Jiwa Yang Tersebar

Jiwa Yang Tersebar
Awal Mula


__ADS_3

Darah yang telah mengalir tidak bisa ditarik kembali, semua karena dirinya dan keegoisannya membuat orang yang


disekelilingnya mati mengenaskan. Begitu kejadian itu terlaksana, ia tidak mampu melakukan apapun, ia hanya bisa menangis menyesali perbuatannya.


Orang terakhir yang ingin dilindunginya mati dalam pelukannya, ia meminta dirinya untuk tidak berputus asa dalam mengejar kebahagiannya. Pertanyaannya, bagaimana ia bisa bahagia tanpa orang-orang yang disayanginya?


Saat itulah ia menyadari, keluarga tidak harus datang dari orang yang sedarah dengannya. Orang-orang yang berada disekelilingnya, membesarkannya, menjaga dan melindunginya lebih layak dianggap keluarga. Selama ini ia buta dengan kisah dongeng keluarga bahagia, hingga keinginanya mendapatkan keluarga utuh harus dibayar dengan darah orang-orang yang mencintainya.


Apakah ini layak?


Feng Li Yue hanya bisa menangis pilu sembari memeluk tubuh dayang kesayangannya yang mati demi melindunginya.


“Oh dewa, kalau kau memang ada, jawablah pertanyaannku? apa yang harus aku lakukan agar aku dapat membalas pengorbanan orang-orang yang mencintaiku? tolong, tolong mereka. Aku tidak menginginkan akhir seperti ini, aku mohon!”


Tangisnya begitu pilu dan menyayat hati bagi siapa pun yang mendengarnya. Disela isak tangisnya, tak


henti-hentinya ia mengumandangkan doa mengharapkan keajaiban agar keinginannya terpenuhi.


Hingga tubuhnya yang semula sudah lemah semakin melemah, ia pun terbaring di samping mayat yang sedari tadi di peluknya. Matanya menerawang jauh kelangit luas, mengingat kembali segala hal yang baru-baru ini terjadi padanya. Air matanya kembali mengalir disertai senyum pilu yang menyedihkan.


“Oh dewa, tidak bisakah kau mengabulkan keinginanku?” batinnya pilu. Ia memejamkan matanya yang membuatnya semakin lemah, tubuhnya sudah tidak bisa lagi menanggung rasa sakit. Hingga akhirnya ia jatuh dalam kegelapan pekat.


“Akan ku bantu agar keinginanmu terkabul, gadis kecil!” sahut suara yang menyadarkan Feng Li Yue dari buaian kegelapan..


Feng Li Yue segera membuka matanya, tapi cahaya menyilaukan membuat matanya sakit hingga ia hanya mampu


menyipitkan matanya. Samar-samar ia melihat sosok dewi yang sangat cantik berdiri dihadapannya sambil tersenyum.


“Aa apa apa benar kau akan mengabulkan keinginanku?” tanya Feng Li Yue memastikan ucapan dewi


dihadapannya.


“Ya, tapi keinginanmu tidak mudah dikabulkan, kau harus membayarnya agar keinginanmu terwujud,” sahut suara sang dewi.


 “apapun, apapun akan aku lakukan demi mereka,” teriaknya tanpa ragu.


Sang Dewi tersenyum, “katakan keinginanmu?”


Feng Li Yue terdiam, sebelumnya ia sangat mengharapkan kasih sayang dari keluarga utuh, namun kali ini ia tidak


menginginkannya lagi. Tangannya mengepal erat, matanya terbuka mengungkapkan tekad yang kuat, “Aku ingin agar orang-orang yang mengorbankan nyawanya demi diriku hidup kembali dan hidup dalam kemuliaan dan kebahagiaan.”


“bagaimana dengan dirimu?” tanya sang Dewi.


Feng Li Yue tersenyum, “aku? aku sudah cukup bahagia bila mereka bahagia, aku tidak memiliki keinginan lain


selain untuk mereka yang sudah memberikan hidupnya untukku” sahutnya.


