dan seketika air mata Foppy jatuh.

__ADS_1


Hei... sayang Foppy kau tenang aja, mami akan meluruskan semuanya ini". Raisa mencoba menenangkan Foppy.


"Foppy ikhlas tante, tidak ada yang perlu diluruskan semua udah jelas, semua juga udah dengar siapa yang jadi tunangannya Sein, tante?".


"Foppy udah ngak ada keperluan disini, maaf tante Foppy pulang duluan ya".


Gadis yang bernama Foppy keluar dengan cepat sambil menghapus air matanya. dan menghilang dibalik pintu keluar.


"Sein, belum duduk jadi Direktur kamu udah buat keputusan seperti ini". Tuan Alfonso akhirnya bicara sedikit keras.


"Sein udah mau membantu papa mengurusi perusahaan, tapi jelas dari dulu Sein tidak suka Foppy, Sein tahu mama dan papa yang kekeh ingin menjebak Sein dimalam ini".


"Bukan itu rencana kami Sein,


sangah Alfonso.


"Lalu apa alasannya Foppy datang malam ini?, dan apa yang didalam kotak kecil itu?", Sein menuju kotak kecil yang sedari tadi telah ada diatas meja bundar mereka.


Alfonso dan Raisa diam tidak berkata kata lagi, memilih mengikuti pesta hingga akhir.


Disisi lain.


"Gila mimpi apa semalam Kia ya, bisa langsung tunangan dengan tuan Husein". Vivian berdecak kagum. Salut deh ke kamu Rizkia.


"Kelihatannya gadis polos tapi lihat yang tajir dikit langsung respek, secara Boss Besar, dasar matrei si Kia, tahu aja kesempatan emas. Sinta memanas manasi Basman tunangannya.

__ADS_1


Ah..Rizkia, kau benar menghina ku dengan cara yang menyakitkan. Basman kesal dan kecewa bukan kepalang.


__ADS_2