Kaisar Dewa Iblis

Kaisar Dewa Iblis
Ch. 139 - Mengurungkan Niat


__ADS_3

"Menarik, jadi kau adalah seorang kultivator dari dunia bawah. Kau pembudidaya Alam Roh Harmonis tapi kau sudah bisa menggunakan Teknik Roh Ilahi. Ini berarti kau memiliki kemampuan pemahaman yang luar biasa. Baiklah, aku juga bisa merasakan bau Rumput Pemurnian Roh dari indra roh milikmu. Kau pasti memiliki kekayaan besar untuk mendapatkan rumput ini. Yang lebih mengejutkan aku adalah aku adalah kau telah memadatkan jiwa pedang dalam lautan kesadaranmu. Sekarang, sepertinya kau mengalami beberapa masalah. Baiklah, aku akan membantumu untuk membentuk karma denganmu.... ”


Penatua itu lalu melepaskan indera rohnya dan mendorong roh Qing Shan.


Ini adalah pertama kalinya Qing Shan merasa sangat kecil di  hadapan indera roh penatua ini. ndera roh tetua ini tidak dapat memasuki Dunia Bawah karena kekuatan pembatas antar dunia, tetapi dia mampu menggerakkan indera roh Qing Shan kembali.


Wajah Qing Shan memucat seperti kertas putih saat mendapatkan kembali indra rohnya. Lalu, Qing Shan mengeluarkan ramuan herbal yang dia peroleh dari Aula Seni Beladiri dan melemparkannya kedalam kuali naga hitam, melelehkannya menjadi bentuk cairan dan mengkonsumainya.


Setelah beberapa lama kemudian, Qing Shan menghembuskan napas dan wajahnya menunjukkan senyum pahit.


“Aku tidak berpikir kalau Rumput Pemurnian Roh ini akan membawaku dalam bahaya seperti itu. Namun, dunia berbintang itu pasti akan membawaku ke Dunia Immortal. Sayang sekali aku tidak tahu persis Bintang Dunia mana dunia tadi . Mungkin di masa depan, aku akan meninggalkan Dunia Alam bawah ini dan menjelajahi dunia-dunia itu.”


Terlepas dari betapa berbahayanya indera rohnya, Qing Shan telah mempelajari sesuatu yang sangat penting, setidaknya dia telah memahami kemampuan ilahi dari para dewa kuno yang dapat menggunakan Teknik Roh Illahi.


Qing Shan lalu menarik sedikit napasnya dan mengkonsumsi tamgkai kedua dari rumput Pemurnian Roh. Kali ini, dia akan lebih berhati-hati untuk mencegah kejadian yang sama terjadi. Tapi sebelum dia bisa memakan rumput kedua, dia merasakan adanya gangguan dari formasi diluar kediamannya.


Sementara itu, bayangan dengan niat membunuh yang tersembunyi diam-diam mendekati kamar Qing Shan dari laur. Kemudian, orang itu meletakkan alat dupa yang mengeluarkan asap dan aroma yang membara di luar ruangan.


Dupa itu adalah barang yang sering digunakan para manusia cabul untuk memperkosa seseorang. Setelah dupa dinyalakan, bahkan pembudidaya ahli ranah Alam Harmonis tidak akan tahan akan efeknya dan akan kehilangan pikiran dan kendali atas tubuh mereka.


Namun, orang yang menyalakan dupa ini adalah wanita yang bernama Bai Yu.


"Oh? Gadis ini ingin aku terkena efek dupa itu dan ingin membunuhku?"


Mata Qing Shan berbinar saat dia mengatakan ini. Dia lalu kembali menyimpan Rumput Pemurnian Roh dan berbaring diatas tempat tidurnya, bertindak seolah-olah dia benar-benar pingsan.


Dia ingin melihat apa yang akan dilakukan Bai Yu ini padanya.

__ADS_1


Ketika dia mendengar suara pintu kamarnya terbuka, wajahnya berubah menjadi senyum kemenangan. Bai Yu mengenakan gaun putih yang memperlihatkan sebagian tubuhnya dan kakinya terlihat dibawah ujung gaunnya yang tipis dan sebagian transparan.


'Aku membenci pemuda ini. Aku, Bai Yu, akan membalas dendam hari ini!' Kilatan cahaya penuh dendam terlihat dalam tatapan matanya. Dia menggertakkan giginya dengan penuh kekesaan, tapi itu agak bercampur dengan sedikit keraguan.


Dia mendorong pintu sambil memegang belati yang sudah dicelupkan dengan racun. Dia diam-diam melangkah ke tempat tidur Qing Shan dan mengangkat belati sementara angin dingin bertiup melalui jendela. Tangannya gemetar, ragu-ragu apakah akan menusukkan belati kebadan Qing Shan..


