
Alden hanya diam mendengar ocehan Angelin yang mengemis minta untuk dimaafkan. tapi pria itu sudah benar-benar marah dan muak karena wanita ini selalu mengganggu Haura--wanita yang sangat dia cintai.
"Alden! Jawab aku! Apakah kau tidak ingin memaafkan aku?" Angeline masih bersimpuh di kaki Alden.
"Kau bisa melakukan apa yang kau suka--dan aku pun juga bisa, An! Kau kenal betul siapa aku?!" desis pria itu.
Josep yang tidak tahan melihat Angeline diperlakukan seperti itu, mulai gerah. Mau bagaimana pun Angeline, dia adalah sahabat mereka berdua. Tapi bagi Alden--kelakuan Angeline memang sudah kelewatan dan tidak bisa ditolelir, dia sudah ingin membahayakan nyawa Haura.
"Tuan Alden," gumam Josep, dia sedikit berbisik ke arah pria itu, tapi dengan cepat--Alden mengangkat tangannya agar Josep tutup mulut, dan tidak ikut campur atau bahkan mengintervensi segala keputusannya Alden buat.
"Tapi, Al--" Pria itu mencoba kembali menyadarkan Alden agar tidak menghukum Angeline seperti ini, bagaimana pun juga Angeline menderita gangguan bipolar yang setiap saat bisa mempengaruhi perilakunya yang bisa berubah-ubah tanpa bisa dia kontrol. Sebenarnya selama ini Alden sudah memaklumi perilaku sahabatnya itu, akan tetapi semakin lama Angeline malah seperti monster jahat yang menghalalkan semua cara untuk mencapai tujuannya.
"Kau harus minta maaf pada Haura!" Kalimat yang keluar dari bibir Alden membuat wanita itu tersentak. Angeline yang terhormat, dia harus bertekuk lutut dan merendahkan diri meminta maaf pada Haura wanita rendahan itu? Tidak mungkin Angeline lakukan.
"Al... ini sudah di luar batas!" Josep kembali mengingatkan Alden. Akan tetapi Alden benar-benar menolak berkomentar dan dia memilih tetap bergeming dan menunggu angeline meminta maaf pada kekasihnya.
Demi kebebasannya, Angeline memang benar-benar harus menerima konsekuensi apa pun atas semua kekacauan dan tindakan yang dia buat--semuanya akan dimintai pertanggung jawaban.
__ADS_1
Haura yang mendengar hal itu, nampak tersenyum penuh kemenangan--dia benar-benar muak menjadi orang baik dan menerima apa pun yang orang lain lakukan kepadanya, kini dia sudah tidak mau menjadi Haura yang dulu, dia ingin menjadi Haura yang lahir dengan sifat kejam dan penuh balas dendam. Dia harus menjadi wanita kuat, dan tidak ingin terus berlindung di bawah ketiak seorang Alden Walsh.
Angeline mendekat ke arah Haura, wanita itu masih melingkarkan kedua tangan di dada, ekspresinya sungguh dibuat-buat hanya agar Angeline terprovokasi dan akan marah kembali padanya, nyatanya tidak--sahabat Alden itu malah meraih tangan Haura dan mencoba meminta maaf pada kekasih Alden itu.
"Maafkan aku," gumamnya lirih. Mata Angeline bahkan tidak melihat ke arah wajah Haura, karena malu.
"Aku tidak melihat keseriusan di ucapan permintaan maafmu, An," ledek Haura, dia sudah tidak ingin menghormati wanita itu lagi, dan tentunya karena rasa hormat dalam diri Haura sudah hilang karena kelakuan Angeline sendiri.
"Nona Haura jaga batasan Anda!" sela Josep dengan nada tidak suka. Namun, tangan Alden kembali memberi isyarat agar Josep tidak lagi ikut campur masalah wanita.
Haura membuang muka dengan pongah, dan sedetik kemudian ia melirik ke arah Alila, tanpa Haura minta pun, istri Theo itu langsung berlari dan bersimpuh di kaki Haura.
Haura menghela napas panjang, lalu berdiri--kemudian berjalan mendekati kekasihnya.
"Honey... aku telah memaafkan mereka, jadi untuk laporan yang akan kau layangkan--kau bisa mencabutnya segera," gumam Haura kepada sang kekasih dan diikuti anggukan dari Alden yang setuju dengan yang dikatakan oleh Haura.
Alden memberi isyarat pada Josep untuk membereskan semua kekacauan ini semua, dan Josep menjawab dengan anggukan mengerti.
__ADS_1
Alden mengulurkan tangannya untuk sang kekasih, di sambut genggaman tangan oleh Haura. Keduanya berjalan menuju mobil untuk pergi dari kantor polisi tersebut.
Saat Haura dan Alden masuk ke dalam mobil,setelah berada Haura duduk, dan tidak dilihat orang-orang barulah napas Haura nampak tersengal karena menahan diri sejak tadi--ini kali kedua dia melakukan keberaniannya sendiri, mendobrak nuraninya untuk melawan Angeline.
"Kau tidak apa-apa?" Alden mengusap punggung Haura dengan lembut, dia sangat bangga atas keberanian Haura saat ini.
"Apa tindakanku tadi sangat berlebihan, Alden?" tanya wanita itu masih mengatur napas dan menyembunyikan kegugupannya.
"Perfect!" Alden meraih tangan Haura, dan mengecup lembut punggung tangan wanita itu.
To be continue~
pengumuman give away akan diumumkan besok tanggal 20 April 2022 tepat saat waktu sahur.
__ADS_1
luv,
Novi Wu