Kaisar Dewa Iblis

Kaisar Dewa Iblis
Ch. 159 - Pertempuran I


__ADS_3

Namun, Qing Shan tidak menyadari bahwa pendarahan di mata kanan Yao Wang telah berhenti. Kemudian, ada gelombang niat membunuh yang menyebabkan riak spasial tak berujung di langit.


Tiba-tiba, sebuah kaki melangkah keluar dari kehampaan dan ribuan petir berwarna putih muncul dari atas langit.


Rumblee...!


Yao Wang adalah tubuh yang digunakan oleh Raja Hantu Tengkora. Karena itu, tidak ada masalah baginya untuk mengirimkan ribuan sambaran petir. Setiap sambaran petir sudah cukup untuk menghancurkan setiap satu orang kultivator ranah Alam Roh Harmonis.


Para kultivator Klan Lu yang tersisa menunjukkan ekspresi putus asa di tengah kilatan petir itu. Serangan ini saja bisa memusnahkan seluruh Klan Lu mereka dengan mudah.


Lu Zen menghela nafas dan hanya tersenyum kecut melihat Qing Shan. Dia tidak berpikir bahwa Qing Shan akan mampu menahan serangan petir yang sangat kuat ini yang bisa mengakhiri ribuan nyawa manusia.


Lu Zen hanya bisa membatu dan berpikir sendiri dalam pikirannya..


Ketika Qing Shan melihat kilatan petir dilangit, wajahnya menjadi gelap. Tanpa ragu, dia menepuk tas ruang miliknya, mengeluarkan lima pedang tajam berwarna emas, hijau, biru, merah dan kuning. Setiap cahaya pedang memiliki niat pedang yang cukup kuat untuk membubuh seorang kultivator Alam Emas tahap awal.


“Ini, ini adalah senjata roh kelas menengah? Tidak! Ini adalah satu set senjata roh lengkap. Kekuatan gabungan dari kelima pedang ini hampir setara dengan senjata roh tingkat tinggi. ”


Lu Zeng telah hidup di dunia ini selama ratusan tahun. Dengan penglihatannya yang berpengalaman, dia mampu membedakan kekuatan dari lima pedang terbang itu hanya dengan pandangan sekilas, tetapi hal yang dia tidak bisa mengerti adalah bagaimana seorang pemuda bisa mendapatkan senjata roh yang begitu kuat itu. Selain itu, bagaimana Qing Shan bisa menggunakan senjata roh tingkat tinggi dengan kekuatannya yang masih di ranah Alam Roh Harmonis. Dia tau kalau menggunakan senjata roh tingkat ini setidaknya kekuatan sipengguna harus berada di ranah Alam Emas.


Lu Zen secara alami tidak tahu bahwa indera ilahi Qing Shan  telah mencapai tingkat ranah Jiwa meskipun kultivasinya hanya di ranah Alam Roh Harmonis.

__ADS_1


Karena keterbatasan kultivasi Qing Shan, dia hanya bisa mengerahkan 10 persen dari kekuatan pedang, tetapi kekuatan semacam itu sudah cukup untuk menjatuhkan lawan yang barada di ranah Alam Emas.


Bahkan Yao Wang sedikit terkejut oleh cahaya pedang lima warna itu..


Dengan menggunakan tekniknya, masing-masing dari lima cahaya pedang terbagi menjadi seratus. Dalam sekejap, ribuan bayangan pedang dari berbagai warna lberubah menjadi hujan pedang. Di bawah kendali indera ilahi yang kuat dari Qing Shan, hujan pedang berdampak pada setiap sambaran petir.


Saat petir berbenturan dengan bayangan pedang, ledakan seperti kembang api memenuhi langit malam tersebar di seluruh area, mendorong Qing Shan dan Yao Wang beberapa meter ke belakang sebelum mereka bisa mendapatkan kembali keseimbangan tubuh mereka.


Tapi Qing Shan sekarang tampak agak bingung saat merasakan bau terbakar ditunuhnya. Yao Wang di sisi lain tampaknya tidak menderita cedera apa pun, tetapi kekuatan Qinya telah habis digunakan setelah membuat serangan petir.


Lu Zen hanya bisa menghirup udara dingin, dia tidak percaya bahwa seorang pemuda mampu memblokir sambaran petir yang begitu mengerikan.


