
"Hahah, becanda!". Ucap Liondra tak percaya.
"Saya serius". Jawab Aga.
"Saya masih anak sekolah pak, bukannya bapak bilang bapak tau semua hal tentang saya". Ucap Liondra.
"Dengarkan, waktu saya tidak banyak tapi sepertinya cukup untuk bercerita padamu. Duduk lah, pembicaraan kita akan panjang". Ucap Aga.
Liondra pun duduk disebelah kasur. "Kau kenal Sita?". Tanya Aga.
"Tante Sita?, orang yang suka berkunjung ke panti asuhan?". Tanya Liondra.
"Dia istri saya". Kini mimik muka Aga tampak sayu.
"Apa Tante Sita baik baik saja?". Tanya Lion, ia sudah 3 minggu tak berkunjung ke panti asuhan karna fokus pada semua tugas tugas nya, dan terakhir kali ia berkunjung pun ia tidak melihat Sita.
"Sita sudah meninggal 2 minggu lalu". Ucap Aga.
"Hah?!, bagaimana bisa?". Tanya Liondra kaget.
"Selama ini ia sedang sakit, mungkin ini kesembuhan abadi yang Tuhan berikan padanya". Ucap Aga.
"Saya turut berduka cita". Liondra berucap dengan nada bergetar. Kali ini ia kehilangan lagi orang yang menyayanginya.
__ADS_1
"Apa Sita tidak pernah bilang, bahwa kamu adalah menantu yang paling ia harapkan". Ucap Aga.
'Ayolah Nak, kau tau bukan bahwa aku menyayangimu, anak ku itu tampan. Kau pasti suka padanya, menikahlah dengan nya dan jadi anakku, kau itu menantu yang paling ku harapkan'. Sekelebat bayangan Sita yang berbicara padanya kembali terlintas.
"Tante Sita memang sempat bilang ingin aku jadi menantunya, tapi aku ini masih pelajar". Ucap Lion.
"Menikahlah dengan anak kami". Ucap Aga.
"Tapi saya mas-".
"Saya tau, identitas mu tidak akan kami bongkar pada publik, Dan bersekolahlah dengan tenang. Anak kami ini sedikit nakal, dan saya harap ia bisa berubah karena pernikahan kalian, saya percaya bahwa kau anak yang baik seperti yang istri saya katakan". Ucap Aga.
"Apa pernikahan ini cuma permainan?". Tanya Liondra kesal.
"Saya harap kalian tidak akan pernah BERCERAI!". Ucap Aga dengan tegas.
"Tapi saya tidak pernah mencintai anak bapa". Ucap Liondra.
"Cinta itu ada seiring berjalan nya waktu". Ucap Aga.
"Saya masih mau lanjut kuliah setelah lulus nanti". Ucap Liondra.
"Bersekolah lah nak, kami pasti selalu mendukungmu". Ucap Aga.
__ADS_1
"Kenapa bapak sangat memaksa saya menikah dengan anak bapak?". Tanya Liondra bingung mencari Alasan.
"Karna kau ini anak yang baik, apalagi Sita sangat menyayangimu, dan menginginkan mu menjadi anak nya". Ucap Aga.
"Bagaimana jika saya menolak?". Tanya Liondra.
"Sepertinya ini pilihan terakhir mu, atau kau memang ingin tinggal di tempat ini". Jawab Aga.
"Bagaimana dengan semua kebutuhan saya?". Tanya Lion.
"Jika kau menjadi bagian keluarga adyata, hal seperti itu tudak perlu dipikirkan". Ucap Aga.
"Apa biaya sekolah saya juga akan?". Tanya Liondra.
"Sudah jelas bukan". Jawab Aga.
"Tapi jika saya keluar dari sini, saya pasti tidak akan bisa pulang". Ucap Lion.
"Kau bisa tinggal dimansion kami, Kami ini bukan orang susah". Ucap Aga.
'Tante Sita benar, Om ini omongannya pedas sekali'. Batin Lion.
"Sudah hampir satu jam saya membuang buang waktu, bagaimana jawabanmu nak?". Tanya Aga.
__ADS_1
"Baiklah, tapi bisakah saya bertemu dengan anak bapak?". Tanya Lion.
"Kau pasti bertemu dengannya. Ayo kita keluar, saya akan mengeluarkan mu dari tempat ini". Ucap Aga