KAIZEN "Battle.Ultimate.Point"

KAIZEN "Battle.Ultimate.Point"
SMA Nusa Surakarta


__ADS_3

"Selamat! kalian telah diterima di sekolah ini! Mulai sekarang nikmatilah masa muda kalian disini dan bersenang-senanglah"


Seorang pria paruh baya dengan setelan yang tidak bukan adalah kepala sekolah ini menyelesaikan pidatonya yang cukup panjang dan melelalahkan sambil tersenyum.


SMA Nusa Surakarta merupakan salah satu sekolah elit yang di Indonesia. Bahkan untuk masuk ke sekolah ini, kau harus mau bersaing dengan hampir seluruh lulusan SMP di Indonesia.


Ditambah ujian masuk dari sekolah ini, membuat peluang untuk dapat duduk dibangku SMA ini sangatlah kecil, hanya orang-orang yang mempunyai kemampuan dan kecerdasan yang tinggi untuk memasuki tempat ini.


*****


Setelah melewati ujian seleksi, para siswa harus memilih ARK yang akan mereka gunakan selama belajar di sekolah ini.


"Silahkan memilih ARK yang akan digunakan"


Seorang guru menunjukan sebuah layar yang menampilkan banyak jenis senjata dan aku harus memilih satu.


Banyak tipe senjata yang terpampang pada layar di depanku ini, seperti pedang, tombak, pistol, kapak, shuriken, palu dan lain-lain.


Aku memilih sebuah pedang. Lalu tiba-tiba saja layar tesebut berganti dengan pedang yang kupilih.


"Apa kau yakin!?"


"Ya, aku pilih ini....Xcalibur..."


*****


Berbeda dengan sekolah yang lain. SMA Nusa ini menerapkan sistem Point dalam pembelajarannya.


Point disini digunakan sebagai pengganti "uang".


Point digunakan untuk membayar SPP, membeli perlengkapan belajar dan membeli jajanan di kantin.


Ya, Point adalah mata uang disini. Bahkan, Rupiah tidak akan berlaku ditempat ini.


jadi, siapa pun yang memiliki Point tertinggi bisa dianggap sebagai Raja.


Point didapatkan dari nilai hasil pembelajaran seperti prestasi, ujian, PR, tugas-tugas lainnya.


Lalu bagaimana dengan orang yang tidak memiliki prestasi maupun nilai akademik yang tinggi?


Ada satu cara lagi untuk mendapatkankan point, yaitu dengan Battle Ultimate Point (B.U.P).


*****


"Satu buku tulis, satu bolpoin dan satu tipe-x semua totalnya 150 point, mahalnya!!"


Aku tidak menyangka bahwa membeli di koperasi sekolah akan semahal ini. Semuanya setara dengan PR fisikaku hari ini. padahal aku hampir saja lupa mengerjakan PR-nya.


Tapi apa boleh buat, aku tidak punya pilihan lain karena bolpoinku tiba-tiba saja hilang.


Huh! Padahal aku hanya meninggalkannya di atas meja sebentar dan lalu bolpoinku lenyap begitu saja, pasti ulah orang-orang dengan kebiasan klepto itu pelakunya.


Aku lalu menempelkan tanganku pada layar yang ada di situ untuk mengkonfirmasi pembayaranku.


Sekarang sisa pointku hanya 23.240. jumlahnya masih tergolong banyak sih.


Tapi, jika bolpoinku hilang terus bisa-bisa pointku habis hanya untuk beli bolpoin saja.


"Haus...." Sebaiknya aku membeli minuman dulu sebelum kembali kekelas.


(BATTLE BEGIN)


Tiba-tiba saja muncul area di depanku, sepertinya ada yang sedang melakukan battle.


Benar saja, Agung dari kelas XI C dan Jaya dari kelas XI B sudah memulai pertarungan di depanku.


Agung menggunakan Ark Rapier miliknya untuk mengalahkan Jaya yang memiliki Ark berupa Golok.


"Cih..." Dengan gesit Agung menyerang jaya secara bertubi-tubi.


"Kecepatan melawan kekuatan ya" Pedang jenis rapier memang memiliki bentuk yang ramping sehingga memiliki keuntungan pada kecepatan serangan. Sedangkan golok memiliki kekuatan yang lebih besar daripada rapier.


Jaya berusaha mengerahkan serangan kepada Agung, tapi sepertinya dia sedikit kesulitan karena kecepatan Agung.


