
Raja Ayam adalah yang terlemah di antara tiga ahli iblis yang dia bunuh. Namun, darah itu ternyata sulit diserap. Qing Shan dengan paksa mengeluarkan seutas darah iblis dari dantiannya, mencoba menggabungkannya dengan darahnya.
Untaian darah iblis itu adalah satu-satunya garis keturunan iblis di tubuh Qing Shan. Itu terlalu halus. Karena itu, dia sangat berhati-hati saat menangani satu-satunya garis keturunan iblisnya. Darah iblis kekuningan tersebar ke ribuan helai darahnya. Dia kemudian mengaktifkan teknik yang ada di kitab Bunga Darah dan membiarkan satu-satunya untaian darah iblisnya menelan untaian darah itu.
Kitab itu sebenarnya adalah metode budidaya elemen kayu. Mengkonsumsi darah iblis dengan bantuannya akan memberinya kekuatan iblis elemen kayu.
Pada hari pertama, Qing Shan mengekstrak tiga tetes darah untuk dikonsumsi.
Pada hari kedua, dia mengekstrak sebelas tetes darah lagi.. Ketika hari ketiga, dia mengkonsumsi total empat puluh lima tetes darah.
Semakin banyak tetes darah yang dia konsumsi, semakin besar garis keturunan iblis sejatinya tumbuh. Sekarang, untaian darah di tubuhnya menjadi tetesan darah yang berwarna hijau.
Setelah sepuluh hari, darah iblis kuning dikonsumsi secara menyeluruh oleh Qing Shan. Kekuatan iblisnya menerobos ke Alam Harmonis tahap menengah.
“Tetesan kedua adalah darah ular… Aku seharusnya bisa melahapnya dalam tiga hari kedepan!” Ucap Qing Shan menenangkan pikirannya dan meminum tetesan darah kedua dengan fokus penuh.
Pada hari ketiga belas, darah ular itu berasimilasi sepenuhnya ke dalam darah iblisnya. Kekuatan iblisnya menerobos ke Alam Harmonis tahap akhir.
Hanya ada darah emas yang tersisa. Namun, tetesan darah terakhir ini bahkan lebih sulit untuk dikonsumsi dibandingkan dengan tetesan darah sebelumnya. Itu karena itu milik salah satu dari dua belas sahabat jenderal iblis. Tetesan darah ini sebanding dengan dua puluh tete darah raja ular.
Untuk tetesan terakhir itu, Qing Shan butuh sepuluh hari terus menerus untuk menyerap.
Ketika semua tetes darah emas itu diserap ke dalam darah iblisnya, kekuatan iblisnya berhasil menembus Alam Harmonis tahap Puncak. Kekuatan iblisnya sekarang dianggap berada di ranah Semi Alam Emas, dan inti emasnya menjadi sedikit lebih padat ketika dia meningkatkan kekuatan iblisnya.
"Darah iblis yang bagus." Gumam Qing Shan kemudian menekan kekuatan iblis di dalam tubuhnya dan qi iblis yang intens melintas di matanya menghilang dalam sekejap. Sekarang, ekspresi wajah normal yang biasa kembali seperti biasanyam
Tatapan Qing Shan lalu beralih ke item bintang yang ada di laurutan air obat-obatan. Bibirnya melengkung dengan puas dan dia menyimpan item itu ke dalam tas ruang miliknya.
Qing Shan berdiri dan pergi ke lantai pertama gedung.
__ADS_1
Saat ini, di luar sedang gerimis dan di bawah hujan rintik-rintik berdiri seorang gadis dengan kaki telanjang, sambil memegang payung kertasny. Kalau diperhatikan, dia sudah berdiri di sana cukup lama.
Qing Shan tidak berharap wanita ini akan muncul di sini.
"Apakah ada sesuatu yang kau inginkan dariku karena kau sudah menunggu di sini begitu lama?" Tanya Qing Shan setelah mendekat.
"Ya. Bisakah kita bicara di dalam?”
Wanita ini adalah Ri Wei. Tatapannya melekat pada tubuh Qing Shan. Dia menemukan bahwa jejak qi iblis belum sepenuhnya hilang dari tubuh Qing Shan. Penemuan ini membuatnya takjub tentang Qing Shan.
"Mengapa dia memiliki kekuatan iblis? Aku pikir dia seharusnya menjadi keturunan Iblis dan pembuluh darah yang dia miliki seharusnya adalah Pembuluh Dewa Iblis.!" Ucap Ruo Wei diam-diam dalam hati. Dia tidak punya jawaban akan hal ini. Sebenarnya masih banyak lagi yang belum dia pahami tentang kekuatan Qing Shan.
