
Ditaman yg cukup sepi meningat kini sudah pukul 9 malam, kei menangis tersedu mengingat kejadian dan ucapan yg ia terima. Sendirian, gelap, dingin malam dan cuaca yg sedikit mendung karena sebentar lagi turun hujan. Tampaknya semesta pun tau bahwa kei sedang bersedih sehingga ia menjatuhkan milyaran air agar orang tak tau jika kei sedang menangis
"Mas, hujan ini menandakan bahwa mas erza ikut sedih kan dengan kenyataan pahit yg baru kei terima? Mas kenapa semua pria itu jahat? Apa kei memang tak pantas untuk bahagia? Apa kei memang diciptakan untuk disakiti lelaki? Apa kei tidak berhak untuk mencintai dan dicintai? Mas..kenapa mas erza begitu cepat meninggalkan kei, apa krn mas erza juga tak syg dgn kei? Kei butuh mas erza, kei rindu mas erza, kei tak tau harus berbuat apa mas, hati kei hancur mas. Kei tak akan bilang ke ayah dan ibu mas krn kei tau mereka akan sangat jauh lebih menderita jika tau kei diperlakukan seperti ini mas.. mas erzaa kei kangeen" teriak kei menatap langit, dan tampaknya mas erza samakin merasakan sakit yg kei derita dgn hujan yg turun lebih deras lagi disertai beberapa kali gemuruh
Setelah dirasa hatinya sedikit membaik, segala emosinya telah tertuangkan, dengan baju yang sudah cukup mengering dibadan.
kei masuk kedalam kamar hotel tmpt mereka menginap. Kei masuk kedalam kamar tersebut dan melirik jam dinding menunjukkan pukul 12 cukup lama ternyata kei berada diluar dengan kondisi hujan. Ilham yang sedari tadi menunggu kei kembali segera berlari menuju pintu setelah terdengar bunyi pintu terbuka
"Kei, kamu dari mana? Kamu lihat ini sudah jam 12 diliar sedang hujan tapi kau malah keluyuran" kata ilham dgn sedikit berteriak
"Hah? Apa urusanmu tuan ilham? Bukankah kita sudah sepakat bahwa agar tak ikut campur dalam urusan pribadi masing-masing?" Jawab kei cuek dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan ilham yg hanya tertegun berdiam diri bagai patung.
Setelah selsai membersihkan diri kei langsung menuju sofa untuk tidur ia mengambil bantal dan selimutnya
"Kei maafkan aku..aku..--" ucap ilham terpotong
"Maaf? Maaf untuk ap?kau tak salah apa-apa, hanya aku yg terlalu berlebihan. Tenanglah aku baik-baik saja. Tidurlah" jawab kei dan lgsg merebahkan tubuhnya di sofa
.
.
Pagi hari setelah kejadian pahit semalam, kei dan ilham mulai mengemas pakaian mereka dari hotel dan pulang menuju rumah mama rita terlebih dahulu. Disepanjang perjalanan tak ada sedikitpun percakapan diantara keduanya. Kei lebih memilih menikmati perjalananya dgn mendengarkan musik serta meminum susunya sedangkan ilham memfokuskan diri untuk menyetir dan sesekali melirik kei yg hanya menatap kaca disampingnya. Ketika mereka sampai dirumah, mereka disambut hangat oleh mama rita dan uca disana
"Duh anak mama, sudah pulang yaa" peluk mama rita kpd kei seakan tau bhwa kei butuh pelukan hangat dr seorang ibu saat ini
__ADS_1
"Iya maa" jawab kei dgn sedikit senyumnya
"Kak kei, are u okey?" Tanya uca yg sedikit kebingungan melihat raut muka kei sedikit pucat dan sembab
"Yaa sis, im fine. Jgn khawatir yaa" jawab kei sambil memeluk uca
"Yasudah kalian istirahat dlu dikamar ya. Uca tlg bantu kak kei bawa kopernya ya syg" perintah mama. Dan kini mereka telah sampai dikamar ilham dan uca segera meninggalkan mereka berdua dikamar
"Besok aku akan berangkat ke eropa, kamu tinggalah dlu disini setelah aku pulang kita akan pindah kerumahku nanti" kata ilham
"Aku ingin tinggal dirumahku saja, aku rindu keluargaku" ujar kei singkat
"Baiklah nanti sore akan kuantarkan kesana" ucap ilham
Mama dan uca sedang duduk santai berdua di depan tv, mereka menonton drama kesukaan mama
"Loh kak kei knp turun?" Ujar uca yg melihat kei turun
"Gpp, kak kei cm mau ngobrol sm uca dan mama aja. Kangen hehe" ucap kei menerka
"Sini nak, duduk sini" kata mama sembari menepuk kursi disebelahnya
"Gmn kak kei semalam? Kata orang-orang sakit. Apa beneran sakit kak?" Tutur uca disela-sela kebersamaan mereka
"Ucaaa, privasi ya jangan tanya-tanya hal seperti itu lagi kpd siapapun. Nanti kan kamu akan merasakannya sendiri" teriak ilham yg baru turun dari kamarnya
__ADS_1
"Nah loh dimarah kak ilham kan, uca sih nak kepo bgt nanya-nanya hahah" ledek sang mama
"Ma, besok iam berangkat ke eropa untuk 2 minggu" kata ilham lagi
"Sendiri? Kei nggak diajak nak?" Tanya mama
"Kei belum izin cuti ma, krn mmg ada beberapa operasi yg harus kei selesaikan" jawab kei cepat
" Hm baiklah, biarkan kei tinggal disini dulu hingga kamu pulang" ucap mama
"Hmm jika kei pulang kerumah ibu bagaimana ma? Kei rindu mereka" kata kei sedikit hati-hati
"Baiklah, tapi nanti pulang kesini ya nak. Kan kei jg skrg anaknya mama" ucap mama membelai rambut kei
"Iya ma, nanti pst kei akan kesini" kei
"Ohiya ma, setelah ilham pulang dr eropa. Ilham dan kei memutuskan untuk tinggal dirumah ilham ma. Kami ingin belajar mandiri" tukas ilham
"Knp terlalu terburu-buru nak? Apa nggk sebaiknya tinggal disini dl bersama mama dan uca?" Jawab mama sedikit kecewa
"Mama dan uca boleh dtg menginap kapan pun mama dan uca mau ma, kei pst akan senang jika mama dan uca dpt berkunjung kerumah kami" ucap ke
"Iya ma, lagi pula jarak antara kantor dan rs tmpt kei bekerja lebih dekat dr rumah" sambung ilham
"Hm baiklah nak, terserah kalian. Yg penting kalian bahagia mama bahagia" ucap mama menggenggam tangan kei dam ilham bersamaan
__ADS_1