
*Jangan lupa sebelum baca like dulu ☺️🤭*
____________
"Gabrian.." Panggil seorang perempuan muda kepada adiknya.
"Ya, Mba.." Gabriel menjawab saat tengah bermain game di hp nya.
"Mba Shafiyyah berangkat dulu, ya, nasi goreng sama teh manisnya ada di dapur. Baju seragam kamu udah mba simpen di kasur kamu, kalo mau berangkat sekolah jangan lupa kuncinya simpen ke bibi biar Abi ga pusing nyarinya." Shafiyyah mengingatkan pada adiknya itu.
"Iya mba ku sayang" jawab Gabrian sambil mencium tangan Shafiyyah.
Shafiyyah Waffa Fariel, nama gadis muda tersebut, sama seperti adiknya Gabrian Azka Fariel. Shafiyyah berusia 22 tahun, lulusan SMA yang sebentar lagi akan mengikuti sidang di kampusnya. Sejak ibunya meninggal dunia, Shafiyyah tinggal dengan Abi dan Adiknya. Sekarang Shafiyyah bekerja di salah satu TK dekat dengan kampusnya. Shafiyyah terkenal pemalu jika bertemu dengan orang baru, ramah, dan berprestasi, apalagi dia begitu suka dengan anak kecil.
Gabriel bersiap berangkat sekolah setelah mandi dan sarapan tak lupa menitipkan kunci rumah ke bibinya. Jarak dari rumah ke sekolah tidak terlalu jauh sekitar 750m tetapi tetap saja harus menyebrang jalan raya untuk dapat sampai sekolahnya. Gabrian sangatlah mandiri walau sudah ditinggalkan oleh ibunya. Gabrian berangkat sekolah bersama temannya yaitu Husen.
"Yuk, sen, keburu telat nihh.." ajak Gabrian ke Husen.
Mereka hendak menyebrang, tiba-tiba ....
Tiinnnn... Brruukkkk...
__ADS_1
Gabrian meringis kesakitan dan memegangi sikunya. Husen yang kaget langsung membangun Gabrian dan duduk di trotoar.
Orang yang menabraknya langsung keluar dari mobil dan langsung ke arah Gabrian.
"Kamu ga apa apa dek? aduh saya minta maaf karena tadi ga fokus dan menabrak kamu." jelas pria tersebut
"Iya gapapa kok mas, cuman agak perih aja ini sikunya." ucap Gabrian
"Yaudh tunggu sebentar , saya ambil dulu P3K."
Pria tersebut langsung mengambil P3K dan mengobati siku Gabrian. Husen membantu membersihkan darah di siku Gabrian dengan air mineral dan dilanjutkan oleh pria tersebut.
"Makasih ya mas, saya udah ga apa apa kok." ucap Gabrian tersenyum.
"Kalo gitu gimana mas antar saja kalian ke sekolah apalagi ini sebentar lagi bel kan." pria tersebut sambil menaikan satu alisnya.
"Tapi .... " ucap Gabrian
"Boleh deh mas, nanti takut di hukum guru lagi, yuk rian udah ga usah malu malu gitu kamu." Sela Husen
Akhirnya Gabrian dan Husen di antar oleh pria tersebut. Di dalam mobil ...
__ADS_1
"Oh iya nama kalian siapa?" tanya pria tersebut.
"Saya Gabrian dan ini teman saya Husen, kalo mas sendiri?" ungkap Gabrian
"Saya Eshaal." jawab Dhia
Dhia yang tadi kebingungan dengan siapa ia akan menikah dan akhirnya tidak fokus terus menabrak Gabrian dan Husen.
"Ohh siap mas Eshaal, hehe." ucap Husen dan Gabrian hanya memangut mangut kepala.
Ternyata perbincangan mereka tidak sadar kalo sudah sampai di gerbang sekolah Gabrian.
"Udah, sampai." ucap Eshaal
"Alhamdulillah, makasih ya mas, jadi ngerepotin gini." ucap Gabrian
"iya, sama sama. Ya udah sana masuk keburu di tutup gerbangnya.
Gabrian dan Husen pamit dan tak lupa mencium tangan Dhia.
"Assalamualaikum, hati hati mas" Salam barengan dari Gabrian dan Husen.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, iya siap." jawab Dhia
Mobil dia langsung melesat ke arah kantornya, sebab hari ini ada meeting. Eshaal tidak menyangka masih ada anak remaja yang menghormati lebih tua darinya dan Eshaal sangat menyukai Gabrian yang sangat sopan.