Jodoh Dari Papah

Jodoh Dari Papah
Di Usir


__ADS_3

"Pahh, Lion belum siap ditinggal Papahh". Tangis Liondra di samping makam ayah nya.


"Nakk, jangan seperti ini, kita harus ikhlas. Supaya Papah tenang disana". Arumi mencoba menenangkan anak bungsunya itu.


"Ini semua gara gara abang!, gara gara dia Papah jadi kena serangan jantung". Ucap Liondra.


"Kamu itu gak boleh salahin Leon!, yang salah itu kamu!, seenaknya minta ikut acara sekolah, Papah jadi maksain kerja kan". Ucap Arumi, ia tidak terima jika ada yang berani menyalahkan anak kesayangan nya.


"Mamah lupa?, abang udah bawa paksa sertifikat rumah dan dorong Papah. Apa mama akan selalu bela abang?, padahal sebentar lagi pasti kita ga akan punya rumah, kita bakal tinggal dimana mahh?" Tanya Liondra.


"Liondra, abang kamu itu lagi butuh uang, harusnya kamu bantu dia". Jawab Arumi.


"Dengan cara mengorbankan nyawa Papah?!". Teriak Liondra melampiaskan kekesalan nya. Arumi diam.


"Kamu mau kemana Lion?". Tanya Arumi, ia mengikuti langkah Liondra yang pergi tanpa bilang satu kata pun padanya.


"Lion tunggu Mamah!". Panggil Arumi.


*Sesampainya dirumah.


"Lohh-lohhh pak, pak!. Barang barang saya kok dikeluarin?". Teriak Arumi dari kejauhan.


"Pak apa rumah ini sudah dijual?". Tanya Liondra menebak nebak.


"Betul mbak, sertifikat sudah ada ditangan majikan saya, saya hanya disuruh datang untuk membereskan nya saja. Jika ibu dan mbak nya ada keluhan, mohon bicarakan pada yang bersangkutan, disini saya hanya menjalankan tugas saja". Ucap Bapak bapak berbadan kekar.

__ADS_1


"Tapi pak kita baru saja berduka apa tidak bisa berikan kami waktu?, setidaknya sampai kami mempunyai tempat tinggal baru". Ucap Liondra


"Mbak saya tidak bisa ikut campur masalah mbak, setidak nya bicarakan ini dengan majikan saya". Bapak itu menjawab dengan tegas.


"Tapi pak ini rumah saya!". Arumi bersikeras.


"Rumah ini sudah dibeli oleh majikan saya!".


"Sudahlah Mah, ayo kita pergi!". Ajak Liondra.


*Merekapun pergi sambil membawa barang barang mereka.


"Kenapa hidup mamah jadi sial gini sihh!!" Celoteh Amira di jalan. Sedangkan Liondra hanya memutar bola matanya malas, lelah mendengar ibunya terus mengeluh.


"Kita cari kontrakan murah dulu yah ma". Jawab Liondra.


"Mamah capek Lion". Protes Amira.


"Yaudah Mamah tunggu disini dulu aja, Lion mau masuk gang itu dulu buat nanyain kontrakan". Ucap Liondra, yang diangguki oleh Amira.


"Jangan lama lama". Ucap Amira.


 


"Tante permisi". Liondra menyapa.

__ADS_1


"Ehh iya dek?". Tanya sang pemilik kontrakan.


"Masih ada kontrakan kosong ga Tante?". Tanya Liondra.


"Nyari kontrakan ya dek?, masih ada kok, mau liat liat dulu?". Tanya Tante ??.


"Iya boleh Tante."


"Untuk tinggal sendiri?". Tanya Tante ??.


"Berdua, sama Mama saya". Jawab Liondra.


"Coba kita cari yaa". Ucap Tante ?? sambil membuka album berisi foto foto rumah. Liondra hanya mengangguk angguk.


"Gimana sama yang ini?". Tante ?? menunjukan rumah berwarna biru muda.


"Bagus tante, kalo boleh tau berapa ya harga sewa nya?". Tanya Liondra.


"500.000 perbulannya, mau dicicil juga bisa, asal bayar nya ga boleh lebih dari batas waktu". Ucap Tante ??


"Yaudah saya ambil yang ini, saya bayar dimuka ya tante". Ucap Liondra sambil memberikan 5 lembar uang 1oo.ooo an.


"Terimakasih ya, semoga betah, perkenalkan saya Lili". Ucap Tante Lili.


"Saya yang harus nya berterimakasih Tante, Ohh iya saya Liondra Tante, tante bisa panggil saya Lion". Balas Liondra.

__ADS_1


__ADS_2