
Novi segera masuk kedalam ruangan nya tanpa memperdulikan laki laki itu , dia segera memakai baju kedokteran nya.
sebenarnya setelah Novi pamit untuk pulang Sinta dan Wildan mulai mengobrol.
"Kak gimana kakak bisa kenal sama nona Novi? " tanya Sinta heran
"Dia itu temen waktu kakak masih sekolah dulu " ucap Wildan
"Oh " ucap Sinta
"Terus kenapa kamu bisa kenal Ama Novi? dan kenapa kamu memanggil nama nya dengan sebutan nona? " tanya Wildan
"oh itu jadi bos aku itu temen nya nona Novi , kakak tau gak? bos aku itu Ama nona Novi udah kaya sepasang kekasih " ucap Sinta
"Hmmm , kenapa kamu kerja di perusahaan seseorang? padahal kamu bisa kerja di salah satu perusahaan milik keluarga kita " ucap Wildan angkuh
"Ihhh kakak sifat nya gak berubah dari dulu tetap saja angkuh dan sombong , aku cuman mau cari pengalaman saja dan lagipula disana aku banyak teman nya dan salah satu nya teman nya nona Novi " ucap Sinta
"Banyak banget teman nya " gruntu Wildan
"Teman nona Novi banyak banget mungkin gak kehitung , tapi yang tidak menyukai nya di kantor juga banyak karena nona selalu membuat karyawan iri " jelas Sinta
"Berarti kamu iri juga dong " goda Wildan
"Aku gak suka sama bos nya tapi aku suka sama asisten nya " ucap Sinta pelan
"Kamu tadi ngomong apa?! " ucap Wildan ngegas
"Ehhh enggak kak " ucap Sinta gugup. tiba tiba.
Tokkk
Tokkk
Tokkk
"Assalamualaikum " ucap Novi membuka pintu lalu masuk
"Waalaikumsalam " ucap nya serempak
"Ehh nona mau priksa silahkan nona " ucap Sinta mempersilahkan Novi
"Ehh kamu santai saja sama saya tidak usah memanggil nona nona seperti itu. nama saya bukan nona " ucap Novi
"Iya nona , ehh maksudnya Novi " ucap Sinta
"Nih buat kamu makan siang , kamu pasti belum makan kan " ucap Novi
"Iya nona ehh Novi " ucap Sinta
"Kamu cuman bawain buat Sinta? " tanya Wildan
"Iya emang kenapa? " ucap Novi
"Aku juga lapar nov " ucap Wildan memelas. Novi memencet tombol yang ada di dekat ranjang Wildan tak lama perawat membawakan makanan.
"Nih makanan nya udah datang buruan di makan " ucap Novi
"Suapin " ucap manja Wildan . Novi langsung menoleh kearah Sinta yang makan di sofa , Sinta yang mendapat tatapan dari Novi langsung terbatuk batuk.
"Kak apa apaan sih pake disuapin segala makan sendiri kan bisa " ucap sinta
"Kamu anak kecil diam " bentak Wildan. Novi yang paling tidak suka melihat pria membentak perempuan langsung berucap
"Gak usah pake ngebentak segala kesian tuh adek Luh ****!! " marah Novi
"Lagian Luh tinggal siapin aja repot banget" ngegas Wildan
"Luh itu pasien disini gak seharusnya elu begini kegw! gw itu dokter disini ngerti gak luh! " ucap Novi marah
"Luh mau duit gw bayar " ucap Wildan sombong. spontan tangan Novi menampar nya dengan sangat keras.
Plakkk
"Tampar gw lagi , kalau akhirnya Luh bisa siapin gw " ucap Wildan
"Cukup!! lohh itu cowok bren*sek yang gw temuin dan mulai sekarang gw gak mau urus elu lagi gw udah capek Luh Minta tolong aja sama dokter yang lain " marah Novi sambil menangis dan hendak pergi tapi ditahan
__ADS_1
"Oke gw makan sendiri , asal Luh selalu ada di dekat gw , gw lakuin itu " ucap Wildan nyerah
"Ya udah makan gw mau duduk di sofa sama Sinta " ucap Novi melepaskan tangan nya.
Sinta sebenarnya ingin membantu kakak nya yang tadi kena tampar oleh Novi , tapi itu juga bukan sepenuhnya salah Novi akhirnya dia lebih memilih untuk diam. dan dia juga tidak pernah menyangka bahwa kakak nya bisa sesombong itu.
"Sinta kamu sedang pikirkan siapa? " tanya Novi melihat Sinta bengong
"Ehh enggak nona , sebaiknya saya balik ke perusahaan yah " pamit Sinta
"Oh ya udah " ucap Novi
"Assalamualaikum nona " ucap Sinta
"Waalaikumsalam " ucap Novi sembari mengantarkan Sinta ke depan pintu.
~Diperusahaan~
Arman menyuruh Vita keruangan nya , dan tentu dia harus melewati ruangan Gaby. Gaby menatap Vita dengan sinis , Vita jalan dengan sangat cuek di benak nya.
Ngapain takut sesama manusia , kita sama sama Manusia yang beda hanya jabatan nya saja batin Vita.
