Journey Of Love

Journey Of Love
Episode special 8


__ADS_3

Apa yang telah terjadi waktu itu tidak akan pernah di lupakan. Dari bagaimana dia meninggal dan beberapa masalah terjadi secara berturut turut, hingga bagaimana pengorbanan semua orang waktu itu.


Tidak pernah disangka, Waktu kecelakaan itu terjadi, semua menggila karenanya, apalagi kecelakaan itu terjadi saat mereka ingin bertemu. Dan itu menambah rasa salah di antara Mereka . Tapi mereka sadar, ternyata, tidak ada yang lebih Indah dari saling memaafkan dan mengikhlaskan. Semua luka luka itu kini meredam, mulai pulih, dan berbuah menjadi benih-benih cinta dalam satu keluarga, karena dia meninggalkan satu bibit dan kini dia bersama mereka. (Eun Jinn)


Setelah puas bermain main di taman hiburan seharian, malam ini, mereka akan tidur bersama di rumah Gi Yeong. semua tengah berkumpul dalam ruang keluarga, mereka bercanda, menonton televisi dan menikmati hidangan-hidangan sedap yang telah disiapkan sejak sore tadi.


Anak anak begitu gembira dilihatnya, tidak puas bermain di taman hiburan, mereka juga bermain di sana, bermain kejar kejaran hingga semua barang berjatuhan dan berantakan.


Mereka bahagia, sangat bahagia. Terlebih saat melihat Eun Jinn tengah tertawa bersama Yoe Jung, Yee Jung dan juga Fei Chan yang kini ada di pangkuan Aera. Terlihat indah sekali.


"Em, terimakasih untuk semuanya. Aku bahagia sekali hari ini," ucap Gi Yeong mengalihkan perhatian Mereka semua.


Aera yang tadinya sibuk dengan Fei Chan , kini berdiri mendekati Gi Yeong, "kami semua sangat bahagia di sini, terutama aku. Setelah kejadian waktu itu, aku menjadi shook berat ang sangat lama.Terimakasih buat kehadiran kalian, mungkin aku tidak bisa melewati,masa Depresi itu jika tidak ada kalian."


Semua tersenyum dan memeluk Aera, "tentu saja. Kau tidak perlu khawatir tentang itu, kami semua ada untuk kamu, dan kalian juga ada untukku." Gi Yeong tersenyum, kemudian mereka melanjutkan permainan mereka


"Kalau begitu mari kita bermain lagi," susul Dhimas setelahnya.


"Baiklah, bagaimana kalau kita berdua bermain adu panco, aku ingin lihat bagaimana otot atlet sang juara basket," sahut Dae Jung membuat mereka semua terkejut.


"Ah, lebih baik jangan, bagaimana kalau bermain yang lain. " Dhimas


Dae Jung tersenyum, " apa kau takut tuan basket."


Lalu mereka semua tertawa.


"Tidak aku tidak takut, aku hanya....!" Dhimas.


"Hanya apa? jangan mengelak, oh ayolah!" sahut Dae Jung memojok Dhimas.


Dhimas beranjak bangun dan menghampirinya, "Baik mari kita beradu otot," ajaknya fengan penuh percaya diri.


Dae Jung berdiri dan meregangkan otot tangannya, " Baiklah karena sang atlet sudah, bersedia tidak baik kalau menolak , iya kan," Dae Jung lalu tertawa


"Hei kalian, tunggu!" ucap Aera menghentikannya.


Dhimas mendekat, " Tenang saja aku tidak akan kalah," ucapnya percaya diri .


Aera membalas , "aku tahu, aku percaya kok kalau kamu pasti akan.........," berhenti sejenak


" Kamu akan.... Kalah" lanjut Aera membuat Dhimas terkejut dan lesu. Awra yang melihat ekspresi Dhimas Tak sanggup menahan tawanya. Demikian juga yang lainnya.


