
BAB 2
(Awal kisah perjalanan cinta)
" Jadi sekarang kau adalah pacarku, lebih tepatnya calon Istriku, hah sumpah deh gimana ya bilangnya, begini nona coba lihat ini !! " Kata pria itu serius dengan mengulurkan secarik lampiran kertas di hadapan Gi yeong.
Gi yeong bingung tidak mengerti sama sekali, Apa pria ini sinting, atau mungkin Gila atau malahan bisa saja dia sedang mengidap penyakit amnesia atau apalah ??. Kenapa dia tiba tiba menghampiri Gi yeong sambil menodongkan lampiran itu.
Gi yeong bingung, dan tidak berkata apa apa, dia hanya memandangi Pria itu dan lampiran yang di bawanya. Lalu pria itu berbicara
" Nona Gi sekarang kau adalah pacarku jadi kenapa kau tidak bahagia dan loncat loncat seperti gadis lain, bukannya ini yang kau minta, haduh apasih yang aku katakan (batin) ". Apa ini apa maksudnya, apa maksud dari pria itu?? Gi yeong semakin bingung dan akhirnya dia membuka suara
"Tuan apa maksutmu apa kau mengidap sebuah penyakit atau apa y, saya rasa anda salah orang , Saya Gi yeong anak dari Myung Wo, kami hanya dari keluarga rendahan bagaimana tuan mengira bahwa saya adalah pacar bahkan malah calon istri tuan, dan apa ini apa maksud lampiran kertas ini, kenapa tertulis nama saya di situ??" Gi yeong terus berbicara dan di pikirannya terdapat begitu banyak pertanyaan yang ingin dia ajukan pada pria itu, tapi di urungkan.
Pria itu pun melihat Gi yeong dengan tatapan mata tajam, karena dia berfikir kalau sekarang Gi yeong sekarang hanya berpura pura tidak tahu.
__ADS_1
"Kau jangan munafik nona, bagaimana kau bisa tidak tahu, lihatlah gara gara dirimu kehidupan saya hancur, Apa nona tahu Ayah nona meminta kepada Ayah saya agar Nona bisa menikah dengan Saya " Ucap laki laki itu mulai kesal. Apa gila ya, pasti laki laki ini gila, begitu terus yang ada di pikiran Gi Yeong.
Gi yeong tidak menanggapi dia dan terus berfikir, apa yang sebenarnya terjadi. Lalu Gi yeong memutuskan untuk segera pergi dari sana dan kembali ke Kampus,
"Maaf tuan ini pasti ada kesalah pahaman, maaf saya harus pergi " Ucap Gi yeong. Tetapi saat Gi yeong ingin pergi dari sana dan kembali ke kampus, Laki laki itu menghentikannya
" E, e eh Tunggu, kau masih belum boleh pergi, Hei nona nona !!" Laki laki itu memegang tangan Gi yeong untuk menghentikannya, Kemudian pria itu berkata
"Kau di minta ayah untuk makan malam hari ini, jadi kau harus ikut aku untuk pergi sebentar" . Gi yeong tidak mempedulikan, dia menarik tangannya dari genggaman laki laki itu lalu berusaha pergi.
Tapi tidak semudah itu, saat Gi yeong berjalan sekitar empat langkah, laki laki itu menjentikkan jarinya. Tidak lama kemudian, ada banyak pria besar berbaju hitam mengepung taman itu, dan kemudian Para pria berbaju hitam itu membius Gi yeong dan membawa dia dengan mobil yang sudah di siapkan.
……………
Hari sudah Sore sekitar jam 15.43 cuaca di sana tiba tiba hujan. Dua menit setelahnya Gi yeong bangun. Gi yeong terkejut saat dirinya berada di sebuah mobil hitam yang terpakir di pinggir jalan dengan seorang laki laki tinggi duduk di sampingnya.
__ADS_1
Saat Gi yeong sudah sepenuhnya sadar Gi yeong menjerit ketakutan dia juga melawan dan memukuli laki laki yang menculiknya tersebut. Tapi di sinilah sebuah gambaran benih mulai tertanam dalam tanah.
Ketika Gi yeong menjerit dan memukul laki laki yang bernama Dae Jung tersebut, dengan Reflex Dae Jung membungkam mulut Gi yeong, Dae jung tidak mau kalau nanti dia dikira penculik.
Dae Jung membungkam mulut Gadis itu dengan posisi tangan kiri di bawah kepala Gi yeong dan tangan kanan membungkam mulut Gi yeong. Sedangkan tubuh Dae jung berada di atas tubuh Gi yeong. Dae Jung melihat ke sekitar luar jendela untuk memastikan tidak ada yang mendengar atau mendekati mobilnya.
Sedangkan Gi yeong terkejut membulatkan mata dan terus melihat wajah Dae Jung yang seperti orang ketakutan itu. Beberapa detik kemudian Dae Jung menurunkan wajahnya dan melihat wajah Gi yeong yang di bungkamnya, Di situlah Saat pertama kalinya Iris mata mereka bertemu.
Kedua pipi mereka merona, Gi yeong juga hanya mendengar suara nafas Dae jung dan hujan deras di luar, wajahnya begitu dekat dengan Gi yeong yang hanya berjarak sekitar 5cm. Lalu Suara sopir berbicara
" Anda tidak apa apa Tuan, Nona ?". Pyaaarrrrr Semua buyar seketika setelah sopir itu Mulai berbicara, Hah payah nih pak supirnya padahal kn lagi seru serunya. Dae Jung yang selama ini belum pernah dekat dengan perempuan, baru pertama kali ini merasakan perasaan yang begitu aneh saat bertemu Gi yeong, seperti... ada sesuatu yang meledak meledak gitu.... , begitu pula sebaliknya.
Dae Jung duduk menghadap kaca sambil menatap luar jendela, entah mengapa sudut bibir Dae Jung naik turun setelah kejadian itu. Sedangkan Gi yeong duduk dengan kaki di lipat ke atas dan mukanya di sembunyikan di sela sela lutut. Menyembunyikan semburat pipi merah yang memenuhi mukanya.
.
Next Episode
__ADS_1