"Tidak buruk, tapi kau masih terlalu lemah." Penghinaan di mata Yao Wang berkurang. Dia merasa Qing Shan adalah satu-satunya manusia dunia ini yang sangat berbahaya bagi dirinya.


Tiba-tiba, petir bwrwarna merah muncul dari mata kiri Yao Wang.


"Mati kau!" Ucap Yao Wang tersenyum sinis saat petir merah melesat secepat kilat, dan memasuki lautan kesadaran Qing Shan. 


Wajah Qing Shan lalu memucat. Dia benar-benar lengah. Kemudian, satu batu giok di tangannya hancur berkeping-keping bersamaan de gan bersinar dengan cahaya merah petir.


'Hampir saja!' Gumam Qing Shan sedikit terkejut. Batu giok yang rusak barusan adalah adalah batu penahan kematian. Jika bukan karena dia waspada sejak awal, dia akan mati sekarang.

__ADS_1


Keterampilan aneh Yao Wang sama seperti jiwa pedang miliknya. Keduanya bisa menyerang lautan kesadaran seseorang, tetapi ada perbedaan di antara keduanya. Jiwa pedang  terbentuk dari roh  dan itu tak terlihat, sedangkan petir merah milik Yao Wang adalah petir yang bisa dilihat yang tampak seperti petir surgawi.


Keterampilan semacam ini tidak disebutkan dalam ingatan Kaisar Dewa Iblisnya, tetapi pada indera roh Yao Wang, hanya ada niat membunuh dalam pikirannya. 


Sekarang.. Area ini telah menjadi ladang pembantaian yang begitu mengguncang setiap orang yang melihatnya. Tulang-tulang manusia yang baru saja mati ditumpuk menjadi gunung, tanah itu berlumuran darah dan teriakan hantu-hantu yang baru meningal terdengar menangis.


Namun, tidak ada banyak waktu bagi Qing Shan untuk memikirkan hal ini karena petir merah kedua ditembakkan dari mata kiri Yao Wang sekali lagi, bergemuruh seperti guntur di langit.


Pada saat ini, Qing Shan tidak akan menghemat kekuatannya lagi. Tanpa ragu, dia menggunalan lautan jiwa pedangnya dan mengirimkan indera pedang , bertabrakan dengan petir merah.


Duaaarrr !


Karena dia telah kehilangan satu-satunya batu penahan kematian, dia harus berusaha sekuat tenaga kali ini. Jika petir merah itu masuk lagi ke tubuhnya, dia pasti akan mati terlepas dari semua teknik yang dia miliki.


Jiwa pedang terkandung jejak Qi yang bisa membunuh secepat kilat sementara petir merah membawa niat pengahncur petir surgawi. Saat kedua serangan indera roh mereka bertemu satu sama lain, suara benturan keras bergema di seluruh langit. Jika bukan karena Yao Wang sudah menyegel area ini dalam dua ratus metel, setiap kultuvator yang berada dalam radius seribu meter pasti akan terpengaruh.


Para pembudidaya yang tersisa dari Klan Lu terkejut dan mulut mereka terbuka lebar di tempat seperti patung. Tak satu pun dari mereka cukup mampu untuk ikut campur dalam pertempuran yang terjadi di langit malam ini. Lebih penting lagi, mereka tidak bisa mendekati kedua orang ini kecuali mereka ingin mencari kematian mereka sendiri.


Wajah Qing Shan sedikit agak pucat karena benturan serangan mereka.. Indera Roh pedangnya telah hancur, tapi dia menatap cahaya merah di mata kiri Yao Wang yang ganas dan sedang terluka juga.


Qing Shan lalu melesat dan mengirim pukulan di dada Yao Wang, memperburuk luka-lukanya. Tapi, kekuatan jiwa pedangnya membuat lompatan luar biasa dalam hampir sekejap. Niat pedang Qing Shan menyebar, menghancurkan petir merah milik Yao Wang membuat Yao Wang memuntahkan darah dan cahaya merah di mata kirinya memudar. Ini membuat ekspresi Yao Wang berubah drastis.

__ADS_1


"Mustahil. Bagaimana kau bisa memblokir serangan petir ku? "


__ADS_2