
Sebagai putri bungsu yang dimanjakan, tidak banyak hal yang dilakukan Feng Li Yue. Ia hanya perlu berbahagia dan bertingkah sesuai keinginannya. Dari kecil ia menjalani home schooling dan tidak diperkenankan untuk menginjak bangku sekolah. Alasannya simple, putri kecil mereka terlalu dimanjakan dan terlalu dilindungi hingga tidak boleh menginjak dunia luar yang kasar dan berbahaya.
Atas dorongan dan keinginan kuat yang dimiliki Feng Li Yue, setelah ia menyelesaikan pelajaran tingkat sekolah
menengah ia bertekad untuk pergi ke sekolah seperti remaja-remaja lain yang pernah dia lihat di TV. Saat ini duduk sudah menjalani tiga tahun sekolah menengah atas, sebentar lagi ia akan melaksanakan kelulusan.
Menurut dari informasi yang diberikan Xiao Bai, plot asli akan dimulai saat ia memilih untuk masuk ke
universitas tempat kakak ketiganya berada. Berbeda dengan dirinya, saudara-saudaranya duduk dibangku sekolah sampai ke universitas ternama, termasuk kakak ketiganya yang cukup terkenal akan kepintaran dan ketampananya.
Sedangkan sang putri kecil nan manja, bagaimana mungkin ia bisa masuk ke universitas ternama dengan otak pas-pasan? apakah ia bisa masuk universitas ternama seperti kakak ketiganya?
Tentu saja ia bisa, orang tuanya kaya, dengan uang tentu ia bisa pergi kemana saja sesuai keinginannya. Hal
inilah yang memicu rasa iri yang sudah menumpuk dalam diri Tan Zhi Xue semakin tak terkendali. Sebagai murid yang pintar ia tidak suka dengan keadaan Feng Li Yue yang bisa masuk ke universitas yang minatinya dengan mudah. Ia menganggap kemudahan Feng Li Yue sangat menyakiti matanya, sejak ia mengetahui bahwa Feng
Li Yue semakin bahagia ia pun semakin sering membingkai Feng Li Yue.
DING
Sebuah pesan masuk ke ponsel Feng Li Yue,
‘Li Yue, apakah kau besok sudah masuk sekolah?’ isi pesan tersebut yang berasal dari sahabat palsunya Tan Zhi
Xue.
‘Ya, besok aku sudah masuk’ balasnya
Tan Zhi xue: ‘oh baguslah,’
Feng Li Yue: ‘apakah besok ada tugas?; tanya Li Yue dalam pesannya
Tan Zhi xue: ‘ada, yaitu tugas sastra mengarang sebuah essay’ balas Tan Zhi Xue singkat
Feng Li Yue: ‘oh oke deh’
Tan Zhi xue: ‘apakah kau bisa membuat essay?’
Pesan terhenti sampai disini, saat ini Feng Li Yue mengingat beberapa kenangan Feng Li Yue dunia ini, pesan yang
dikirim saat ini akan membawa dirinya pada masalah kecil di sekolah. Meski masalahnya kecil, tapi masalah ini cukup mengganggu. Dimana masalah ini akan berakhir pada menurunnya tingkat kesukaan teman sekelas pada Feng Li Yue dan membuat rumor yang telah beredar semakin nyata.
Sebenarnya, tanpa disadari Feng Li Yue, Tan zhi xue telah membuat beberapa rumor kecil yang membuat nama Feng Li Yue buruk. Dengan beberapa triknya kecilnya, Tan zhi xue mulai membingkai Feng Li Yue yang menyebabkan rumor buruk tentang putri yang suka menindas orang kurang mampu.
Hanya saja rumor ini belum terbukti kebenarannya, karena Tan zhi xue melakukannya secara tidak langsung
dan sangat halus. Hingga rumor yang dibuat masih simpang siur karena tidak ada bukti jelasnya.
