
"Masuklah". Ucap Aga sambil membukakan pintu belakang mobil nya.
"Saya jadi canggung". Ucap Liondra.
"Terbiasalah, kau akan menjadi menantu Keluarga Adyata". Ucap Aga.
"Sebenarnya siapa Keluarga Adyata itu?". Tanya Liondra saat mobil mulai dikemudikan.
"Kau sungguh tidak mengetahuinya?, sulit dipercaya". Ucap Aga.
"Saya memang tidak tahu". Jawab Liondra.
"Keluarga kami padahal sangat terkenal, sangat aktif dan berpengaruh di dunia bisnis apalagi sulit untuk dijatuhkan. Orang orang diluaran sana bahkan bermimpi jadi kamu". Ucap Aga.
"Maksudnya?". Tanya Liondra bingung.
"Bagaimana Sita bisa menyukai orang sebodoh kamu". Ucap Aga sambil menatap Liondra dari kaca spion.
"Tante Sita itu orang baik, bukan seperti bapak yang suka menghina". Ucap Liondra.
"Berani sekali". Balas Aga dengan kesal.
"Apa saya boleh mengunjungi makam Tante Sita?". Tanya Liondra mencoba mengganti topik pembicaraan.
"Silahkan saja, sekalian ajak juga Andrea". Ucap Aga.
"Andrea?". Ulang Liondra bertanya.
"Anak saya dan Sita". Jawab Aga.
"Apa dia mau menikah dengan saya?". Tanya Liondra tidak yakin.
__ADS_1
"Pendapat anak itu tidak diperlukan". Ucap Aga.
"Bukankah saya akan menikah dengannya, sudah jelas pendapat dia penting untuk saya". Ucap Liondra.
"Anak nakal itu, dia pasti menolak. Tapi tidak perlu khawatir. Dia tidak akan bisa apa apa". Ucap Aga.
"Nakal yang seperti apa?". Tanya Liondra.
"Yah, kau pasti mengetahui nya juga nanti". Ucap Aga.
Sesampai nya di mansion.
"Masuklah dulu, ini sudah terlalu larut sebaik nya kau langsung beristirahat". Aga berucap sambil membukakan kunci pintu mobil.
"Bapak mau kemana?". Tanya Liondra was was.
"Saya harus pergi bekerja, waktu saya terbuang karena mengobrol dengan mu tadi". Jawab Aga.
"Anggap seperti rumah mu sendiri, sudah sana masuk". Ucap Aga.
"Tapi-".
"Masuk saja, tidak ada siapa siapa dirumah itu".Ucap Aga.
"Hmm, Baiklah". Liondra langsung membuka pintu mobil dan pergi ke arah mansion.
"Apa benar tidak apa apa?". Gumam Liondra, ia langsung membunyikan bel.
"Ada orang tidak ya". Liondra kembali bergumam.
"Iya Mbak?". Tanya satpam yang berjaga.
__ADS_1
"Saya disuruh masuk". Jawab Liondra sambil menunjuk mobil Aga.
"Ahh, Nona Liondra, maaf atas ketidak sopanan saya. Selamat datang di Mansion Keluarga Adyata". Ucap satpam bernama Agung sopan.
"Mari saya antar". Pak Agung kembali berucap karena Liondra hanya diam kebingungan.
"Pak panggil Lion saja". Ucap Liondra disela sela perjalanannya.
"Aduhh maaf Nona saya tidak bisa". Pak Agung terlihat tertawa kecil.
"Pak Agung!!".
"Tuan Muda!, anu saya-". Pak Agung nampak menunduk.
"Kembali ke gerbang!". Titah nya.
"Siap Tuan Muda, saya permisi Nona". Pak Agung langsung buru buru kabur dari tempat itu.
"Jadi?". Andrea menatap Liondra dengan menyeluruh yang dibalas tatapan tajam dari Liondra.
"Apa". Andrea menantang.
"Tidak!". Dalam sekejap ia langsung membuang muka. Lion selalu kesal jika ada orang yang selalu merusak suasana, ntah apa masalahnya kali ini. Batin Liondra.
"Masuk sana!". Ucap Andrea sambil menatap Liondra dan pintu secara bergantian.
"KAU DIBAYAR BERAPA OLEH SI PAK TUA ITU?". Tanya Andrea dengan tajam. Setelah pintu ditutup barulah ia berani berteriak pada Liondra.
"Alis mu itu terlalu naik". Liondra berucap dengan nada ketus.
"Kau ini terlalu berani, bagaimana bisa si tua itu bawa anak murahan seperti kamu!"
__ADS_1