'Jika aku membunuhnya, aku akan membuat semua saudari seperguruan di Istana Yin Yang ini mendapat masalah.'


Dia perlahan-lahan meletakkan belati itu, mengertakkan giginya dan kemudian berbalik dan pergi, tetapi, saat dia hendak pergi, sepasang lengan yang kuat, menjepit bahu dan pinggangnya, melemparkannya dengan keras keatas tempat tidur, dan pria itu menekan tubuhnya dari atas.


"Kau memang memiliki keberanian untuk membunuh pemilkmu, palayang Bai." Ucap Qing Shan samabil memegang tangannya erat-erat sementara tubuhnya menyentuh dadanya. 


Gelombang udara hangat terbang ke telinganya saat Qing Shan berbicara.


Melihat bahwa Qing Shan tidak terpesona oleh dupa itu, wajahnya menunjukkan sedikit ketakutan. "Kenapa ... Dupa itu tidak bekerja padamu?"


Dia lalu menutup matanya dan berhenti melawan dan bwrkata, "Aku kalah. Kamlu bisa melakukan apapun yang kau mau padaku.”


“Kau adalah pelayan kultivasiku, aku hanya akan berkultivasi ganda denganmu. Kenapa aku harus membunuhmu?”


"Aku lebih baik mati daripada berkultivasi ganda denganmu ..." Bai Yu berhenti sejenak ketika dia ingat bahwa dia telah kehilangan keperawanannya karena pemuda ini.


Sebagai seorang gadis, dia membenci Qing Shan karena telah merenggut keperawanannya, tetapi sebagai seorang murid Istana Yin Yang, dia merasa bahwa Qing Shan adalah tetua yang baik karena tidak melakukan hal buruk pada saudara perempuannya. Pikirannya dipenuhi dengan pemikiran yang saling bertentangan itu sebabnya dia ragu-ragu meskipun dia memiliki kesempatan untuk membunuhnya.


"Kau adalah mitra kultivasiku."


"Aku tidak akan menjadi mitra kultuvasimu." Bai Yu berkata dengan tegas.

__ADS_1


"Benarkah? Baiklah, aku akan memberimu kesempatan. Aku akan berbaring di sini dan tidak melakukan apa-apa, ka dapat menggunakan metode apa pun yang kau suka untuk  menyerap energi Yang milikku. Jika kau bisa menarik energi Yang  di tubuhku, Kau bukan lagi mitra kultivasiku dan aku akan menjadi milikmu sebagai gantinya. ”


Qing Shan mengendurkan cengkeramannya di pergelangan tangan Bai Yu, berputar dan berbaring di tempat tidur di sebelahnya. 


Wajahnya memerah karena malu setelah mendengarkan apa yang dia katakan Qing Shan.


“Tidak tahu malu. Kedengarannya cukup bagus, tapi aku akan tetap digunakan olehmu bahkan jika aku yang menyetubuhimu..!" Ucap Bai Yu.


Lalu dia berpikir dalam benaknya, 'Huh! Lagipula aku sudah kehilangan keperawananku karena dia. Tidak masalah lagi jika dia memanfaatkanku lagi kali ini. Jika aku bisa menuetubuhi dan mendapatkan energi Yang miliknya, aku akan dapat menerobos ke alam Roh Harmonis Tingkat menengah. Sungguh manusia hina! Aku akan membuatmu menyesal!'


Matanya melirik Qing Shan dengan tatapan dingin. Dia kemudian berbalik dan duduk di atas tubuh Qing Shan.


Setiap potong pakaian dia lepaskan dari tubuhnya kecuali baju bagian dalamnya untuk mengurangi kemungkinan Qing Shan mengambil keuntungan lebih darinya. Dia ragu-ragu sejenak sebelum memutuskan apakah akan melepas roknya atau tidak sementara bagian di antara pantatnya menjadi sedikit basah.


“Eh? Aku baru saja memelukmu, tapi kau sudah…”


"Jaga mulutmu!" Bai Yu menyela perkataan Qing Shan karena malu.


Dia masih merasa tidak tenang di hatinya. Jika bukan karena energi spiritual Yin Yang yang mengalir ke tubuhnya dari dupa itu, tubuhnya tidak akan merespon seperti ini dengan memalukan.


"Aku akan mulai sekarang…!”


Bai Yi lalu menutup matanya, mengarahkan gua cintanya pada senjata Qing Shan dan bersiap untuk duduk di atasnya, tetapi tepat pada saat dia hendak melakukannya, Qing Shan menghentikan tindakannya.


“Nona Bai, kau tidak profesional. Kau perlu melakukan pemanasan saat kau ingin memperkosaku dengan menjilati ... itu ... "


"A-apa yang kau katakan?!" Ucap Bai Yu merasa sangat malu sehingga dia ingin membunuh Qing Shan seketika.

__ADS_1


__ADS_2