Jodoh Dari Perjodohan

Jodoh Dari Perjodohan
Kehilangan Mas Erza


__ADS_3

3 hari sudah setelah iam memikirkan hal yang menurutnya sedikit aneh dari permintaan mamanya kali ini, iam begitu penasaran seperti apa wanita yang akan dijodohkan oleh mamanya. Hubungan kei dan uca sepertinya berjalan lurus bagai air yang mengalir, mereka semakin dekat meskipun memang jarang bertemu karena kesibukan diantara keduanya. Mama rita yang sesekali juga sering menelfon kei hanya sekedar untuk menanyai kabarnya dan begitu juga sebaliknya.


"Ucaa, coba kamu hubungin kei nak. Kenapa ya perasaan mama nggak enak, mama khawatir sma dr. Kei" ucap mama dengan nada khawatir pada uca


"Sudah mama coba telfon belum?" Tanya uca

__ADS_1


"Sudah, nomornya aktif tapi tak ada satupun telfon atau sms yg mama kirim dibalas sm dr. Kei. Mama jd semakin khawatir nak" kata mama


"Yaudah nanti kita coba cari di rs ya ma, sekalian kita beli vitamin buat mama" jawab uca sambil menenagkan hati sang mama


Disisi lain dari kediaman mama rita, dirumah bercat putih itu terdapat bendera kuning dan papan pengumuman didepannya, menandakan bahwa ada duka didalam rumah tersebut. Rumah yg biasanya hanya diisi oleh keluarga inti saja sekarang mendadak ramai dipadati oleh para tetangga dan pelayat yang hadir, mereka hadir untuk mengucapkan turut berduka cita dan berdoa untuk alm. Erza Fahlevi

__ADS_1


Setelah sampai kei dirumah, ia langsung berhamburan memeluk sang kakak yg telah terbujur kaku, dipeluknya jenazah tersebut dengan erat, sambil terus menangis terisak ia bahkan semua keluarganya sangat amat sedih dan terpukul atas kepergian sang kakak yg menurutnya sangat cepat.


"Mas, mas erza bangun mass. Kei masih butuh mas erza, banyak hal yg mesti kei lakukan sm mas erza, banyak cerita yg belum sempat kei sampaikan ke mas erza, kei amat sangat sayang sm mas erza. Bangun mas banguuunnn" teriak kei sambil memeluk sang kakak


"Sudahlah kei, mas erza sudah nggak sakit lagi, mas erza sudah sembuh dan bisa hidup tenang" peluk sang ayah untuk menenagkan kei

__ADS_1


"Tapi yah, buat apa kei jadi dokter klo nggak bisa sembuhin mas erza. Tujuan kei jadi dokter cuma untuk sembuhin mas erza, kei mengkesampingkan urusan kei yg lain, kei ambil kuliah spesialis jantung saat ini dgn tujuan suatu saat mas erza akan sembuh, mas erza akan sehat yah" tangis kei seketika makin pecah mengingat dirinya diam-diam telah mengambil kuliah spesialis jantung hanya untuk kesembuhan sang kakak. Mendengar hal yang terlontar dari bibir kei, semakin menambah tangisan dalam keluarga tersebut.


Setelah semua prosesi pemandian dan hal lainnya, jenazah mas erza pun kini sudah dikebumikan ditempat pemakaman umum yg tak begitu jauh dari rumah mereka. Kepergian mas erza yang begitu mendadak membuat semua anggota keluarga sangat terpukul, tapi mengingat kembali bahwa semuanya hanya titipan sang Maha Kuasa mereka mencoba ikhlas dan sabar menerima semua yang terjadi...


__ADS_2