
....
Raksasa Zu Yi yang ditempatkan di Kota Dewa Iblis untuk menghentikan Qing Shan telah dimusnahkan!
Pertempuran Zu Yi dan Lili akan segera menyebabkan semua kekuatan mayat hitam itu juga menghilang.
"Tidak! Ranah kultivasiku! Kapal mayat hidupku! Ahhh... Usahaku selama dua ribu tahun telah gagal! Sial!"
…
Di langit, di atas Kota Dewa Iblis, setelah mengirim Pedang Pembunuh Dewa, Qing Shan segera pergi membantu Lili.
Tak disangka, Lili juga mampu menghancurkan Zu Yi hanya dengan mengandalkan dirinya sendiri. Hanya saja, kekuatan Lili berangsur-angsur melemah sedangkan lawannya yang tampak acuh masih penuh dengan kekuatan.
Dia akan kalah dalam pertempuran ... namun, secara bertahap, Qing Shan menemukan jejak dalam teknik serangan Lili..
Setelah menyempurnakan Lili menjadi boneka spiritualnya pada waktu itu, Lili telah kehilangan sebagian besar ingatannya dan juga telah melupakan banyak teknik yang dulu dia miliki.
Tapi saat ini, di antara teknik yang dia keluarkan, kebanyakan dari mereka adalah trknik serangan familiar yang dia gunakan ketika dia menjadi master sekte dari Sekte Malikat Iblis.
'Mungkinkah… ingatannya dipulihkan?' Mata Qing Shan berkedip, dia bertanya dalam hati tetapi masih dalam keadaan bingung.
'Jika dia kembali seperti Master Wuxiu yang dulu, aku akan membiarkannya mati, tetapi jika dia masih Lili, aku tidak bisa membiarkannya mati' Gumam Qing Shan menghela nafas dan berkatadalam hati. Meskipun melihat Qi Lili melemah dan terkuras oleh mata ketiga raksasa Zu Yi, dia masih tetap tidak bergerak.
Itu karena siluet berjubah hitam telah tiba di langit di atas Kota Dewa Iblis secara bersamaan!
Sosok berjubah hitam ini memiliki tampilan yang sama persis dengan Qing Shan. Satu-satunya perbedaan adalah sorot matanya yang dingin dan tanda hitam di satu sisi wajahnya.
Jubah hitamnya berkibar dan muncul di hadapan Lili dalam sekejap. Tidak ada yang bisa melihat bagaimana dia bergerak. Bahkan Wu Shi menunjukkan ekspresi heran karena dia tidak bisa melihat misteri pria berjubah hitam ini!
Teknik serangan mata Zu Yi telah ditembakkan ke arah Lili. Orang berjubah hitam itu telah berdiri di depan Lili, dan menggenggam cahaya merah darah dengan lambaian telapak tangannya.
Bagaimanapun, teknik membunuh Zu Yi menggunakan indra roh jahat, tetapi yang ditakuti Qing Shan berjubah hitam karena raksasa ini bukan manusia tetapi Mayat Hidup, dan tidak memiliki perasaan hati dan jiwa !
Wajah lesu Zu Yi mengungkapkan keterkejutan untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Segera setelah itu, Zu Yi mengepalkan tinjunya, melepaskan kekuatan yang sedingin es. Itu adalah jenis lain dari Teknik Pemurnian tubuh mayat iblisnya.
SWOSHHH...!!!
Tetapi ketika tinju dingin itu hanya berjarak 9 meter dari pria jubah hitam didepan Lili, tiba-tiba dan dengan cepat dipotong menjadi dua bagian oleh teknik yang tak terlihat.
Pada saat yang sama, perasaan kematian mutlak muncul di hati Zu Yi.
Kemudian pria berjubah hitam berbicara untuk pertama kalinya!
“Aku dipanggil Iblis Hitam Qing. Kau akan mati karena menyakitinya!”
Untuk sesaat, sosok berjubah hitamnya tiba-tiba meledak, berubah menjadi puluhan ribu cahaya hitam tipis dan kecil. Masing-masing berubah menjadi cahaya pedang hitam di saat berikutnya, menyebar di langit yang cerah seperti tinta terkonsentrasi dan berputar seperti badai hitam.
WWOSHHH.. SWOSHHH.. SWOSSHHH
Ada jejak aura primitif dan megah di dalam cahaya pedang itu. Puluhan ribu cahaya hitam berputar, seperti tornado besar. Tubuh raksasa Zu Yi yang terletak di dalam pusaran angin mulai hancur!
Sesaat kemudian, Zu Yi, musuh tangguh Qing Shan berjubah putih, telah musnah.
Qi dari ranah Alam Jiwa Sejati terpancar keluar dari jubah hitamnta, mengirimkan rasa dingin ke tulang belakang para pembudidaya di Kota Dewa Iblis seolah-olah musuh tangguh lainnya telah muncul.
