
Maaf ya untuk waktu yang lumayan cukup lama author nggak up cerita, krn ada suatu hal dan sedang ujian huhuu. semoga kedepannya author bs lebih sering membagi waktu untuk up ya. Love u guys❤️🥰
.
.
.
Setelah ayah pulang dan semuanya telah berkumpul dan sudah makan sianh bersama, kami semua kembali membahas niat baik kedatangan keluarga mama rita kemari. Setelah mama rita mengutarakan maksud dan tujuannya kemari ayah mulai membuka suara
"Kalo saya dan istri menyerahkan semua keputusan di tangan kei bu, kalo kei setuju dan menerima kami sbg orang tua juga pasti akan begitu" jawab ayah
"Iya bu, tapi kalo saya pribadi saya senang jika kei menerima lamaran nak ilham. Karena kalo saya lihat-lihat wajah nak ilham sedikit mirip dengan alm erza" titah ibu nova
__ADS_1
"Iyaa bu, dila juga ngerasain itu. Dan kayaknya sifat kak ilham dan mas erza mirip. Soalnya keliatan kak ilham orangnya dingin dan nggak banyak ngomong hihii" sambung adila yg sekilas melihat kemiripan antara keduanya (apa yg dikatakan ibu dan dila akupun merasakan demikian, tapi apa ini jalan dari Tuhan atas kehilanganku dgn sosok mas erza, Tuhan mengirim sosok kak ilham yg sama seperti mas erza - batin kei)
"Iyaa kembali lagi keputusan ada ditangan kei, apapun itu kita sbg orang tua hanya bisa mendukung. Krn yg akan menjalani kehidupan nantinya mereka berdua dan bukan kita" tukas sang ayah
"Bener itu pak arfan, jadi gimana nak kei? Kamu bersedia menerima lamaran mama nak?" Tanya mama rita memastikan jawaban dari kei dengan menarik nafas cukup panjang, kei menjawab
"Hm baiklah ma, ayah, ibu dan semuanya. Mungkin ini terlalu cepat, tapi kei akan mencoba menerima lamaran dr kak ilham" jawab kei sedikit gugup
"Iya ya, insyaallah kei yakin dgn keputusan kei. Tapi sebelum melanjutkan ke tahap pernikahan, kei ingin diberi waktu untuk mengenal kak ilham lebih dalam. Bagaimana?" Tegas kei pada semua
"Iyaa, sepertinya yg dikatakan kei benar. Kei dan ilham membutuhkan beberapa waktu untuk mengenal lebih dekat lagi" tambah ilham
"Baiklah, ayah rasa jg tidak ada masalah. Kalian mmg harus saling mengenal satu sama lain. Tapi ada yg ingin saya tanyakan sebelum mengakhiri pembicaraan ini" kata ayah yg tampak serius
__ADS_1
"Apa om?" Kata iam cepat
"Seperti yg kalian tau, kei berasal dari keluarga sederhana seperti ini. Ayah hanya seorang pedagang biasa dan ibunya hanya seorang irt. Sedangkan nak ilham dan keluarga bisa dibilang jauh dari kalangan berada. Apa kalian tidak akan malu nantinya jika orang tau kalo calon menantu dan besannya adalah dari keluarga seperti kami nak?" Tanya ayah serius (ayah memang tau kendala di hatiku, ayah menanyakan hal yg menjadi salah satu pertimbaganku. Memang ikatan batin tak bisa bohong - batin kei setelah mendengar pertanyaan sang ayah)
"Om, saya sama sekali tidak akan malu. Dari dulu hingga sekarang saya di didik untuk saling menghargai dan menghormati, tidak membedakan status sosial, kasta ataupun semacamnya. Sebelum saya dan keluarga menjadi seperti ini, kami juga pernah merasakan pahitnya kehidupan dan rasanya tak dihargai oleh orang berada. Saya menerima permintaan dari mama bukan hanya semata-mata karena kei adalah seorang dokter yg akan mengangkat nama baik keluarganya, tapi karena saya tau dan mendengar banyak cerita dari mama dan uca tentang kepribadian kei serta budi pekerti yg kei miliki pasti diajarkan dan ditanamkan oleh keluarganya sejak dulu. Melihat itu saya ingin jika kelak kami berjodoh, anak kami kelak di didik sedemikian rupa agar memiliki akhlak budi pekerti yg baik seperti ibunya" tutur ilham panjang lebar. Hal tersebut membuat ayah, ibu serta yang lainnya sedikit terharu dan tampak sang mama sedikit meneteskan air matanya
"Iya pak, bu. Kita semua sama di mata Allah tak ada yg membedakan. Soal harta, kedudukan itu hanya sebagai titipam didunia saja" tambah sang mama
"Baiklah nak ilham, bu. Mendengar jawaban dari ilham membuat hati saya sedikit tenang dan lebih yakin kalo kei tak akan salah mengambil keputusan untuk menerima lamaran ini" tegas ayah
.
.
__ADS_1