Jodohku Melalui Temanku

Jodohku Melalui Temanku
episode 52


__ADS_3

Novi segera masuk kedalam ruangan nya tanpa memperdulikan laki laki itu , dia segera memakai baju kedokteran nya.


sebenarnya setelah Novi pamit untuk pulang Sinta dan Wildan mulai mengobrol.


"Kak gimana kakak bisa kenal sama nona Novi? " tanya Sinta heran


"Dia itu temen waktu kakak masih sekolah dulu " ucap Wildan


"Oh " ucap Sinta


"Terus kenapa kamu bisa kenal Ama Novi? dan kenapa kamu memanggil nama nya dengan sebutan nona? " tanya Wildan


"oh itu jadi bos aku itu temen nya nona Novi , kakak tau gak? bos aku itu Ama nona Novi udah kaya sepasang kekasih " ucap Sinta


"Hmmm , kenapa kamu kerja di perusahaan seseorang? padahal kamu bisa kerja di salah satu perusahaan milik keluarga kita " ucap Wildan angkuh


"Ihhh kakak sifat nya gak berubah dari dulu tetap saja angkuh dan sombong , aku cuman mau cari pengalaman saja dan lagipula disana aku banyak teman nya dan salah satu nya teman nya nona Novi " ucap Sinta


"Banyak banget teman nya " gruntu Wildan


"Teman nona Novi banyak banget mungkin gak kehitung , tapi yang tidak menyukai nya di kantor juga banyak karena nona selalu membuat karyawan iri " jelas Sinta


"Berarti kamu iri juga dong " goda Wildan


"Aku gak suka sama bos nya tapi aku suka sama asisten nya " ucap Sinta pelan


"Kamu tadi ngomong apa?! " ucap Wildan ngegas


"Ehhh enggak kak " ucap Sinta gugup. tiba tiba.


Tokkk


Tokkk


Tokkk


"Assalamualaikum " ucap Novi membuka pintu lalu masuk


"Waalaikumsalam " ucap nya serempak


"Ehh nona mau priksa silahkan nona " ucap Sinta mempersilahkan Novi


"Ehh kamu santai saja sama saya tidak usah memanggil nona nona seperti itu. nama saya bukan nona " ucap Novi


"Iya nona , ehh maksudnya Novi " ucap Sinta


"Nih buat kamu makan siang , kamu pasti belum makan kan " ucap Novi


"Iya nona ehh Novi " ucap Sinta


"Kamu cuman bawain buat Sinta? " tanya Wildan


"Iya emang kenapa? " ucap Novi


"Aku juga lapar nov " ucap Wildan memelas. Novi memencet tombol yang ada di dekat ranjang Wildan tak lama perawat membawakan makanan.



"Nih makanan nya udah datang buruan di makan " ucap Novi


"Suapin " ucap manja Wildan . Novi langsung menoleh kearah Sinta yang makan di sofa , Sinta yang mendapat tatapan dari Novi langsung terbatuk batuk.


"Kak apa apaan sih pake disuapin segala makan sendiri kan bisa " ucap sinta


"Kamu anak kecil diam " bentak Wildan. Novi yang paling tidak suka melihat pria membentak perempuan langsung berucap


"Gak usah pake ngebentak segala kesian tuh adek Luh ****!! " marah Novi


"Lagian Luh tinggal siapin aja repot banget" ngegas Wildan


"Luh itu pasien disini gak seharusnya elu begini kegw! gw itu dokter disini ngerti gak luh! " ucap Novi marah


"Luh mau duit gw bayar " ucap Wildan sombong. spontan tangan Novi menampar nya dengan sangat keras.


Plakkk


"Tampar gw lagi , kalau akhirnya Luh bisa siapin gw " ucap Wildan


"Cukup!! lohh itu cowok bren*sek yang gw temuin dan mulai sekarang gw gak mau urus elu lagi gw udah capek Luh Minta tolong aja sama dokter yang lain " marah Novi sambil menangis dan hendak pergi tapi ditahan

__ADS_1


"Oke gw makan sendiri , asal Luh selalu ada di dekat gw , gw lakuin itu " ucap Wildan nyerah


"Ya udah makan gw mau duduk di sofa sama Sinta " ucap Novi melepaskan tangan nya.


Sinta sebenarnya ingin membantu kakak nya yang tadi kena tampar oleh Novi , tapi itu juga bukan sepenuhnya salah Novi akhirnya dia lebih memilih untuk diam. dan dia juga tidak pernah menyangka bahwa kakak nya bisa sesombong itu.


"Sinta kamu sedang pikirkan siapa? " tanya Novi melihat Sinta bengong


"Ehh enggak nona , sebaiknya saya balik ke perusahaan yah " pamit Sinta


"Oh ya udah " ucap Novi


"Assalamualaikum nona " ucap Sinta


"Waalaikumsalam " ucap Novi sembari mengantarkan Sinta ke depan pintu.


~Diperusahaan~


Arman menyuruh Vita keruangan nya , dan tentu dia harus melewati ruangan Gaby. Gaby menatap Vita dengan sinis , Vita jalan dengan sangat cuek di benak nya.


Ngapain takut sesama manusia , kita sama sama Manusia yang beda hanya jabatan nya saja batin Vita.


