
Feng Li Yue membuka matanya, ia terbangun diatas tempat tidur queen size yang sangat cantik. Alisnya mengernyit begitu melihat nuansa kamar yang menurutnya sangat kekanakan, dinding dan furniture kamar ini semua dalam nuansa pink, tidak hanya itu disudut ruangan tersendiri berbagai macam boneka menumpuk menjadi pandangan yang mencolok.
Satu hal yang terpikirkan dalam benak Feng Li Yue adalah: “apa yang terjadi padaku didunia ini?”
Feng Li Yue bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke kamar mandi menurut ingatan yang tersisa pada tubuhnya
di dunia ini. Ia berdiri di depan cermin yang terdapat dalam kamar mandi menatap bayangannya dan emperhatikan tubuhnya yang terawat dengan baik.
“Xiao bai, berikan informasi tentang kehidupanku di dunia ini,” perintah Feng Li Yue pada burung putih kecil
yang muncul dari tubuhnya.
“Siap nona kecil,”
Selama inti jiwa Feng Li Yue menjalani 100 kehidupan, bagian jiwanya yang tersebar di berbagai dunia akan
menjalani kehidupan yang cukup rumit dan menyedihkan. Karena akhir kehidupan jiwa Feng Li Yue yang tersebar tidak berakhir baik, bagian jiwa Feng Li Yue tidak terima dengan kehidupannya, hingga ia menolak untuk bersatu dengan inti jiwa Feng Li Yue. Agar jiwanya dapat menyatu dengan inti jiwanya, inti jiwa Feng Li Yue harus mengulangi kehidupan yang telah dijalani bagian jiwanya dan mengubah akhir hidupnya ataupun memenuhi keinginan bagian dari jiwanya.
Dunia yang didatanginya saat ini adalah dunia pertama yang ia masuki setelah menjalani 100 kehidupan manusia. Di dunia ini, bagian jiwa Feng Li Yue memiliki nama yang sama dengan dirinya. Ia merupakan putri bungsu konglomerat yang kehidupannya sangat baik. Kedua orang tua lengkap sangat mencintainya dan saudara laki-laki dan perempuan yang memanjakannya.
Kehidupannya dipenuhi dengan kebahagiaan tak terkira, sepintas Feng Li Yue merasa iri dengan bagian dari
jiwanya. Tapi ia menyayangkan bagian dari jiwanya di dunia ini sangat bodoh, karena kebodohannya keluarganya jatuh dan ia mengalami kematian yang tragis. Benar-benar bodoh.
Selama hidupnya, Feng Li Yue di dunia ini tidak pernah dipaksa atau dituntut untuk menjadi seperti apa oleh
orang tua dan keluarganya. Mereka hanya berharap Feng Li Yue hidup tenang dan bahagia, tidak perlu memikirkan hal yang rumit dan semua keinginannya akan dipenuhi dengan segera. Karena sikap keluarganya yang terlalu memanjakan dirinya, Feng Li Yue di dunia ini tidak pernah berpikir panjang dan menjadi bodoh ketika mengenali lingkungannya.
Kehidupan Feng Li Yue yang bergelimang kebahagiaan akan selalu mendatangkan berbagai kecemburuan dan rasa
iri dari lingkungan sekitarnya, termasuk dari orang yang telah dianggap sahabatnya, Tan zhi xue yang menjadi penyebab kehancurannya.
Tan zhi xue adalah gadis kalangan menengah yang juga memiliki kehidupan baik. Meski ia tidak kaya, tapi
keluarganya termasuk keluarga yang berkecukupan. sayangnya, ia tidak cukup puas dengan apa yang dimilikinya saat melihat keadaan Feng Li Yue. Kecemburuan dan rasa irinya sudah berakar kuat hingga mampu membuat membuat berbagai keadaan yang tidak menguntungkan bagi Feng Li yue. Ia memanipulasi pikiran Feng Li Yue,
membingkainya berulang kali hingga Feng Li Yue dijauhi dan dibenci oleh keluarganya serta akhirnya mati dengan keadaan yang sangat mengenaskan.
Jatuhnya sang putri bungsu, membuat jiwanya yang selalu dipenuhi kebahagiaan menjadi tidak puas dengan
akhir hidupnya. Ia tidak sedih dengan keadaan dirinya yang telah kehilangan harta dan kemewahan tapi ia menyayangkan hilangnya rasa kasih sayang saudaranya. Satu-satunya keinginan terbesar dari jiwanya yaitu tetap memiliki rasa kasih sayang dari keluarganya.
“Itu mudah,” sahut Feng Li Yue.
Tak perlu berlarut-larut menyesali kebodohan Feng Li Yue di dunia ini, Feng Li Yue asli segera mencuci wajahnya
dan membersihkan dirinya agar dapat segera melihat keluarga Feng Li yue di dunia ini.