"Ini.. Ada ahli Alam Jiwa lainnya?!"
"Kultivator berjubah hitam ini menyebut dirinya Iblis Qing . Kalau begitu, dia seharusnya bukan Qing Shan. Tapi kenapa dia sangat mirip dengan Qing Shan? Mungkinkah dia Dewa Iblis Qing?!"
"Ya, seharunya begitu! Ternyata dia adalah Dewa Iblis Qing! Dengan cara ini, dapat dimengerti mengapa dia sangat mirip dengan Qing Shan. Qing Shan adalah cicit darinya, jadi tidak aneh bagi kakek buyut untuk terlihat seperti cicit.!"
Ucap orang yang ada di Kota Dewa Iblis saat melihat ke atas langit.
Hanya ada Ling Yun yang memiringkan kepalanya dengan naif dan tidak terlihat takut dengan qi seperti itu. Dia tidak berpikir bahwa pria ini adalah Dewa Iblis Qing.
“Kakak Qing, mengapa kau menjadi dua? Meskipun Kakak Qing berjubah hitam ini terlihat dingin, dia cukup lucu…” Ucap Ling Yun tersenyum manis. Matanya berbinar. Dia sangat tertarik dengan Qing Shan yang membagi diri menjadi dua.
Kekuatan si jubah hitam ini memberinya rasa aman.
__ADS_1
Dia sangat percaya bahwa selama Kakak Qing Shannya ada, tidak ada yang bisa memusnahkan Kota Dewa Iblis hari ini.
Orang berjubah hitam itu berbalik ke arah tempat mayat hitam itu pergi dan menghilang dari pandangan semua orang dengan satu gerakan.
Mata Qing Shan jubah putih itu berubah muram. Dan mngejar dirinya yang berjubah hitam.
Setelah itu, keduanya menghilang tanpa jejak.
Ketika mereka muncul kembali, terlihat seorang pemuda berjubah putih dan jubah hitam yang memiliki senyum di wajah dan matanya yang penuh dengan niat membunuh!
Qing Shan tersenyum sedikit melihat dirinya yang berjubah hitam.
Qi milik Qing Shan berfluktuasi secara aneh antara ranah alam Roh Harmonis dan alam Jiwa.
"Dengan kekuatanku saat ini, hanya perlu satu pemikiran dariku untuk memusnahkan seluruh Negara Xin! Dan mereka yang salah paham bahwa diriku yang berjubah hitam adalah Dewa Iblis Qing, akan lebih bagus! Karena setelah hari ini, tidak ada yang berani memiliki niat buruk terhadap Kota Dewa Iblisku lagi!"
...
Sementara itu di Makam Hantu, Gadis kecil yang diselamatkan Qin Shan sedang memegang sekantong besar pil ditangannya. Matanya dipenuhi dengan sedikit keengganan saat dia melihat ke atas.
Dia sudah lama terbangun dan telah berdiri di samping Qing Shan berjubah Hitam untuk melindunginya selama tiga bulan. Dia tidak bisa mengerti mengapa Qing Shan berjubah hitam ini begitu dingin dan tidak pernah tersenyum. Namun, atas permohonannya, Qing Shan berjubah hitam membuatkan pil untuknya. Tindakan ini saja membuatnya mengerti bahwa meskipun Qing Shan ini telihat dingin diluar, tapi masih lembut di dalam.
"Aku enggan makan pil ini, kakak cemilan sudah pergi ..."
Hatinya terasa tertahan dan air mata jatuh dari matanya dan membuat hal ini membuatnya panik.
“Kakek, kenapa mataku kencing…?” Dia tidak sabar bertanya.
“Gadis bodoh, itu bukan kencing, itu air mata. Ketika kau merindukan seseorang, air mata akan jatuh, misalnya, ketika kau merasa rindu dan terlalu merindukan rumah yamg telah kau lama tinggal, kau akan menangis…”
“Apa itu air mata? Apa yang hilang"….? Dan apa itu rumah?” Ketika kata "rumah" muncul, hati Si kecil menegang.
“Rumah adalah tempat di mana tidak peduli seberapa jauh kau berada, kau akan terus memikirkannya… Rumahmu seharusnya menjadi makam yang gelap ini. Sedangkan rumah kakek, hehe… Itu adalah tempat yang sangat jauh disebut “Dunia Pohon”… hehe… Qing Shan itu berbakat dan mampu membelah dirinya saat hanya berada di alam Roh Harmonis. Sekarang, dengan ranah Alam Jiwa bagian dirinya berjubah hitam, dia akan menjadi sosok pilihan surga bahkan di Dunia Pohon…”
Hantu gadis kecil memiringkan kepala kecilnya sambil memakan pil. Dia tidak bisa memahami kesedihan kakeknya.
__ADS_1