Tokkk


Tokkk


Tokkk


"Masuk " sahut Arman


"Permisi pak " ucap Vita


"Kamu sini " suruh Arman


"Iyah pak kenapa bapak manggil saya? " tanya Vita


"Tadi saya dengar kamu berkelahi dengan sekertaris saya yah " ucap Arman dingin


"Saya tidak berkelahi , saya cuman ngasih dia sedikit pelajaran agar dia bisa minta maaf dengan seseorang " ucap Vita


"Tapi memang cara nya harus berkelahi " ucap Arman


"Sudahlah lupakan , ada hal penting yang mau saya bicarakan " ucap Arman


"Hal penting apa pak? " tanya Vita


"Kamu Minggu ada acara tidak? " tanya Arman


"Tidak pak emang kenapa? " tanya Vita


"Apakah kamu tidak mau memperkenalkan saya kepada calon mertua saya " ucap Arman


"Mak-sud bapak apa " ucap Vita gugup


"Apa kamu lupa bahwa saya akan menikahi kamu " ucap Arman


"A-apa bapak serius menikahi saya " ucap Vita


"Iya saya serius apa kamu lihat saya bercanda" ucap arman


"Ya sudah kalau tidak ada hal yang di bicarakan lagi kamu boleh keluar " ucap arman


"Saya permisi pak " ucap Vita.


~Dirumahsakit ~


Wildan dari tadi ngoceh , dan Novi yang sedang asik memainkan posel nya merasa keganggu.


"Luh bisa diam gak sih , ngoceh mulu dari tadi mau tuh mulut gw simpel pake bantal " ucap Novi kesal


"Ihh Luh kalau marah imut banget deh " ucap Wildan


"Bac*t Luh , gw mau ketemu Ama dokter yang meriksa elu dulu kapan Luh bisa pulang biar gak ngerepotin " ucap Novi langsung kabur


Novi berbincang bincang dengan dokter yang memeriksa Wildan , dan kata dokternya hari ini boleh pulang. Novi yang mendapat kabar bahwa Wildan akan pulang langsung senang sehingga dia tak memperhatikan jalan , sampai dia menabrak seseorang.


Brukkk


Virman yang sedang berbicara dengan seorang perawat langsung menoleh kebelakang karena punggung nya di tambrak seseorang. Dia melihat seorang wanita yang jatuh di lantai.

__ADS_1


"Kamu gak apa apa? " tanya virman


"Ehh enggak apa apa " ucap Novi berdiri sambil merapihkan baju nya


"Kamu dokter baru kan? " tanya Novi


"Iya kenalkan saya virman dokter bedah " ucap virman mengulurkan tangannya nya.


"Iya saya Novi dokter anak/umum " ucap Novi sambil tersenyum


"Hmmm , ya udah dok saya masih ada pasien saya permisi dulu yah assalamualaikum " ucap Novi pergi


"Waalaikumsalam " ucap virman


Novi berada di lift dan tiba tiba telfo. nya berdering.


"Ya halo assalamualaikum lah ada apa? " tanya Novi


"Waalaikumsalam kamu bisa main kerumah gak? " tanya papah Novi


"Iya pah nanti Novi main kerumah , setelah pulang dari rumah sakit " ucap Novi


"Papah tunggu yah , kalau begitu papah tutup telfon nya assalamualaikum " ucap papah


"Waalaikumsalam " ucap Novi.


~Dikamar wildan~


Setelah Novi keluar Wildan mendapatkan telfon dari papah nya.


"Iya pah assalamualaikum " ucap Wildan


"Waalaikumsalam Memang benar kamu di rawat " ucap papah Wildan panik


"Iya pah Wildan gak apa apa kok pah , tapi Wildan lumpuh untuk sementara " ucap Wildan sedih


"Kamu bilang apa nak? lumpuh? jangan bercanda kamu " ucap papah Wildan


"Aku gak bercanda pah " ucap Wildan sedih


"Baiklah papah akan jodohkan kamu sama teman papah " ucap papah Wildan


"Apaan sih pah kok main jodoh jodohin " ucap Wildan merasa tidak terima


"Kamu ini gimana , pokok nya papah tetap jodohin kamu sama anak teman papah dia anak nya baik cantik dan juga seorang dokter pasti kamu bakalan cepat pulih jika dirawat sama dia " ucap papah Wildan


"Pokoknya kamu harus terima jangan kamu malu maluin keluarga yah , kamu akan bertunangan lusa " ucap papah Wildan


"Apa!! lusa papah tidak salah Wildan tidak mau " bantah Wildan


"Papah gak suka di bantah pokoknya kamu tunangan lusa " ucap papah Wildan


"Pah!! haloo " ucap Wildan ternyata sudah dimatikan oleh papah nya.


Pah , oke Wildan mau tunangan asal jangan lusa biar Wildan yang tentuin tanggal tunangan nya yah ~ketik Wildan


Tidak semua sudah papah atur , kamu tinggal menyetujui nya saja ~balas papah Wildan


Ya udah lah seterah papah , memang aku ini hanya boneka buat papah ~balas Wildan


Novi masuk tanpa salam , dengan senyum yang terus mengembang karena dia akan terbebas dari pasien yang satu ini.


"Yoo Luh udah boleh pulang hari ini " ucap Novi


"Luh anterin gw balik ke apartemen yah " ucap Wildan


"Sipp gw anterin elu , kalau bisa sampai liang lahat " ucap Novi


author:Novi kamu ini berdosa banget itu Wildan masih hidup kamu mau masukin ke liang lahat


Novi:Lahkan author yang nulis saya mah cuman peran


author:Tapi kamu senang kan?


Novi:senang banget author makasih yah ,sering sering bikin aku seneng yah Thor


author: tergantung moodlah kalau banyak yang like sama vote nya 😌


Bersambung...

__ADS_1


Guys ayoo vote dan like semua karya saya , dan mohon selalu dukungan nya , makasih buat yang udah vote dan likeπŸ™πŸ‘


__ADS_2