"Heeii... Dasar kamu, bukankah seharusnya kamu menyemangatiku !!!" rengek Dhimas


"Kenapa? Kau harus tau, Dhimas. Aera hanya menggodamu, hahaha" Ucap Gi Yeong yang tak bisa menahan tawanya


"Gi Yeong , jangan membuatku malu!" sahut Dhimas tak terima.


Mereka semua tertawa.


"Baiklah, baiklah, mari kita nulai permainannya...," Ucap Dhimas mengalihkan pembicaraan.


Sepeninggal itu, Aera menghampiri Dhimas. Tangannya menepuk pelan pundaknya, " Semangat ya, semoga kamu yang menang ."


Dhimas tersenyum padanya.


"Baiklah, mari kita mulai...." Dan Dae Jung, langsung bergegas mengambil peralatan yang akan mereka mainkan.


"Dae Jungnim ?" panggil Gi Yeong lembut.


Dae Jung menatapnya, "iya, Gi Yeong ?"


" Hwaiting " Gi Yeong


Mendadak, Jantung Dae Jung berdegup kencang karena kata, yang di ucapkan Gi Yeong .


"Terimakasih, Gi Yeong ," ucapnya turut membuat Gi Yeong tersipu malu


Dhimas menangkap wajah Aera dengan lembut, " Sayang lihatlah kelakuan mereka, semoga kamu tidak mual."


Aera terkejut mendengar itu.


"Hei, apa kau iri, lihatlah kau sendiri juga sama" sahut Dae Jung jengkel


"Oh ayolah, cepat mulai. Lihatlah para anak anak sudah tidur, aku mau memindahkan mereka ke tempat tidur dulu ." Sahut Gi Yeong melerai keduanya


" Biar ku bantu, " Aera


" Baiklah, dan kalian berdua selesaikan sendiri urusan kalian aku mau tidur bersama anak anak, dan kau Dae Jung!!! malam ini tidur di sofa. Dadah " Gi Yeong pergi sambil tersenyum puas


"Hei, Gi Yeong . Jangan seperti itu!!!" rengek Dae Jung manja


Dhimas yang mendengar itu tak sanggup mnahan tawanya,


"Eeeghhhm...!!" dehem Aera membuat Dhimas terkesiap. " Dhimas, malam ini kau juga tidur di sofa menemani Dae Jung


Dhimas tergelak, "Apa!! Aera jangan begitu, apa kau tega denganku. Jangan begitu "


Dae Jung tertawa puas karena Dhimas juga akan tidur di sofa


Dhimas menghela nafasnya, "Jangan tertawa, nasibmu juga sama sepertiku."


Dae Jung berhenti tertawa, mereka kemudian menghela nafas bersama pasrah dengan keadaan mereka.


Malam itu mereka tidak jadi bermain adu panco. Mereka berdua tidur berpelukan karena kedinginan.


Cklak~


Suara pintu terbuka, Gi Yeong dan Aera keluar dari kamar membawa selimut dan bantal.


Mereka terkikik bersama melihat, suami mereka. Selimut yang ada di tangan mereka, mereka pakai untuk menyelimuti keduanya.


Hari kini telah berganti


Setelah berpuas bermain semalam, ruang keluarga, menjadi begitu berantakan. Aera dan Gi Yeong membereskan kekacauan itu. Dae Jung yang saat itu tertidur, terbangun karena berisiknya mereka berdua saat bersih bersih. Dan pada akhirnya Dae Jung ikut membersihkan, tentu saja Dhimas juga ikut membantu, meski saat itu sudah hampir selesai. Dan semoga ada waktu lagi untuk mereka kembali berkumpul lagi, di sana.


Matahari sudah naik di atas kepala. Aera dan keluarganya sudah akan pulang.


"Ah, baiklah aku akan pulang... Bagaimana? apa kalian sangat senang malam ini" Aera

__ADS_1


Gi Yeong tersenyum mendengar Aera.


" Lain kali mampirlah lagi"


"kalau tidak mau, bagaimana!" jawab Aera manja.