Tokkk
Tokkk
Tokkk
"Masuk " sahut Arman
"Permisi pak " ucap Vita
"Kamu sini " suruh Arman
"Iyah pak kenapa bapak manggil saya? " tanya Vita
"Tadi saya dengar kamu berkelahi dengan sekertaris saya yah " ucap Arman dingin
"Saya tidak berkelahi , saya cuman ngasih dia sedikit pelajaran agar dia bisa minta maaf dengan seseorang " ucap Vita
"Tapi memang cara nya harus berkelahi " ucap Arman
"Sudahlah lupakan , ada hal penting yang mau saya bicarakan " ucap Arman
"Hal penting apa pak? " tanya Vita
"Kamu Minggu ada acara tidak? " tanya Arman
"Tidak pak emang kenapa? " tanya Vita
"Apakah kamu tidak mau memperkenalkan saya kepada calon mertua saya " ucap Arman
"Mak-sud bapak apa " ucap Vita gugup
"Apa kamu lupa bahwa saya akan menikahi kamu " ucap Arman
"A-apa bapak serius menikahi saya " ucap Vita
"Iya saya serius apa kamu lihat saya bercanda" ucap arman
"Ya sudah kalau tidak ada hal yang di bicarakan lagi kamu boleh keluar " ucap arman
"Saya permisi pak " ucap Vita.
~Dirumahsakit ~
Wildan dari tadi ngoceh , dan Novi yang sedang asik memainkan posel nya merasa keganggu.
"Luh bisa diam gak sih , ngoceh mulu dari tadi mau tuh mulut gw simpel pake bantal " ucap Novi kesal
"Ihh Luh kalau marah imut banget deh " ucap Wildan
"Bac*t Luh , gw mau ketemu Ama dokter yang meriksa elu dulu kapan Luh bisa pulang biar gak ngerepotin " ucap Novi langsung kabur
Novi berbincang bincang dengan dokter yang memeriksa Wildan , dan kata dokternya hari ini boleh pulang. Novi yang mendapat kabar bahwa Wildan akan pulang langsung senang sehingga dia tak memperhatikan jalan , sampai dia menabrak seseorang.
Brukkk
Virman yang sedang berbicara dengan seorang perawat langsung menoleh kebelakang karena punggung nya di tambrak seseorang. Dia melihat seorang wanita yang jatuh di lantai.
__ADS_1
"Kamu gak apa apa? " tanya virman
"Ehh enggak apa apa " ucap Novi berdiri sambil merapihkan baju nya
"Kamu dokter baru kan? " tanya Novi
"Iya kenalkan saya virman dokter bedah " ucap virman mengulurkan tangannya nya.
"Iya saya Novi dokter anak/umum " ucap Novi sambil tersenyum
"Hmmm , ya udah dok saya masih ada pasien saya permisi dulu yah assalamualaikum " ucap Novi pergi
"Waalaikumsalam " ucap virman
Novi berada di lift dan tiba tiba telfo. nya berdering.
"Ya halo assalamualaikum lah ada apa? " tanya Novi
"Waalaikumsalam kamu bisa main kerumah gak? " tanya papah Novi
"Iya pah nanti Novi main kerumah , setelah pulang dari rumah sakit " ucap Novi
"Papah tunggu yah , kalau begitu papah tutup telfon nya assalamualaikum " ucap papah
"Waalaikumsalam " ucap Novi.
~Dikamar wildan~
Setelah Novi keluar Wildan mendapatkan telfon dari papah nya.
"Iya pah assalamualaikum " ucap Wildan
"Waalaikumsalam Memang benar kamu di rawat " ucap papah Wildan panik
"Iya pah Wildan gak apa apa kok pah , tapi Wildan lumpuh untuk sementara " ucap Wildan sedih
"Kamu bilang apa nak? lumpuh? jangan bercanda kamu " ucap papah Wildan
"Aku gak bercanda pah " ucap Wildan sedih
"Baiklah papah akan jodohkan kamu sama teman papah " ucap papah Wildan
"Apaan sih pah kok main jodoh jodohin " ucap Wildan merasa tidak terima
"Kamu ini gimana , pokok nya papah tetap jodohin kamu sama anak teman papah dia anak nya baik cantik dan juga seorang dokter pasti kamu bakalan cepat pulih jika dirawat sama dia " ucap papah Wildan
"Pokoknya kamu harus terima jangan kamu malu maluin keluarga yah , kamu akan bertunangan lusa " ucap papah Wildan
"Apa!! lusa papah tidak salah Wildan tidak mau " bantah Wildan
"Papah gak suka di bantah pokoknya kamu tunangan lusa " ucap papah Wildan
"Pah!! haloo " ucap Wildan ternyata sudah dimatikan oleh papah nya.
Pah , oke Wildan mau tunangan asal jangan lusa biar Wildan yang tentuin tanggal tunangan nya yah ~ketik Wildan
Tidak semua sudah papah atur , kamu tinggal menyetujui nya saja ~balas papah Wildan
Ya udah lah seterah papah , memang aku ini hanya boneka buat papah ~balas Wildan
Novi masuk tanpa salam , dengan senyum yang terus mengembang karena dia akan terbebas dari pasien yang satu ini.
"Yoo Luh udah boleh pulang hari ini " ucap Novi
"Luh anterin gw balik ke apartemen yah " ucap Wildan
"Sipp gw anterin elu , kalau bisa sampai liang lahat " ucap Novi
author:Novi kamu ini berdosa banget itu Wildan masih hidup kamu mau masukin ke liang lahat
Novi:Lahkan author yang nulis saya mah cuman peran
author:Tapi kamu senang kan?
Novi:senang banget author makasih yah ,sering sering bikin aku seneng yah Thor
author: tergantung moodlah kalau banyak yang like sama vote nya π
Bersambung...
__ADS_1
Guys ayoo vote dan like semua karya saya , dan mohon selalu dukungan nya , makasih buat yang udah vote dan likeππ