Bahkan, qi iblis yang terpancar dari mata Qing Shan, itu memberinya rasa keakraban.
"Ada apa? Apakah ada sesuatu di wajahku?”
"Tidak. Hanya saja kau mirip dengan teman lamaku…” Jawab Rup Wei saat memasuki gedung. Jantungnya berdebar sedikit lebih cepat dari biasanya.
Di lantai pertama, Qing Shan melambaikan lengan bajunya dan teko terbang ke cangkir mereka dan mengisinya.
Dengan hanya melepaskan sebagian dari kekuatanny, teh itu langsung menjadi hangat, membawa aroma teh yang harum.
“Silakan duduk. Secangkir teh ini adalah tanda permintaan maaf dariku atas tindakan berani dan tidak sopan di masa lalu. Aku harap kau dapat cukup murah hati untuk memaafkan perbuatanku waktu itu. ”
"Memaafkanmu? Aku pernah mempertimbangkan untuk memaafkanmu tetapi apa yang kau lakukan saat itu terlalu tak tahu malu sehingga menciptakan Iblis Hati di dalam diriku. Apakah kau tahu betapa merepotkannya Iblis Hati yang aku rasakan sampai sekarang?”
Setelah dia selesai menjawab, Ruo Wei mengangkat cangkir teh ke udara, menyebabkan bel kecil di pergelangan tangannya berdering.
'Teh ini memang memiliki aroma yang enak. Tidak diseduh menggunakan daun teh spiritual biasa. Jika aku tidak salah, itu adalah rasa dari daun obat berusia ribuan tahun. Gaya hidup murid si tua Han ini benar-benar mewah!!' Ruo Wei diam-diam berkata dalam hati.
__ADS_1
"Hufff!" Bibirnya meniup lembut permukaan teh membuat aromanya memenuhi udara.
GLUPPP!! Ketika dia hampir selesai meminum semuanya, sebuah pikiran tiba-tiba muncul di benaknya dan membuatnya berhenti.
Dia menatap Qing Shan dengan acuh tak acuh dan bertanya, "Kau tidak menyeduh teh ini menggunakan bahan tanaman mesum, kan?"
“Apakah aku tampak seberani itu dalam pandanganmu? Berbicara tentang masalah itu, jika aku benar-benar ingin mengambil keuntungan darimu, tidak mungkin bagimu untuk keluar dari gedung ini dengan santai dilihat dari kekuatanmu saat ini saat berhadapan dengan Teknik Sentuhan Yinku.!"
"Apakah kau berani?!" Ruo Wei menjadi malu dan marah. Dengan emosi yang mengaburkan pikirannya, genggamannya pada cangkir mengendur, menyebabkannya jatuh ke tanah dan pecah.
KACHAAA!!!
Dia tahu bahwa teh yang dia buang sangat berharga dan cangkir yang dia pecahkan sebanding dengan harga emas. Rasa bersalah yang besar menyerbu hatinya tetapi dia dengan keras kepala menolak untuk menyerah dan meminta maaf kepada Qing Shan.
Sekarang, dia duduk berhadap-hadapan dengan Qing Shan. Dengan Qing Shan saat ini berada tepat di depannya, Iblis Hatinya mulai semakin menghantuinya.
Qing Shan tanpa daya menggelengkan kepalanya dan diam-diam memikirkan dalam-dalam kata-kata Ruo Wei.
Qing Shan lalu menuangkan secangkir teh lagi untuknya. Pada saat yang sama, dia juga menebak niat Ruo Wei datang mencarinya.
“Silakan minum tehnya. Jangan khawatir. Ini hanya teh.”
“Baik …” Ruo Wei memegang cangkir tehnya sekali lagi dan menyesapnya dengan ringan. Saat teh memasuki perutnya, dia merasa berenergi dan merasa segar.
“Nona Ruo, apakah kau datang untuk meminta bantuanku untuk melenyapkan Iblis Hatimu?”
"Benar! Tetapi, ini bukan permintaan. ini adalah perintah. Kau belum memberi kompensasi kepadaku karena tidak sopan terhadapku pada waktu itu! ”
“Tolong jangan marah, Nona Ruo. Ini salahku karena pilihan kataku yang tidak tepat. Baiklah. Apa yang bisa aku bantu?"
__ADS_1
"Tidur bersamaku!!"