"Hmmm...cukup menarik" Tapi setelah dipikir lagi tujuan utamaku adalah membeli minuman dan kembali kekelas.


Tapi kalau begini aku harus mengambil jalan memutar deh! Kenapa mereka harus melakukan B.U.P disini.


Aku lalu pergi mengambil jalan memutar dan kembali kekelas setelah membeli sekaleng minuman bersoda.


*****


"Lama sekali kau Bayu!" Sapa Andreas.


"Ada yang melakukan pertarungan di tengah jalan, jadi aku harus mencari jalan lain" Keluhku


"Yah memang mereka itu kalau melakukan pertarungan tidak pernah tau tempat sih"


"Oi kalian sedang membicarakan apa? Sepertinya menarik" Sebuah suara datang dari arah belakangku.

__ADS_1


"Yo Putri! Kami hanya membahas soal pertarungan liar saja" Ternyata Putri, dia adalah ketua kelas kami. Dia sedikit galak dan tegas, munkin sikap itulah yang membuatnya dipilih menjadi ketua kelas.


"Kukira, ada yang menarik"


"Teruslah berharap"


Kami bertiga biasanya suka berkumpul saat istirahat seperti ini.


Di kelas memang biasanya para siswa akan membentuk geng untuk sekedar berbincang. Kebetulan aku, Andreas dan Putri memang sudah berteman sejak smp.


"Bayu!! Ayo kita bertanding!!" Tiba-tiba saja seorang menghampiri kami. Rudy siswa dari kelas sebelah, dia memang suka menantang orang untuk bertanding.


"Tidak aku menolak, saat ini aku sedang malas" tanggapku. Ditantang tiba-tiba begini mengapa juga harus aku.


"Masih 15 menit sebelum masuk ya...Bagaimana aku saja" Jawab Andreas.


"Baiklah!! Ayo keluar!" Tanpa berpikir panjang Rudy menerimanya.


"Ayo! Kalian juga lihat ya" kata Andeas kepada kami.


"Hah...kau ini, baiklah" Padahal aku betah dengan kursiku tadi.


*****


Kami lalu menuju lorong kelas untuk melakukan B.U.P.


Andreas dan Rudy lalu mengangkat tangan mereka.


(Battle Ulitimate Point Active)


Muncullah area kotak yang membatasi pertandingan.


"Kita bertaruh 250 point ya"


"Baiklah siapa takut" Jawab Rudy


Mereka berdua lalu memasukan angka 250 pada panel yang muncul didepan mereka.


Battle Utimate Point adalah cara lain untuk mendapatkan point di sekolah ini. Para siswa dapat menantang siswa lain untuk memperebutkan point yang mereka pertaruhkan.


Battle Ultimate Point atau B.U.P merupakan sebuah pertarungan dengan menggunakan senjata berupa Ark yang telah dipilih oleh siswa saat masuk ke sekolah ini.


Setelah memasukan Point yang akan dipertaruhkan. Ark milik Andreas dan Rudy lalu muncul di depan mereka. Ark milik andreas berupa tombak panjang sedangkan milik Rudy adalah kapak .


Senjata ini tidaklah berbahaya, meskipun begitu jika terkena serang dari Ark ini tetap akan menimbulkan rasa sakit. Mereka harus bertarung sampai salah satu Health Point milik mereka habis.


Dalam B.U.P ada beberapa peraturan dasar yang wajib dipatuhi.






Point yang dipertaruhkan dalam B.U.P maksimal adalah 2000 point.




Siswa yang memiliki point kurang dari 100 tidak dapat melakukan B.U.P dan harus mengikuti pelajaran tambahan.




Memang cukup sederhana bukan peraturannya.


"Ayo kita mulai pertandingannya"


(BATTLE BEGIN!)


Rudy mulai menyerang duluan kearah Andreas. Dia mengayunkan kapak miliknya dengan kedua tangannya.


"Haaa!!!" Serangan dari arah atas pun tertuju tepat kearah Andreas.


Bukanya menghindar Andreas malah menahan serangan itu dengan tombaknya.


"Kuat juga ya kau, tidak salah jika kau sering menantang banyak siswa"


Andreas menendang Rudy hingga terpental mundur, Health Point (HP) milik Rudy berkurang.


"Tapi jangan salah, kemampuanku lebih hebat darimu" katanya dengan sombongnya


"APA KAU BILANG SIALAN!!!"