Feng Li Yue sudah tidak masuk tiga hari karena acara keluarga. Sebelum masuk esok hari, Feng Li Yue berinisiatif menanyakan tugas pada Tan Zhi Xue dan Saat ini, Tan zhi xue akan menawarkan diri untuk mengerjakan tugas essay milik Feng Li Yue.
Feng Li Yue yang bodoh dan selalu hidup dalam kemudahan merasa sangat tertolong. Hingga pada saat masuk sekolah, Tan zhi xue akan terang-terangan memberikan tugas yang sudah dibuat pada Feng Li Yue, sedangkan Feng Li Yue menerima tugaS yang sudah dibuat Tan Zhi Xue dengan senang hati tanpa berpikir dampak dari tindakannya.
__ADS_1
Beberapa teman sekelas tidak suka dengan tindakan Tan zhi xue yang membantu Feng Li Yue mengerjakan tugas. Dari sudut pandang mereka, mereka melihat Feng Li Yue yang kaya telah memanfaatkan siswi terpintar dikelas karena perbedaan status layaknya babu.
Kelas insternasional berisikan anak-anak orang kaya dan anak yang berbakat, namun kelas tersebut tidak pernah
mempermasalahkan status kekayaan, karena bagaimanapun juga masing-masing dari mereka menyedari kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Karena itulah, bila mereka sedikit saja merasakan adanya diskriminalitas dikelas, mereka akan segera bertindak.
Sayangnya, saat itu yang melakukan diskriminalitas adalah seorang putri konglomerat terkaya yang tidak bisa disinggung sama sekali. Makanya mereka hanya bisa membicarakan dan mengejek tingkah Feng Li Yue di belakangnya dan mengasihani sang lotus putih. Sejak saat itu, pandangan teman sekalas pada Feng Li Yue mulai berubah.
Lalu bagaimana jika plotnya diubah. Feng Li Yue menatap pesan Tan zhi xue yang belum dibalas. Ia segera
mengetik balasan pesan Tan zhi Xue
Feng Li Yue: ‘aku agak kesulitan membuat essay’
Tan zhi xue: ‘bagaimana kalau aku membantumu membuat tugas essay?’
Feng Li Yue: ‘apa? tidak, aku tidak mau merepotkanmu’
Tan zhi xue: ‘tidak, aku tidak merasa kerepotan, sekalian saja aku bisa belajar mengasah tulisan essayku’
Feng Li Yue: ‘tapi ini adalah tugas, aku tidak mau merepotkan orang lain. aku akan minta bantuan kakakku
untuk membantuku menulis essay. kau tinggal beritahukan temanya padaku,’
Tan zhi xue: ‘tidak, tidak, aku tidak merasa kerepotan. sudah serahkan saja semua padaku,’
Feng Li Yue tersenyum saat mengirimkan balasan ambigu pada Tan zhi xue. Yah biarkan saja Tan zhi xue membuat tugas essay untuknya besok. sekarang yang harus dilakukan adalah mengirimkan pesan pada penanggung jawab kelas.
Feng Li Yue: ‘Fei wei wei,’
Fei wei wei: ‘ putri kecil’
Feng Li Yue tersenyum miris dengan panggilan teman sekelas untuknya. Karena tubuh mungil dan kehidupan mewahnya, ia diberikan gelar putri kecil oleh teman sekelasnya. Entah siapa yang memulai panggilan itu, tapi panggilan itu menjadi sapaan akrab entah tujuan nya untuk mengejek atau untuk menyampaikan rasa suka padanya.
Feng Li Yue: ‘penanggung jawab kelas, besok aku sudah masuk sekolah. Barusan aku mendapat pesan dari tan zhi xue bahwa besok akan ada tugas essay. Tema essay nya apa?
Diujung sana, Fei wei wei merasa aneh dengan pertanyaan pesan Fei wei wei. Fei wei wei adalah orang yang tegas
dan to the point. Dari pada repot menanyakannya di pesan, ia lebih memilih menelpon Feng Li Yue agar dapat berbicara secara langsung.