***
Setelah membersihkan diri dan berpakaian rapi, ketukan dari pintu terdengar. Rupanya pelayan yang selalu
melayaninya telah datang.
“Nona kecil!” panggil sang pelayan.
“masuk,”
__ADS_1
Pelayan itu dipanggil bibi Shu, bibi Shu sangat setia dan menyayanginya. Bibi Shu lah yang menyelamatkan dan
merawatnya ketika ia diusir oleh keluarganya.
“Bibi Shu,” panggil Feng Li Yue dengan suara kecil manisnya. Bibi Shu sedikit terkejut melihat keadaan Feng Li Yue yang telah rapi dan cantik. Ia tidak menyangka nona kecilnya telah merawat dirinya sendiri bahkan kamar terutama tempat tidurnya telah rapi, biasanya ia selalu membangunkan dan melayani kebutuhan pagi nona kecil tapi pagi ini nona kecil melakukan semuanya sendiri.
Hati bibi Shu meleleh setiap mendengar panggilan dari nona kecilnya, “wah, nona kecil sudah cantik,” ujar
bibi Shu yang membuat Feng Li Yue tersipu malu.
Feng Li Yue memaklumi ucapan bibi Shu. Dari ingatannya yang tertinggal, Feng Li Yue dunia ini sangat manja dan
semua kebutuhannya akan di lakukan oleh orang lain termasuk kehidupan sehari-harinya. Ia hanya melakukan apa yang disenangi dan mudah dilakukan, ia bukan pekerja keras dan tidak suka dengan situasi sulit. berbanding terbalik dengan Feng Li Yue asli yang lebih memilih melakukan semuanya sendiri. Feng Li Yue di dunia ini benar-benar tidak bisa dharapkan.
“terimakasih, bibi. Mulai sekarang, Li Yue akan belajar melakukan semuanya sendiri. Li Yue mau belajar jadi orang
dewasa dan tidak ingin menysahkan orang lain lagi,” sahutnya tenang dan tidak ada sedikit pun jejak kekanakan dalam suaranya.
Bibi Shu kaget dengan perkataan nona kecilnya, ia senang dengan perubahan nona kecilnya tapi bukannya ini
terlalu mendadak dan tiba-tiba. Melihat senyum manis nona kecilnya, bibi Shu tidak berani menguatarakan pikirannya ia hanya mampu membalas senyum manis nona kecilnya sembari menganggukkan kepalanya.
“apa ayah dan ibu sudah ada di bawah?” tanya Feng Li Yue mengaburkan lamunan bibi Shu.
“I iya, tuan dan nyonya besar sudah di bawah,”
“kalau gitu, ayo kesana,” ajak Feng Li Yue sambil menarik tangan bibi Shu yang hanya bisa mengikuti langkah
nona kecilnya.
***
senyuman manis nan imut keluarga kecilnya.
“pagi baby Yue,” sahut ibu yang mendekatinya dan memeluk putri serta mencium wajah putri kecilnya. Kebiasaan
pagi yang sudah menjadi pemandangan wajib bagi keluarga yang lain.
Setelah ibunya melepaskan pelukannya, Feng Li Yue berjalan ke ayah dan kakaknya, ia memberikan ciuman
wajib selamat pagi pada keduanya. Setelah menjalani rutinita skasaih sayang paginya, ia pun duduk disamping kakak tertuanya. Saat ini hanya ada kakak laki-laki tertuanya, kakak perempuannya sedang dalam perjalanan bisnis, dan kakak laki-laki ketiganya belum turun.
“Zhi xuan ge belum turun?” tanya Feng Li Yue yang sudah membalikkan piringnya.
“belum, tumben kamu lebih dulu muncul dari Zhi xuan,” ujar kakak pertamanya Li Yuan.
Feng Li Yue hanya terkekeh kecil mendengar perkataan kakak pertamanya.
“hari ini nona kecil sangat pintar, ia bangun dan merawat dirinya sendiri tanpa bantuan saya, nyonya, tuan,” sahut bibi Shu sangat bangga seolah-olah apa yang dilakukan oleh Feng Li Yue adalah hal yang sangat besar dan patut
diapresiasi dengan pujian besar.
Dan entah keluarganya yang memang terlalu berlebihan dalam merawatnya, semuanya menampakkan wajah bangga dan bahagia dengan perubahan kecil dari keluarga kecil mereka. Feng Li Yue yang melihat itu semua sedikit tidak nyaman dengan keadaan Feng Li Yue.
“Putri kecilku sangat pintar, kami bangga padamu sayang, ayo kita rayakan hari ini,” ujar sang ibu yang sudah
tergopoh-gopoh ingin membuat perayaan.