Sang dewi kembali tersenyum, ia  sedikit menyayangkan takdir gadis kecil dihadapannya. Meski ia seorang dewa,


tapi ia tidak bisa melanggar takdir dari sang penguasa. Tapi karena sang penguasa telah memberinya izin, bagaimana ia bisa mengabaikan keinginan manusia yang telah menarik perhatiannya?


“Baik, bila tekadmu sudah bulat maka aku akan membantu dirimu mengabulkan keinginanmu,”

__ADS_1


Feng Li Yue tersentak,” tidakkah kau akan langsung mengabulkan keinginanku?” tanya Feng Li Yue bingung.


Sang dewi tertawa pelan, “bukankah tadi aku mengatakan akan kubantu dirimu untuk mengabulkan keinginanmu?”


Feng Li Yue mengangguk.


“keinginanmu tidak kecil, karena itu butuh bayaran yang cukup besar. aku tidak bisa begitu saja mengabulkan


keingananmu,”


“aku mengerti, lalu bagaimana aku harus membayar?” tanya Feng Li Yue.


“jiwamu, kau harus membayar dengan jiwamu,”


Feng Li Yue cukup terkejut mendengar perkataan sang dewi. Bagaimana ia harus membayar dengan jiwanya? tapi


dibanding mereka, jiwaku bukanlah apa-apa.


“Baik, lalu apa yang harus aku lakukan?”


Kembali sang dewi tersenyum senang melihat tekad gadis kecil dihadapanya. “Pertama-tama, aku harus menjelaskan sesuatu padamu.”


“Kau tau, dirimu memiliki takdir yang tak biasa. Hal ini berpengaruh juga dengan orang-orang si sekitarmu.


Begitu mereka mati karena dirimu, jiwa mereka tidak kembali melainkan berputar mengelilingi dirimu,”


Feng Li Yue kaget, “bagaimana mungkin?”


tarikmu malah membuat takdir itu berbalik. Karena itulah, orang yang memaksa untuk tetap berdiri disekitarmu akan mati dan ketika matipun jiwa mereka akan terikat padamu,”


Jadi karena dirinyalah mereka mati, batin Feng Li Yue. Feng Li Yue kambali menangis menyadari keadaannya yang


sejak semula telah salah.


Sang dewi memahami apa yang dipikirkan gadis kecil dihadapannya, tapi ia tidak berniat menghiburnya karena


itu bukan tugasnya.


“bisakah aku melanjutkannya?” tanya sang dewi.


Feng Li Yue menganggukkan kepalanya, meski ia lemah ketika mendengar berita yang mengejutkan dari sang


dewi tapi hatinya semakin bertekad untuk menyelamatkan jiwa orang-orang yang mati demi dirinya.


“karena jiwa-jiwa itu terikat padamu, maka dirimu sendirilah yang harus mengembalikan jiwa-jiwa tersebut.


satu-satunya cara agar dapat mengembalikan jiwa-jiwa tersebut adalah dengan mengorbankan jiwamu.”


“aku mengerti,” sahut Feng Li Yue.


Sang dewi tersenyum kemudian ia mengibaskan tangannya dan di hadapan Feng Li Yue muncul berbagai macam


lingkaran yang menampakkan berbagai macam kehidupan. Feng Li Yue berkedip bingung melihat dunia dalam lingkaran kecil tersebut.

__ADS_1


“Untuk mengumpulkan jiwa-jiwa disekelilingmu butuh kekuatan yang cukup besar, aku tidak memiliki kekuatan


untuk mengendalikan jiwa sehingga aku butuh jiwamu untuk menggerakkan kekuatanku mengumpulkan jiwa-jiwa yang tersesat agar kembali ke asalnya.Sayangnya, setelah jiwamu digunakan untuk mereka, jiwamu akan terbagi menjadi beberapa bagian dan tersebar ke berbagai macam dunia. Perhatikan pemandangan dalam setiap lingkaran disana, disanalah jiwa-jiwamu akan tersebar,” tunjuk sang dewi pada setiap pemandangan dunia dalam lingkaran.