Seperti biasa Andreas mengeluarkan kata-kata sombongnya, dia telah berlatih seni menombak sejak kecil memang pantas jika kemampuan dan kekuatannya cukuplah hebat.

__ADS_1


Rudy mengayunkan kapaknya dengan membabi buta dan Andreas terus mundur menghindar.


"Ayo tunjukan semua kemampuanmu" senyum sombong miliknya kembali keluar.


"Dasar tukang pamer" Komentar Putri di luar area.


"Boleh juga seranganmu Rudy..." Dengan menggunakan dinding area sebagai pijakan, Andreas melompat melewati Rudy.


"...Sekarang giliranku" Andreas lalu mengayunkan tombaknya dan mengenai punggung Rudy.


"AARrr.."


Belum sempat Rudy berbalik Andreas melanjutkan serangannya dengan mengayunkan tombaknya kearah bawah.


"Seni menombak, Teknik Tuna Melompat" Dengan tombak berada tepat dibawah kedua kaki Rudy, Andreas melempar Rudy ke arah belakang.


"Awww...pasti sakit" Komentarku setelah melihat teknik yang digunakan Andreas, mengangkat orang tepat diantara kaki seseorang, aku tak bisa membanyangkan seberapa sakitnya itu bagi seorang laki-laki.


Belum juga tubuh Rudy menentuh tanah kembali...


"Seni menombak, Teknik Lemparan Kematian" Andreas melempar tombaknya dan mengenai perut Rudy.


Sepertinya gerakan Andreas lebih cepat dari gravitasi.


Rudy terpental sampai mengenai dinding area disisi lainnya. HP milik Rudy sekarang telah habis.


(Battle End)


Pertandingan berakhir dengan kemenangan telak Andreas. Bahkan ini bisa disebut kemenangan mudah baginya.


Area dan ark milik mereka berdua menghilang setelah pertandingan berakhir.


Rudy yang sempat terpental dua kali tadi kemudian bangkit.


"SIALAN KAU ANDREAS, LAIN KALI AKAN KUREBUT POINTMU"


Rudy lalu meninggalkan koridor dan kembali ke kelasnya.


Kalian pasti bertanya kenapa setelah Rudy diserang habis-habisan oleh Andreas masih bisa berdiri tanpa kesakitan mapun lukakan!?


Jawabannya ada dalam sistem pertandingan yang digunakan dalam Battle Ultimate Point.


Saat area muncul, sistem memanipulasi otak para pemainnya sehingga merasakan rasa sakit akibat serangan dari Ark yang mengenai mereka.


Tetapi saat pertandingan selesai dan area menghilang, maka rasa sakit itu juga akan ikut menghilang.


Jadi bisa dikatakan itu hanya sebuah ilusi dan rangsangan buatan yang diberikan oleh sistem kepada otak para pemain B.U.P.


*****


"Ahhh...lumayan 250 point" Dengan memasang wajah bangga dan sombongnya ia merenggangkan badannya.


Sebuah pukulan seketika melesat ke kepala Andreas.


"AW...Aw..kenapa kau memukulku, sakit tau"


"Kau menyuruh kami melihat aksi sombongmu itu HAH!!" Dengan kesal sekali lagi Putri melesatkan pukulannya.


"Aw...!!"


"Sudahlah ayo kembali ke kelas, sebentar lagi masuk" Aku berusaha menengahi mereka.


"Kau berhutang satu kaleng minuman kepadaku" Ancam Putri.


"HEH...." Andreas berusaha menolaknya, tapi melihat Putri memasang wajah mengerikan sepertinya dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Baiklah"


*****


Disuatu ruangan Tampak beberapa orang berkumpul.


"Saya mendapati ada siswa yang melakukan kecurangan pada sistem B.U.P, apa kita perlu menindak lanjuti ini?"


"Tidak..biarkan dulu, ini bisa jadi saat yang tepat untuk memilih kandidat baru"


"Tapi pak..."


"Tidak apa-apa, kita lihat saja pasti akan ada hal menarik"


"Baik pak saya akan melanjutkan tugas saya"


Orang itu lalu pergi dari ruangan.


"Apa yang sebenarnya kau tunggu....Kepala Sekolah!" Tampak seorang berpakaian seragam putri berkata kepada seseorang yang ternyata adalah Kepala Sekolah SMA NUSA.


"Kita tunggu saja, aku yakin pasti dia akan kembali beraksi"


Kemudian ia membuka buku yang menampakkan sebuah foto siswa yang misterius.

__ADS_1


"....Pendragon"


__ADS_2