"Lalu bagaimana? Apa aku harus menculikmu " Gi Yeong tertawa


Aera ikut tertawa


" Hei, apa yang kalian berdua bicarakan. Apa kalian membicarakanku" Dhimas


" Siapa yang sedang membicarakanmu??,Baiklah, Gi Yeong kami pergi dulu. Aku sudah menghubungi supirku tadi jadi, kau tidak perlu mengantarku "


"Heii, Tunggu sebentar! ini untuk kalian! Ini adalah gelang yang di berikan oleh kakak Eun Ha, dan Gi Yeong ibu nanti akan kesini "


" Apa kau serius ibu akan pergi kemari " Gi Yeong terkejut


" Hahaha tidak aku hanya menggodamu " Dae Jung tertawa


"Dae Jung , kau ini menyebalkan sekali!!!"


Dae Jung tertawa. Sungguh, suatu kebahagiaan tersendiri saat mampu menggoda Gi Yeong seperti ini.


"Kenapa kamu tertawa?"


Dae Jung menghela nafas, "Tidak apa apa, aku hanya merasa kamu itu lucu sekali "


Gi Yeong mengangguk " Ya ya.. terserah "


" Hei kalian, kami akan pergi sekarang, Sudah hampir sore juga, terimakasih untuk tadi malam dan juga gelangnya kami pergi dulu pay pay !! " Dhimas


" Ya baiklah, sampai jumpa hati hati di jalan" Gi Yeong


Ketika Gi Yeong melambaukan tangan dengan sengaja Dae Jung menyelipkan jarinya dan menggelitiki Gi Yeong .


" Dae Jung !!! " Gi Yeong berteriak dan mendengus kesal


Dae Jung mulai tersenyum jahil.


"Sungguh, istriku ini lucu sekali." Katanya


" Dae Jung !!!!!" Teriak Gi Yeong terkejut saat tiba-tiba Dae Jung menggendongnya dan membawanya keatas menuju kamar mereka.


"Dae Jung , kamu huh dasar, cepat turunkan aku!!!" Kesal


Dae Jung tersenyum menatapnya, "yaaa... Kenapa? menurunkanmu? kalau aku tidak mau bagaimana?"


Gi Yeong tergelak, "Apa dasar kau ini" (mencubit)


Dae Jung tercengang, " aw kamuuuuuuu, sudah berani ya" Dae Jung kemudian menurunkan Gi Yeong di kasur, kemudian menciumnya dan kabur


Dae Jung tertawa seraya terus berlarian kesana kemari


Ckleeek


pintu kamar mrereka terbuka, terlihat para kucing kecilnya terlihat kelaparan


Mereka akhirnya berhenti untuk bermain main.


Gi Yeong duduk dan membelai lembut rambut anak anaknya " ayo kebawah, Mama akan buatkan nasi goreng untuk kalian.."


" Emm baik " Ucapnya bersamaan


Mereka semua pergi ke dapur untuk makan.


Ketika Gi Yeong memegang panci untuk menggoreng tiba tiba Dae Jung menghentikan Gi Yeong.


" Tunggu, biar aku saja. Kamu yang harusnya istirahat," ucapn Dae Jung menangkap tangan Gi Yeong , " Kamu pasti masih capek karena tadi malam," lanjutnya


Dae Jung tersenyum, "biarlah, ini bukti bahwa aku mencintaimu."


" Jhhh dasar gombal, ya udah nih. Awas aja kalau nggak enak. " Gi Yeong tersenyum kemudian bergerak duduk dan menyandarkan punggungnya di kursi


"Appa~" panggilnya lembut.


"Hum? kenapa"


" tidak pa pa"


Semua menahan senyum dan saling memberikan tos bersamaan


Dae Jung mengernyit mendengar mereka tertawa, " Apa kalian mengerjaiku? " Dae Jung tersenyum


" Tidak Kami hanya di suruh mama." Yee Jung tertawa, dan Gi Yeong menjadi salah tingkah karena anaknya.