“begitu, lalu untuk apa kau menunjukkan semua ini padaku? bila jiwaku sudah tersebar, aku tidak perlu hidup


lagi, bukan?” tanya Feng Li Yue. “kau tidak perlu menunjukkan pemandangan berbagai dunia ini padaku,”


Sang dewi tersenyum, “kau salah, jiwamu yang tersebar masih memiliki ikatan dengan jiwa-jiwa yang telah berkorban untukmu. Ingatkah kau dengan keinginanmu tadi? Kau ingin agar orang-orang yang mengorbankan nyawanya demi dirimu hidup kembali dan hidup dalam kemuliaan serta kebahagiaan, benar?”


Feng Li Yue mengangukkan kepalanya.


“tidak kau menyadari mereka yang telah berkorban untukmu, mengharapkan kebahagian untukmu? kebahagiaan mereka adalah kebahagiaanmu, kalau begitu selama kau tidak bahagia maka mereka juga tidak akan bahagia. Lalu, bagaimana keinginanmu akan terkabul?”


Sekali lagi Feng Li Yue tersentak kaget mendengar perkataan sang dewi. Kembali air matanya mengalir, kenapa


mereka begitu menyayanginya sampai-sampai setelah mereka mati. mereka tetap mementingkan dirinya.


“lalu apa yang harus aku lakukan?”


“setelah jiwamu tersebar, kau harus mengumpulkan serpihan jiwamu. Mengumpulkan serpihan jiwamu tidaklah


mudah. Sebelum kau mengumpulkan serpihan jiwamu, kau harus menguatkan inti jiwamu,”


“bagaimana caraku menguatkan inti jiwa?”


“kau harus menjalani 100 kehidupan,” jawab sang dewi. “begitu kau selesai menjalani 100 kehidupan, inti


jiwamu akan semakin kuat. saat itulah kau akan memasuki 11 dunia terakhir dimana jiwa-jiwamu tersebar. Di sebelas dunia ini, kau akan menghadapi ujian dunia dan kau akan bertemu dengan masing-masing jiwa yang telah kau kumpulkan sebelumnya.”


“aku mengerti, jadi sebenarnya tugasmu hanya menuntun jiwa-jiwa mereka agar kembali padaku, ya kan?”


“benar,” jawab sang dewi. “aku hanya akan menjelaskan sampai disini saja, selanjutnya kau akan menyadari


sendiri apa yang harus kau lakukan dengan jiwa-jiwa yang telah kau kumpulkan.”


“Baiklah,”


sang dewi kembali melambaikan tangannya kembali dan semua pemandangan dunia lenyap dari hadapannya, kemudian ia menarik sehelai rambutnya. dari helai rambutnya muncul seekor burung kecil yang sangat


imut. Burung kecil itu terbang masuk ke dalam tubunya.


“Ini, apa maksudnya?” tanya Feng Li Yue bingung.


“Kau tidak perlu takut, setelah aku membantu menuntut jiwa-jiwa yang tersesat dan setelah jiwamu tersebar, aku


tidak akan mengabaikanmu begitu saja. Selama kau menjalani ujian, burung itu akan membantumu. Burung itu adalah bagian dariku, dari burung itu aku akan memberikan bantuan padamu.”


“aku mengerti, terimakasih,”


sang dewi tersenyum, “baiklah kita mulai saja,”


Setelah itu, dari sang tubuh sang dewi muncul cahaya yang sangat menyilaukan, cahaya itu perlahan masuk ke dalam tubuh Feng Li Yue mengupas jiwanya dan membawanya ke dalam suatu tempat yang tak dapat dijelaskan.

__ADS_1


__ADS_2