Jodoh Dari Perjodohan

Jodoh Dari Perjodohan
Melamar?


__ADS_3

Setelah selesai dinas kerja kei pulang kerumahnya beristirahat sebentar lalu bersiap diri karena mama rita akam datang main kerumahnya. Kei yang sudah bilang kepada sang ibu bahwa mama rita akan main kerumah pun masak beberapa makanann


"Bu, ibu sudah selesai masaknya?" Tanya kei saat akan membantu ibu didapur


"Sudah nak, ngmong-ngomong ada apa bu rita mau main kesini nak?" Tanya mama heran


"Kei juga kurang tau kenapa bu" jawab kei sambil mengangkat bahunya dan tak lama pintu rumah mereka pun diketuk dan kei berlalu membuka pintu


"Assalamualaikum.." ketuk mama rita


"Waalaikumsalam.. silakan masuk ma" kata kei mempersilakan masuk dan diikuti oleh mama rita dan tak lama ibu datang menyambutnya


"Loh bu sendirian aja?" Tanya ibu nova


"Nggak bu, sama ilham dan uca. Mereka masih dimobil sebentar lagi kesini" jawab mama rita


"Ada apa ma, kok mama tumben mau main kerumah kei?" Tanya ibu kei


"Iya bu nova, ada hal penting yg saya mau sampaikan sebenrnya" jawab mama rita


"Hal penting apa bu" tanyanya lagi dan ilham beserta uca masuk kedalam rumah membawa beberapa hadiah


"Ini bu sebelumnya maafkan kedatangan kami yg mendadak ya. Ini ada beberapa hadiah kecil untuk kei dan keluarga semoga suka" jawab mama rita sambil memberikan hadiah itu


"Gpp bu, hal penting apa ya bu?" Tanya ibu kei

__ADS_1


"Jadi begini bu, saya sudah cukup lama mengenal anak ibu, dr. Kei. Saya menyukai kepribadian anak ibu yg ramah, baik dan cantik ini. Sehingga saya berniat ingin menjodohkan anak saya ilham dan meminta kei untuk menjadi menantu saya bu" jawab mama rita blak-blakan


"Apa bu, menantu? Maksud ibu kedatangan ibu kemari mau melamar kei?" Tanya ibu nova kaget


"Iya bu, saya ingin melamar dr. Kei menjadi istri anak saya" tegas mama rita


"Tapi kan ma, kei sm kak ilham baru kenal, bahkan kami belum mengobrol banyak" jawab kei gugup


"Iya kak kei, tapi uca dan mama sudah lebih lama menganal kak kei. Uca dan mama sangat setuju kalo kak kei menjadi istri kak iam" tegas uca


"Hmm tunggu bu tunggu. Begini saja, kita tunggu ayahnya kei sebentar lagi pulang ya nanti biar bisa lebih enak mengobrolnya hehe" tengah ibu nova


"Baiklah bu klo begitu tak masalah, selagi menunggu ayahnya kei dtg, silakan iam kamu ajak kei ngobrol berdua dulu untuk lebih saling mengenal" pinta sang mama dan diindahkan oleh kei. Mereka berdua menuju halaman belakang rumah


"Kamu pasti kaget ya dgn kedatangan kami yg terkesan mendadak?" Tanya iam memecahkan keheningan


"Silakan kei apa yg ingin kamu tanya" jawab iam


"Kenapa kakak bisa menerima permintaan dr mama? Apa kakak memang blm memiliki pasangan?" Tanya kei sedikit ragu


"Karena itu permintaan mama, aku tak bisa menolak permintaan mama. Apapun yg membuat mama bahgia akan aku lakuin, meskipun aku telah memiliki pasangan, dan mama tak setuju dengan pasanganku" jawab iam


"Kalo boleh tau kenapa kak?" Kei


"Karena mama nggak begitu menyukai wanita seperti dia, bagi mama dia wanita yg tak bisa mengurus anaknya kelak. Karena dia seorang pramugari dan tugasnya pergi terbang kemapun" jelas iam lagi

__ADS_1


"Apa kakak sdh membicarakan hal ini dengannya?" Kei


"Sudah, dia sedikit marah dan kecewa. Tapi dia bisa menerima keputusan ini. Hmm kalo aku boleh bertanya sesuatu padamu?" Jelas iam


"Aa..apa kak?" Jawab kei gugup


"Apa kamu punya pasangan?" Tanya iam to the point


"Tidak, aku tidak memiliki pasangan saat ini" tutur kei


"Lalu apa hubunganmu dgn dr. Kevin, sehingga dia memberimu cincin seperti itu?" Tanya iam sedikit menahan kekesalannya


"Oh cincin itu? Maaf jika membuatmu dan mama merasa salah paham. Cincin itu aku memesannya saat ia berada dijepang. Aku memintanya untuk membelikan cincin ini karena ini sangat lucu. Bukan dia yg membelikanku tapi aku meminta tolong dengannya untuk membelikan cincin ini" jelas kei sambil menunjukkan cincin dijari manisnya


"Oh ternyata cincin ini kamu yang meminta, kupikir dokter tersebut kekasihmu" cetus iam tanpa disaring terlebih dahulu


"Ah ayolah dia bukan kekasihku kak, kami hanya berteman saja. Aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri selama ini" jelas kei agar tak ada salah paham anatara keduanya


"Lalu apa kamu mau menerima lamaran yg diajukan oleh mamaku?" Tanya iam menegaskan


"Hm entahlah aku blm tau, krn kita memang baru ketemu dan mengobrol ya hanya sesekali saja" tukas dr. Kei


"Kalo aku boleh jujur, pertama kali bertemu dgnmu saat acara doa bersama untuk alm kakakmu itu. Bagiku kamu wanita hebat mendengar dari apa yg diceritakan mama dan uca kpdaku tentang dirimu, aku mengagumi dirimu ditambah dgn penampilanmu yg enak dipandang mata bisa dibilang masuk dlm tipeku" cerocos iam yang membuat pipi kei merona seperti udang rebus


"Kalo kei ya, bukan hal lumrah kalo banyak yg bilang kk tampan dan berwibawa krn mmg kk terlihat seperti itu. Hanya saja kei mmg tidak terlalu memfokuskan hal itu sebagai tipe utama calon suami, kei hanya memfokuskan mencari pasangan kelak yg seperti ayah dan alm mas erza. Yang selalu sabar menerima dan selalu mengajarkan untuk legowo dan ikhlas dengan apapun yg terjadi" tukas kei

__ADS_1


"Aku yakin kei, kita hanya blm saling mengenal lebih dekat satu sama lain. Aku janji, jika kamu menerima lamaran keluargaku hari ini kita akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama untuk saling mengenal. Setelahnya kamu sendiri yg akan tentukan, apakah ingin dilanjutkan atau tidak" tegas iam sekali lagi untuk meyakinkan dr. Kei


"Hm entahlah nanti coba kei pikirkan, ayo kak kita masuk sepertinya ayah sudah pulang" balas kei sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah bersama iam. (Mama benar, sepertinya kei memang berbeda darai wanita-wanita yg biasa kukenal, aku harus meyakinkan kei lagi agar mau menerima lamaran ini- batin iam)


__ADS_2