Jodoh Dari Papah

Jodoh Dari Papah
Menyusahkan


__ADS_3

"Saya tidak punya urusan dengan anda!". Ucap Liondra kesal.


"Cih,, dengarkan baik baik. Segera kau katakan padanya bahwa kau menolak pernikahan kita!". Ucap Andrea sambil menekan kedua lengan Liondra.


"Apa?!". Kaget Liondra.


"Saya sudah punya pacar, lagi pula seharusnya kau fokus pada sekolah mu, jangan buat perkara dengan ku atau kau akan menyesal. Kau mengerti tidak!!". Andrea semakin menekan Liondra.


"Lepasin". Ucap Liondra sambil menatap cengkraman Andrea di lengan nya.


"Dasar perempuan murahan". Ketus Andrea, ia langsung melepaskan cengkramannya dan berlalu pergi.


"Salahku apa sih". Gumam Liondra sambil mengelus lengan nya.


"Aku jadi malas disini". Tambah Liondra setelah melihat lihat sekeliling ruangan. Sepi dan gelap, mungkin karena gelap, ruanganya jadi tak terlihat ujung.


"Aku harus kemana, apa penghuni dirumah ini cuma orang tadi". Liondra menengok nengok kesembarang arah.


"Sudahlah aku keluar lagi saja". Putus Liondra.


"Jangan keluar!". Ucap Andrea.


'Orang ini datang lagi, atau apa dari tadi orang ini memang disini?'. Batin Liondra.


"Jangan keluar!, kau mengerti tidak". Ucap Andrea.

__ADS_1


"Kenapa?". Tanya Liondra ketus.


"Kau hanya akan menyusahkan ku saja, tidur saja sana". Usir Andrea.


'Seharusnya bilang dari tadi, aku sudah ngantuk tau'. Batin Liondra. "Aku harus tidur dimana?". Liondra bertanya.


"Dimana saja, setiap pintu terkunci, kunci nya ada di atas pintu". Ucap Andrea.


"Hmm".


"Sebentar". Andrea menahan lengan Liondra.


"Apa?". Tanya Liondra.


"Selesaikan urusan mu dengan Ayah ku besok!, Ingat!". Ucap Andrea. Sedangkan Liondra hanya menatap sinis saja. Lalu pergi mencari ruangan.


"Orang bodoh mana yang menaruh kunci diatas pintu". Liondra berucap asal karna kesal. Ia sudah mencoba tapi tetap saja tidak bisa ia raih.


"Sudah ku bilang kau ini memang menyusahkan". Andrea terlihat datang dari kejauhan.


"Kenapa?". Tanya Liondra bingung, untuk apa andrea datang, tidak mungkin kan ia datang untuk menyusul Liondra.


Andrea mengambil kunci dan memberikan nya pada Liondra. "Awas sana jangan menghalangi jalan". Ucap Andrea.


Liondra cepat cepat mengambil kunci dan menyingkir. "Memang menyusahkan". Ucap Liondra dengan nada mengejek setelah Andrea tidak terlihat lagi.

__ADS_1


Keesokan pagi nya.


"Bangun!!!". Teriak Andrea sambil menggedor gedor pintu kamar Liondra.


"Ada apa?". Tanya Liondra sambil mengucek matanya.


"Si pak tua itu sudah pulang, cepat katakan sesuatu padanya". Ucap Andrea.


"Ahh, baik-baik". Jawab Liondra, ia langsung pergi begitu saja dengan muka bantalnya.


"Ehh-". Andrea kesal sendiri.


DI MEJA MAKAN.


"Bapak". Panggil Liondra.


Aga hanya melihat sebentar lalu fokus kembali pada makanannya. "Lain kali panggil saya papah saja, anggap saya seperti keluarga mu. Bukan orang asing". Ucap Aga.


"Emm, apa saya bisa menolak permintaan pernikahan dengan anak bapak itu?". Ucap Liondra tanpa memperdulikan permintaan Aga. Andrea yang baru saja datang pun langsung ditatap tajam oleh Aga.


"Ada apa?". Tanya Aga dingin.


"Saya tidak mau jadi PHO pak, apalagi saya masih sekolah, orang orang juga mana ada yg mau sama anak sekolah". Ucap Liondra jujur, TERLALU JUJUR.


"Apa Andre mengatakan ia masih punya hubungan dengan seseorang?". Tanya Aga.

__ADS_1


Bantu support Author yuk, dengan cara Like, Comment, dan jangan lupa di share, trimakasih


__ADS_2