" hhh dasar kalian ini, lihat nasi gorengnya sudah jadi " Dae Jung


" Hmmm baunya harum~ " Yeo Jung menghirup aroma nasi gireng yang fi buat Dae Jung


" Iya harum sekali aromanya, Waw enak bahkan lebih enak di banding masakan mama " Yee Jung menyindir


" Apa kau bilang Yee Jung ??" Yee Jung terdiam


" Tapi masakan mama tidak kalah kok dengan Papa, masih enakan punya mama " Eun Jinn membela


" Aaaaa, Eun Jinn memang anak mama, Chu~" Gi Yeong mencium Eun Jinn


Dae Jung tersenyum, " Baiklah cepatlah makan, kemudian kembalilah kekamar kalian untuk belajar atau bermain " Dae Jung mengelus kepala ketiga anaknya.


" Eumm baik~ "


Selesai makan, Anak anak benar benar langsung menuju ke kamar. Dan Kini waktu menunjukkan pukul sembilan, dan Gi Yeong mulai mengantuk.


" Dae Jung… Aku mau istirahat aku ngantuk sekali, aku ke kamar dulu ya " Ucap Gi Yeong tak bertenaga


Gi Yeong menghentikan Gi Yeong dengan memegang tangannya, kemudian menatap lekat-lekat matanya, " Aku akan mengantarmu"


" Hah? Apaansih, cuma ke kamar aja dianterin segala, udah deh aku ngantuk Pergi kamar dulu ya "

__ADS_1


" Aku juga ngantuk mau tidur juga, ayo!! "


Gi Yeong hanya meng-oh kannya


Kemudian mereka berbaring bersama, tapi belum ada fi antara mereka yang sudah tertidur. Keheningan menyelimuti mereka, sampai kemudian


" Dae Jung, kau belum tidur kan, apa kau tahu Aku bahagia sekali. Kini aku percaya, bahwa kekuatan cinta itu ada. Dulu, sangat mustahil bagiku untuk mencintaimu. Tapi, dengan berjalannya waktu, aku mencintaimu. Seandainya Dia masih hidup, mungkin dia juga akan bahagia sepertiku, menikmati bagaimana rasanya berkeluarga " Gi Yeong meneteskan matanya


Dae Jung berbalik, kemudian menghapus air matanya, "istirahatlah, Sayang.... jangan mengingat hak itu terus " Dae Jung mencium Gi Yeong untuk menenangkannya


Gi Yeong mengaguk dan kembali merebahkan tubuhnya, dan mencoba untuk tidur. Dae Jung kemudian mengusap lembut rambut juga wajah Gi Yeong itu.


Krmudian mendekatkan wajahnya tepat pada telinganya, dan berkata "aku di sini, aku berjanji akan menjagamu dan selalu bersamamu tidak akan meninggalkanmu. Tidurlah aku mencintaimu," bisik Dae Jung memeluk erat tubuh Gi Yeong.


Gi Yeong hanya tersenyum, Dae Jung menepuk pelan jidat Gi Yeong , " Cepat tidur, jangan menghayal yang tidak tidak"


Mereka berdua kemudian tertidur dengan saling berpelukan, dan saling memberikan kehangatan. Sungguh hangat malam itu .


Pagi harinya


Dae Jung mencoba membangunkan Gi Yeong, Karena tidak bangun bangun. Dae Jung menggendong Gi Yeong kemudian menurunkan Gi Yeong di sofa kamarnya, " Bangunlah, sudah jam lima pagi, Bukankah ada pekerjaan di butik bersama mama dan harus pagi," perintahnya yang kemudian membuat Gi Yeong menyengir lebar tetapi mata masih tertutup. Dan kemudian Gi Yeong menggeleng kepalanya menandakan tidak mau bangun masih mau tidur, lalu berjalan menuju tempat tidur,


Dae Jung menghela nafas, kemudian mengambil nafas panjang dan berteriak "Gi Yeong, banguuuun!!!" ucapnya berkacak pinggang.


"Heeiiii!!!" serunya lagi menepuk-nepuk pipi istrinyanya.


