
Eshaal begitu kaget, baru kali ini ada cewe yang menolak menikah dengan bos nya, ya walaupun itu semua salah, karna pernikahan bukan permainan yang langsung nikah terus cerai.
Eshaal langsung pamit dan memberi kesempatan Shafi untuk berfikir.
"Baiklah, saya akan memberi kesempatan untuk mba berfikir. Jika bersedia boleh datang ke kantor atau telfon saya. Kalau begitu, saya pamit." ucap Eshaal memberikan kartu namanya dan meninggalkan Shafi.
Shafi hanya diam dan melihat kartu nama tersebut, Perusahaan Swasta DHQ Grup.
**
Pagi harinya, Shafi bergegas pulang ke rumah untuk siap siap bekerja, Gabrian siap siap untuk ke sekolah, dan yang menjaga Abi nya yaitu bibi dari Shafi.
Shafi sampai di depan TK tempat ia bekerja. Memang gaji guru TK tidaklah besar tetapi membuat hatinya senang. Ia di gaji 300rb perbulan dan selalu mendapat bonus lebih sebab ia begitu membuat hati anak anak senang dan orang tua mereka pun sangat menyukai Shafiyyah dan sekarang ia harus membayar pengobatan Abi nya. Uang dari mana ia harus membayar semua itu.
Shafi mengajar sampai siang dan siangnya dilanjutkan kuliah. Shafi berjalan di koridor kampus dengan lemas sambil memikirkan semua yang menimpa dirinya, apalagi ia di berhentikan karena difitnah oleh salah satu temannya yang tak suka dengannya.
Flashback
"Apa!? ga bu, saya sama sekali tidak berbuat seperti itu." ucap Shafi tegas
"Mana mungkin, bagaimana bisa semua uang orang tua murid hilang dan uang itu ada di tas kamu Shafi." ibu kepala sekolah kesal
__ADS_1
"Demi Allah, bu, saya tidak mencuri, ada orang yang memfitnah saya. Saya mana mungkin mencuri uang apalagi itu semua bukan hak saya." jelas Shafi
"Kamu saya pecat, dan cepat bereskan barang barang mu." ibu kepala sekolah langsung meninggalkan dirinya yang tengah nangis
Disudut lain seorang wanita di atas Shafi tengah tersenyum sinis, sebab telah berhasil menjebak dan mendoktrin ibu kepala sekolahnya.
"Akhirnya kamu keluar juga Shafi, enak saja posisi jadi terhalangi olehmu." ucap wanita itu dan langsung kembali ke ruangannya.
Shafiyyah meninggalkan TK tersebut dan bergegas ke kampus, sebentar lagi mata kuliah segera dimulai.
"Ya Allah, belum masalah biaya selesai sekarang ditambah dengan masalah baru. Hamba harus mencari pekerjaan kemana, mana ada yang mau menerima saya yang lulusan SMA ini. Kuatkan sana tabahkan hamba ya Rabb." ucap Shafiyyah dan langsung menghapus air matanya.
Flashback off
"Shafi, jika tidak ingin belajar di kelas saya lebih baik keluar dari pada menganggu teman teman." ucap dosen
"i iya pak, saya minta maaf" jawab Shafi terkejut.
**
"Shaal, bagaimana? apa sudah ketemu sama orang yang mau jadi istri gue?" ucap Dhia
__ADS_1
"Udah, tapi dia nolak bro, kayaknya susah dapetin tuh cewe. Apalagi ya, tuh cewe syar'i banget Dhi." jelas Eshaal
"Masa bodo yang penting dia harus mau." ucap Dhia
"sabar Eshaal, sabar.." gerutu Eshaal
Dhia melanjutkan pekerjaannya dan sebentar lagi minggu, masih kebingungan dengan masalahnya sendiri.
.
.
.
.
.
.
*Hai hai, jangan lupa tinggalkan jejak. Maaf kalo ada typo atau pun ga nyambung hehe
__ADS_1
Terus pantauin novel ini yaaa