
Eshaal yang mendengar kata Dhia langsung fokus menatap Dhia, Dhia merasa diperhatikan pun langsung menatap Eshaal.
"Jadi .... ," ucap Eshaal
"Jadi apaan, jangan bikin penasaran?" Dhia menatap lekat Eshaal.
"Jadi, kapan kita makan siang. Gue udah paper banget Dhi." ucap Eshaal dengan wajah memelas dan bersandar dikursi sambil memegang perutnya
Wajah Dhia langsung geram dengan tingkah laku sahabatnya itu.
"Please deh Shal gue itu lagi pusing mikirin masalah gue , lo ... " tiba tiba suara perut Eshaal terdengar keras membuat Dhia berkerut.
Dhia langsung beranjak dari kursi kerjanya menuju pintu dan berkata, "Ya udah , kita ke kantin dulu dan lo harus bantuin gue gimana caranya supaya ada cewe yang mau jadi istri bayaran gue."
"Ya, nanti gue pikirin." susul Eshaal ke arah pintu.
•Di Kantin•
Dhia dan Eshaal langsung memesan makanan. Walaupun Dhia anak pemilik kantor yang ia tempati tetap saja Dhia begitu dermawan dan rendah hati, dan juga selalu ke kantin tak pernah menyuruh OB untuk membelikannya.
Sambil menunggu makan siap, Dhia begitu memikirkan bagaimana caranya supaya Ayahnya tidak curiga. Tiba tiba Eshaal menepuk pundak Dhia dan berkata.
"Dhi dhi .. " ucap Eshaal terus menepuk tanpa melihat ke arah Dhia.
__ADS_1
Tanpa disadari Eshaal menepuk wajah tampan Dhia yang sedang bermain hp.
"Shit, Lo bisa diem ga sih, muka gue lo tepuk tepuk, emang gue bayi hah!" geram Dhia
Eshaal nyengir dan langsung berhadapan dengan Dhia dengan wajah serius.
"Lo mau kan dapet calon secepat mungkin." Ucap Eshaal sambil menggerakkan alisnya ke bawah dan ke atas.
"Ya, lo udah dapet emang heh." ucap Dhia yg terus fokus bermain hp.
"tuh sama yg di ujung sana aja Dhi." Tunjuk Eshaal dan diikuti oleh Dhia.
"Haiishhh, gila Lo masak gue sama emak emak." Dhia kesal yang selalu dikerjai oleh sahabatnya.
Dhia hanya memutar bola mata dengan malas (ngadeulekan). Pelayan datang dan langsung menyimpan makannya di meja Dhia dan Eshaal. Sambil menyantap makanan, Eshaal berfikir dan mungkin ini salah satunya.
"Dhi ... " ucap Eshaal
"Apa?" jawab Dhia
"Bagaimana minta tolong ke Syifa untuk masalah lo?" ungkap Eshaal.
"No way, gue kenal orang tuanya nanti urusannya bisa berabe. Mereka tahu kalo gue itu mantan Hilda temen Syifa apalagi mereka sekarang terjun ke dunia model. Dan Lo juga tahu kan reputasi gue ambruk gegara Hilda ngejebak gue tidur sama cewe padahal dia yang tidur sama selingkuhannya." Jelas Dhia yang sudah selesai makannya.
__ADS_1
"Iya iya gue tahu kok" jawab Eshaal yang langsung menghabiskan makanannya.
Di usia Dhiaulhaq yang sudah 29 tahun, segalanya telah ia miliki, rumah, mobil, pendidikan, dan karir yang cemerlang. Sering berpergian keluar negeri, mempunyai banyak teman, dan sangat disayang oleh ayahnya, karena Dhia anak bungsu dari 3 bersaudara. Dua saudara kandungnya yang sudah berkeluarga.
Wajahnya yang tampan seperti orang korea, tinggi tegap, dan berkulit kuning langsat itu membuat banyak yang tergila-gila padanya. Namun, tidak ada yang berani mendekatinya karena begitu arogan terhadap siapapun dan tak jauh juga banyak yang mengencarnya karena hartanya.
"Pokoknya lo harus bantuin gue, Shal, besok harus udah dapet orangnya." ucap Dhia sambil berjalan ke arah lift menuju ruangannya
"Lahh .. dimana nyarinya dalam sehari buat jadi istri bayaran, bos." Eshaal yang kesal dengan sahabatnya itu.
"Ga tahu, pokoknya lo harus dapet yang biasa biasa aja, sederhana, sopan, penurut, ga usah cakep cakep, gawat kalo gue naksir beneran." Kekeh Dhia
"Lahh itu dibawah standar lo banget, dong?" ucap Eshaal dengan alis taut, nampak memikirkan sesuatu.
"Iya sengaja, biar ga tambah ribet. Cari yang adem ayem dan ga banyak bicara."
"Hadeuhhh ... lu yang mau dikawinin gue yang ikutan pusing." gerutu Eshaal yang di tinggal duluan oleh bos nya itu.
***
Apakah Eshaal mendapatkan gadis yang disebutkan oleh bos nya itu. dan apakah Dhia akan tertarik?
Jangan lupa tinggalkan jejak kakak 😉
__ADS_1