__ADS_1
Feng Li Yue: -___- What the? apa yang perayaan? ini Cuma mandi sendiri\, apanya yang patut dirayakan?
“Eh, ibu. tidak perlu, ini hanya hal kecil tidak perlu dibesar-besarkan ya kan, kak?” tanyanya kakak pertamanya
yang terlihat lebih rasional ketimbang ibunya.
“Ini memang patut dirayakan, dari hal kecil ini baby Yue kita akan terus ingat untuk menjadi dewasa lagi,” ujar
sang kakak yang meruntuhkan pandangan rasional Feng Li Yue terhadap kakak lelakinya.
Feng Li Yue: ternyata kakak pertamanya sama gilanya dengan ibunya.
“ini benar-benar tidak perlu dirayakan,” desak Feng Li Yue yang sudah cukup merasakan malu. Awalnya ia
memang mengharapkan untuk dipuji oleh keluarganya tapi tidak dengan cara berlebihan seperti ini.
Dalam 100 kehidupan yang telah dijalaninya, ia juga pernah merasakan hidup dalam keluarga kaya tapi tidak
segila keluarganya saat ini. Ia benar-benar dibuat sakit kepala dengan tingkah berlebihan keluarganya.
“Bila adik kecil tidak ingin dirayakan, maka tidak perlu dirayakan,”ujar sebuah suara yang menaikkan mood Feng Li Yue.
Itu kakak laki-laki ketiganya, sepertinya dia yang terlihat normal disini. “itu benar, Li Yue tidak mau merayakan hal yang tidak perlu begini. Li Yue hanya ingin menunjukkan pada ayah, ibu dan kakak bahwa Li Yue juga bisa belajar hidup mandiri,” ujarnya dengan nada bangga.
Keluarganya tampak terkejut mendengar pernyataan Li Yue, sebenarnya pa yang terjadi pada si bungsu kecil?
batin mereke bertanya-tanya.
Dari dalam tubuhnya, Xiao Bai memberi peringatan. Feng Li Yue di dunia sangat manja dan tidak bisa berpikir
panjang dan kemungkinan dirinya untuk berpikir seperti sekarang itu sangat kecil. Feng Li Yue asli dilarang untuk menampilkan perubahan karakter yang berkebalikan dari Feng Li Yue di dunia ini dengan tiba-tiba, karena akan
menimbulkan kecurigaan dan perubahan plot secara mendadak.
“I ituu, kemarin Li Yue mendengar cerita dari teman-teman sekelas yang menceritakan kehidupan anak-anak orang
kaya yang tidak mampu mengerjakan semua pekerjaannya sendiri. Begitu Li Yue mendengarnya, tampaknya orang yang diceritakan begitu buruk dan ketika Li Yue memikirkannya, bukankah karakter itu tidak jauh beda dengan LI Yue? jadi Li Yue memutuskan untuk mencoba berubah,”
Feng Li Yue mengarang cerita agar keluaganya tidak curiga dengan perubahan mendadak yang terjadi pada dirinya.
Untungnya ia cepat tanggap, ia memiliki ide untuk menggunakan kebodohannya sebagai senjata.
Sederhananya, Feng Li Yue adalah orang yang berpikiran pendek. Jika menurutnya salah maka salah, jika benar maka benar. Selain itu, ia merupakan orang yang naif dan mudah dipengaruhi. Jadi jika karaternya sering berubah-ubah itu pasti dipengaruhi dari luar lingkungannya. Sifatnya ini sangat mudah dibodohi dan di manipulasi oleh
orang-orang disekitarnya. Dan orang tuanya pun sangat mengerti dengan karakternya ini, jadi tidak perlu pusing untuk mencari cara menjelaskan perubahan karakternya secara tiba-tiba.
Mendengar perkataan putri bungsu mereka, keluarganya hanya bisa menatapnya prihatin. Satu sisi mereka senang
atas perubahan putri kecilnya, tapi di sisi lain mereka khawatir dengan sifat naif putrinya yang mudah terpengaruh.
“Baiklah, jika itu yang diinginkan Baby Yue, ayo lanjutkan sarapannya,” ajak kepala keluarga Feng yang sedari tadi
hanya memperhatikan tingkah bahagia keluarga kecilnya.
Feng Li Yue sedikit bernapas lega tidak ada perayaan untuknya, dalam hatinya ia berterimakasih pada kakak
ketiganya. Ia memperhatikan kakak ketiganya yang sesekali menatapnya, tak jarang kakaknya kan megisi piringnya dengan makanan kecil yang ia makan dengans enang hati.
__ADS_1
Ternyata keluarga ini tidak buruk, sejenak ia tersentak ini kah rasanya keluarga utuh?