
Shafi hanya mengangguk dan langsung terduduk lemas di kursi yang sediakan diluar ruangan. Eshaal yang melihat Shafi pun turut iba. Tanpa aba aba Dhia langsung menjauh dari Shafi. Dhia berjalan menuju administrasi dan sambil memikirkan dengan rencananya.
Sekarang kan gue lagi nyari istri kontrak buat s bos tuh, kenapa ga manfaatin aja cewe itu ya. Batin Dhia tersenyum licik.
Eshaal melunaskan semua administrasi, mulai dari ruang inap dan operasi. Tanpa pikir panjang semua rencana Eshaal akan berhasil dan bos nya tidak lagi dijodohkan dengan Thea. Eshaal langsung menelepon Dhia, ya bos nya itu. Dhiaulhaq, sosok pria yang selalu menginginkan apa yang di mau itu harus tercapai. Eshaal langsung bergegas kembali ke ruang IGD.
Shafiyyah tetap menangis dan bingung harus bagaimana dengan biaya pengobatan. Menunggu 3 jam untuk operasi Abi nya.Tiba tiba dokter keluar.
"Bagaimana dok dengan Abi saya?" Ucap Shafi
"Alhamdulillah, operasinya lancar dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang inap" jelas dokter
"Alhamdulillah, terima kasih dok." Ucap Shafi
Dokter langsung ke dalam ruangan , Shafi begitu bahagia berita dari dokter bahwa ayahnya sudah lepas dari masa kritisnya. Dan Shafi menuju administrasi untuk menanyakan biaya yang harus ia keluarkan.Tiba di administrasi..
"Permisi mba, saya mau menanyakan biaya yang harus saya untuk operasi Abi saya." Tutur Shafi
"Ohh sebentar" tak berselang beberapa menit s mba langsung memberi kertasnya pada shafi, "ini mba semuanya sudah lunas" lanjut resepsionis
Shafi kaget dan langsung melihat kertas tersebut, sangat dan sangat terkejut semua sudah lunas dan itu semua bukan hanya 500 ribu atau 2 juta tetapi 25 juta dan siapa yang membayarnya. Shafi langsung menyerahkan kertasnya dan langsung menuju ruang inap Abi nya.
Tetapi, sebelum sampai di ruang inap Abi nya, ia penasaran dan langsung ke arah Eshaal yang sedang menelepon seseorang. Tidak berapa lama Dhia memutuskan telfon dari sana dan begitu kaget ketika Shafi sudah ada di depannya.
__ADS_1
"Mas, saya ingin bicara." Ucap Shafi
"Ohh boleh, kita duduk disana aja." Jawab Dhia datar
Mereka langsung duduk berhadapan..
"Begini, Mmmm.. apa benar mas yang membiayai semua biaya operasi dan ruang inap Abi saya?" Ucap Shafi langsung menunduk
"Ya, saya melunas semuanya." Jawab Eshaal dengan senyuman
"Saya sangat berterima kasih pada mas, insya Allah jika saya sudah ada uangnya saya akan melunaskan semuanya, mas." Jelas Shafi yang tetap menundukkan kepalanya.
Nih cewe napa nunduk terus sih, ga sopan banget. Cantik sihh, cocok mungkin ya sama s bos. Tapi, kan s bos inginnya yang biasa aja, ga apa apa lah dari pada ga nemu kan. Batin Eshaal cekikikan
"Tetapi, semua itu ada syaratnya." Lanjut Eshaal
Shafi membuat terkejut, apa mungkin syaratnya menjadi pembantu di rumahnya.
"Apa syaratnya mas, saya siap ko jadi pembantu di rumah mas." Ucap Shafi
"Bukan pembantu, tetapi menjadi istri bos saya." Eshaal langsung menatap lekat Shafi.
Jantung Shafi berdetak lebih cepat dengan apa yang dikatakan oleh Dhia.
__ADS_1
"Ma maksud mas, jadi istri bos mas? Kenapa?" Tanya Shafi dengan gugup
"Ya, bos saya sedang mencari istri tetapi kontrak dalam 1 tahun." Tutur Dhia
" A apa?!" Shafi langsung lemas, bagaimana bisa pernikahan menjadi bahan permainan seperti ini
Astaghfirullah, ya Rabb, mengapa engkau memberi cobaan seperti ini kepada ku . Batin Shafi
"Karena bos saya tidak ingin dijodohkan oleh Ayahnya dengan perempuan licik dan ganjen apalagi untuk mengambil harta miliknya." Lanjut Eshaal
"Saya tidak akan menerima tawaran anda, bagaimana pun itu." Jelas Shafi dengan tegas
Eshaal begitu kaget, baru kali ini ada cewe yang menolak menikah dengannya, ya walaupun itu semua salah, karna pernikahan bukan permainan yang langsung nikah terus cerai.
.
.
Bersambung
.
.
__ADS_1
*Jangan lupa dimasukan ke rak buku kalian dan tinggalkan jejak 😉