
disekte phonik api.
didalam ruangan terlihat seorang wanita yang sedang duduk bersila untuk memulihkan kondisinya,ya wanita tersebut adalah meng Ning yang sedang istirahat.
beberapa menit kemudian...
meng Ning telah selesai memulihkan keadaan sekarang kekuatannya kembali kesemula.
''huffff,kondisiku sekarang kembali semula,tapi aku masih belum menerima kekalahan ini''ucap meng Ning dengan marah sambil mengingat pertarungan tadi dengan Lin rhey.
meng Ning lalu keluar dari ruangannya dan duduk didekat pohon yang sejuk disampingnya ada sebuah kolam yang penuh dengan ikan hias,bisa membuat orang tenang duduk disana.
meng Ning duduk dibawah pohon tersebut, sambil melihat keatas, langit sudah malam yang terlihat hanya bintang-bintang yang sangat indah dilihat.
''hemm, sebenarnya siapa rhey, kekuatannya sangat kuat dari pada diriku,aku yakin dia pasti telah melewati ranah alam fana ini,jika benar seperti maka ini akan berbahaya dia juga mengetahui bahwa aku memiliki garis keturunan phonik, rahasia ini telah aku jaga sangat lama dan dia mengatakan aku akan dalam bahaya'' ucap meng Ning dalam hatinya.
''tapi entah kenapa saat aku mengingat perkataannya perasaan ku jadi tidak enak''ucap meng Ning tapi dia menggeleng kepalanya dan tidak perduli dengan peringatan Lin rhey,dia lalu melihat keatas sambil menikmati bintang yang sangat indah.
sementara itu disebuah ruangan rahasia
terdapat dua orang yang sedang berbicara diruangan tersebut.
__ADS_1
''bagaimana apakah pasukannya kita sudah siap''tanya seorang orang tua dengan aura kematian yang cukup mengerikan.
''sudah tuan kita tinggal menyerang sekarang''ucap satu orang lagi memakai pakaian hitam.
''bagus sekarang kau juga bersiap bersama mereka karena sebentar lagi kita akan menyerang'' perintah orang tua tersebut.
''baik tuan'' ucap orang berpakaian hitam lalu pergi dari sana.
''hahahah,meng Ning malam ini adalah hari kematianmu, karena aku akan membawamu kepada tuanku walaupun itu hidup atau mati''ucap orang tua yang bernama Jang Chu merupakan tangan kanan pemimpin Fu.
di langit Lin rhey sedang terbang disana sambil memperhatikan sekte phonik api,Lin rhey berjaga diatas sana karena dia yakin sebentar lagi akan ada sebuah badai.
''hemmn tampaknya belum dimulai'' ucap Lin rhey sambil mengelus-elus dagunya.
Jang Chu dengan pasukannya yang berjumlah sekitar lima ratus ribu dengan rata-rata ranah saint ★4 dan terkuat
half saint ★3.
pasukan yang dibawa Jang Chu sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan sekte phonik api, karena murid disana rata-rata terlemah ranah saint ★3 dan yg terkuat
Saint ★6, juga para tetua saja mereka berada di ranah half saint ★2.
__ADS_1
pasukan Jang Chu sudah tiba didepan pintu sekte phonik api,murid penjaga yang melihatnya sedikit ketakutan dan berniat melaporkan,tapi sebelum ingin pergi dua buah pisau mengarah ke mereka.
jelbbbbbbb
jlebbbbbnb
kedua pisau itu tepat mengenai kepala mereka, Jang Chu yang melemparkan pisau tersebut hanya tersenyum sinis,lalu melangkah berjalan,saat didepan pintu masuk Jang Chu langsung menghancurkan pintu terbuka dengan sekali tinju.
boooooooommmmmm
pintu tersebut hancur, pasukan Jang Chu masuk dengan memegang senjata mereka,murid penjaga yang melihatnya langsung membunyikan lonceng bahaya.
**tingggggg...
tingggg....
Tinggg**......
semua murid yang mendengarnya langsung menuju kearah suara tersebut,mereka melihat banyak pasukannya yang akan mereka,semua murid langsung mengeluarkan senjata mereka dan menyerang.
sementara itu Lin rhey yang melihatnya hanya tersenyum dingin.
__ADS_1
''tampaknya sudah dimulai...."
bersambung.....