Melihat nama panggilan diponselnya, Feng Li Yue tersenyum. Sepertinya Ia telah memilih orang yang tepat
untuk menjadi tameng serta saksinya.
“Hallo”
“hallo, putri kecil. Apakah Tan zhi xue tidak memberitahumu tema tugasnya?”
“Tidak,” Feng Li Yue terdiam sejenak sebelum melanjutkan ucapannya, “sebenarnya, setelah Tan zhi xue mengetahui kalau aku lemah dalam menulis essay, ia menawarkan diri membuat tugas untukku, tapi aku menolaknya,”
__ADS_1
Fei wei wei mengernyitkan alisnya tidak suka, kenapa Tan zhi xue memiliki pikiran seperti itu? sepertinya baru
kali ini ia berinisiatif membuat tugas untuk Feng Li Yue. Fe wei wei terdiam sejenak memikirkan beberapa rumor yang telah didengarnya. Ada desas desus yang mengatakan kalau Feng Li Yue sering memerintah Tan zhi xue ini itu, dan tan zhi xue tidak pernah menolak perintah Feng Li Yue. Hanya saja, Fei wei wei yang sudah mengenal Feng Li Yue sejak dibangku kelas pertama, tidak mempercayai rumor tersebut.
Ia pikir ini waktu yang tepat untuk mencari tahu kebenaran rumor tersebut.
“Putri kecil, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?”
“Ya, tentu saja,” jawab Feng Li Yue yang sudah menebak pertanyaan yang akan ditanyakan Fei Wei wei.
“apakah selama ini tugasmu dibuat oleh Tan zhi xue?”
“apa? kenapa tugasku harus dikerjakan Tan zhi xue?”
Fei wei wei mendesah lega mendengar pertanyaan balik Feng Li Yue, batinnya berkata ia senang bahwa putri
kecilnya masih murni seperti yang seharusnya.
“tidak ada apa-apa, jadi tugasmu kau kerjakan sendiri?”
“tidak!”
apa? tidak? batin Fei wei wei yang mulai was was lagi. Sebelum Fei wei wei bertanya lagi, Feng Li Yue memberikan penjelasan lagi.
“tugasku ku kerjakan dengan bantuan kakak-kakakku,”
Fei wei wei kembali mendesah lega.
“oh baguslah,”
“kenapa kau bertanya seperti itu?”
“tidak, tidak ada apa-apa. Oh iya mengenai Essaynya, temanya adalah tentang lingkungan hidup,”
“oh oke, aku akan memnta bantuan kakakku lagi untuk membuat essay,”
“ya, itu lebih baik. kalau kau mengalami kesulitan lagi kabari aku secepatnya. Itu sudah menjadi tugasku untuk membantu teman-teman sekelas,”
“ya, aku mengerti. Terimakasih, selamat malam maaf mengganggu waktumu,”
“tidak apa-apa, selamat malam,”
Telepon berakhir. Feng Li Yue terkikik pelan membayangkan kejadian drama ini. Ia tidak menyangka harus
menjalani kehidupan seperti ini. Ktika menjalani 100 kehidupan, ia tidak memiliki wewenang untuk bertindak sesuka hati karena semua jalan hidupnya sudah diatur dalam plot yang telah ditetapkan. Tapi di 11 dunia dimana jiwanya
tersebar, ia memiliki kendali penuh untuk mengubah setiap takdirnya.
Baiklah, sebaiknya ia membuat tugas essay nya sekarang dan meminta bantuan kakaknya untuk memeriksanya meski ia rasa tidak perlu, tapi demi emnutupi perubahannya ia harus melakukannya.Sebagai orang yang telah menjalani 100 kehidupan, perlukah kinerjanya dipertanyakan lagi?
jawabannya, tentu saja tidak.
__ADS_1