Tapi Gi Yeong, tak juga membuka matanya.


" Gi Yeong , bangun, Sayaaaaang," rengek Dae Jung manja memanggil Istrinya.


"Hmmmmmmmm...." racau Gi Yeong tak jelas.


"Gi Yeong, Ayolaah.... Nanti mama marah loh "


Dae Jung menghela nafasnya begitu melihat istrinya susah sekali bangun.


Akhirnya Dae Jung memutuskan untuk menggendongnya menuju ke bawah, dengan berjalan pelan dia akhirnya bisa tiba di bawah.


" Hei sayang... Gi Yeong. .. Bangun!!!" ucap Dae Jung mencoba membangunkan Gi Yeong lagi. Kini Dae Jung sudah berada di puncak amarah, dia sudah tidak tahan lagi


" Gi Yeong , bangun! Kau ini berpura-pura mati atau bagaimana?, kalau kau tidak segera bangun maka jangan salahkan aku, Hei bangun, cepatlah mandi!! Oh aku mengerti baiklah aku akan memandikanmu !!"


" Baiklah sepertinya kau memang ingin aku yang memandikanmu" Dae Jung mengancam


Karena mendengar Dae Jung berkata seperti itu Mata Gi Yeong melebar, "oh tidak-tidak. Baiklah aku bangun dan akan mandi"


Dae Jung tertawa puas, " Baiklah sana mandi, sungguh terbalik rasanya, aku bahkan seperti menjadi ibu rumah tangga, bukannya kepala keluarga "


" Hehe maaf yah" Gi Yeong menyengir


Kemudian Gi Yeong segera menuju ke kamar mandi dengan mata yang masih susah untuk terbuka. Gi Yeong memutuskan untuk mencuci mukanya dulu di wastafle.


"Oweeggghh....!!!" Ketika mencuci muka, tiba tiba Gi Yeong merasa mual


" Gi Yeong, kau kenapa" tanya Dae Jung khawatir


Gi Yeong menggeleng kepalanya, "Oweeegghh!! Entahlah aku tidak... Oweeegghh !! "


" Oweeegghh " Gi Yeong tidak berhenti mual


Suaranya begitu keras hingga aanak anak mereka bangun


"Heii, Pa! Mama kenapa? Hoaammm, suaranya keras sekali " Yeo Jung


" Tidak tahu? " Jawab Dae Jung


Oweeegghh!!


" Tunggu apa kita akan punya adik baru " Jawab Yee Jin Blak blakan


"Kauu!! Jangan bercanda " Yee Jung


Oweeegghh!!


" Apa itu adik baru " Eun Jinn Bertanya dengan polosnya


Oweeegghh!!!


" Bukan apa apa kau masih kecil" Jawab Yeo Jung


"Kalian hubungi nenek kalian, dan juga dokter Lai aku akan mencoba menenangkannya,"


Satu jam kemudian Dokter dan juga Song Hye Kyo datang


Mereka mendiagnosis Gi Yeong


" Selamat Tuan muda!!! " Dokter


" Apa maksudmu, kamu,menyelamatiku karena Gi Yeong sakit " Teriak Dae Jung salah paham


" Bukan, bukan maksud saya, tuan akan menjadi ayah sekali lagi " Dokter tersenyum


" Apa jadi saya akan menjadi nenek lagi "


" Kita,menjadi kakak lagi "


" Aku,menjadi ayah lagi "


" Dan aku,menjadi Ibu lagi… "


" Dan saya tetap menjadi dokter lagi "


Kemudian semua tertawa, dan senyuman terukir di kedua sudut bibiar mereka, tidak lupa, mereka juga menghubungi keluarga yabg lainnya, dan tentu saja Aera


" Waaah, Sudah 4 dong, Jadi aku bakalan jadi tante lagi"


" Dan aku srorang paman lagi "


" Selamat ya!!! "

__ADS_1


SELESAI SUDAH EPISODE SPECIAL INI


jangan lupa like dan komen


__ADS_2