
Sekarang kita beralih ke shaka dkk .
Shaka sedang duduk dengan tatapan fokus pada gadis kecil dihadapannya ini , masih memikirkan malam tadi .
Ingin sekali bertanya, namun rasanya tak ada hak khusus untuk dirinya bertanya hal itu .
Entah perasaan darimana , sejak shaka melihat tabita hatinya menjadi sedikit lembut dan ingin menjaga tabita .
Rasanya begitu aneh jika anak kelas 5 Sd yang merasakannya .
"Shaka ".panggil seno
Shaka mengalihkan pandangannya sebentar ."hm".jawabnya singkat
"Lo ikut mau ikut extra kulikuler gak ? Anggota kita kurang 1 nih ".ujar seno dengan tatapan memohon
"Apa?".tanya shaka
Shaka ini sungguh irit bicara ya seperti lino , untung saja berkat berteman dengan lino cukup lama mampu membuat kemampuan seno mengerti bahasa irit patut diacungi jempol .
"Bela diri semua jenis ".jawab seno
Shaka terdiam menimang-nimang tawaran seno , jika dipikirkan lagi sepertinya bela diri juga sangat diperlukan .
Dengan menatap seno anggukan sekali dari shaka mampu merekahkan senyum seno , seno ini memang gampang sekali tersenyum .
"Selamat pagi anak-anak".sapa guru tampan didepan
"Pagi pak".sahut dari mereka
"Untuk hari ini saya yang akan mengisi jam pak kusdi , dikarenakan beliau sedang sakit tak dapat mengajar untuk 3 hari kedepan".
"Sebelum kita memulai mari kita berkenalan dulu , perkenalkan nama saya Deon guru bahasa".kata deon
Dan deon dapat melihat anak lelaki yang kemarin bersama kaleya .
Deon mengambil absen melihat dan memanggil satu persatu , hingga akhirnya dia menemukan nama yang membuat hatinya berdegup kwncang tak biasa , ingin sekali tubuhnya luruh kebawah karena sendi-sendi lututnya terasa lemas .
"Bumi arshaka agreon".panggil deon
Shaka hanya mengangkat tangannya keatas , tak ingin menjawab guru itu rasanya malas .
__ADS_1
Setelah selesai mengabsen semua nama , deon memulai pelajarannya dengan baik .
Tugas yang agreon berikan hanya 1 namun isi dari jawaban tersebut membuat siswanya menyebut
"Ya tuhan , soal sih cuma 1 . Tapi jawabannya paket keluarga ini ".keluh seno kesal
Ini alasan kenapa seno tak menyukai pelajaran ini karena selalu menyusahkan dirinya .
Namun berbeda dengan guru yang memberikan tugas itu , pria ini bertambah intens menatap shaka yang sedang menulis .
Dia begitu tampan , mata hitam pekatnya , rambut lurusnya , tubuh putihnya , wajah dan alis tajam nya mirip sekali dengan dirinya .
Hanya saja ada banyak tahi lalat diwajah shaka , 2 lesung pipi nya , dan gingsul yang ia punya menambah pesona shaka .
(Apa dia anak gue ,sepertinya ini harus cepwt gue pastikan).batin deon
30 menit belajar bahasa mampu membuat kepala kebanyakan anak akan panas , karena otak yang terus bekerja dan berperang dengan tulisan-tulisan yang dibutuhkan .
"Baik anak-anak tugas ini kalian bisa selesaikan dirumah masing-masing dan besok kalian kumpulkan pada ketua kelas kalian lalu taruh dimeja saya".kata deon karena jam mengajarnya selesai
Shaka berdiri dan menghampiri deon , memberikan kertas jawaban yang penuh .
Ya shaka sudah selesai sejak 15 menit lalu .
Deon keluar dari kelas shaka , tak sengaja berpapasan dengan kaleya . Deon mencekal tangan kaleya .
Kaleya yang melihat itu pun menatap risih pada deon .
"Lepas".kata kaleya
"Maaf".kata deon
"Aku ingin membicarakan tentang shaka ".kata deon
Kaleya terkejut . Bagaimana bisa deon tau secepat ini . Apa yang harus kaleya lakukan sekarang .
"Apa maksudmu ?".kata kaleya
"Temui aku di cafe depan nanti pulang sekolah" .kata deon kemudian pergi meninggalkan kaleya
Aktifitas keduanya tak luput dari beberapa pasang mata .
__ADS_1
Shaka berfikir ,ada hubungan apa antara pak deon dengan maminya ,kenapa raut wajah sang mami bisa berubah pucat seperti itu .
Kelaya yang melihat adegan tadi menahan amarah , apa yang sebenarnya lelaki itu inginkan dari sang kakak . Apakah belum puas sudah menyakitinya ďulu .
Sedangkan bintang , entahlah !
Ada banyak pertanyaan yang bersarang dibenaknya , sekedar untuk menanyakannya bintang sadar diri . Kepala sekolahnya itu adalah wanita dewasa yang permasalahannya belum bintang kuasai .
Bintang pergi meninggalkan tempat sekarang ia berdiri dengan tangan terkepal kuat menandakan dirinya marah dan cemburu ,mungkin ...
.
.
.
shaka masih terdiam di balkon kamarnya , rasa-rasanya memahami orang dewasa sungguh merepotkan . bagaimana bisa shaka memiliki sifat seperti ini bukankah belum waktunya .
jika anak seusianya mungkin sedang asyik bermain dengan teman sebaya nya , tidak berlaku untuk shaka .
shaka menyukai keramaian , tapi tidak untuk didalamnya . shaka menyukai sendiri .
Semua yang ada diotak shaka sekarang hanyalah tentang guru penggantinya tadi siang. Tak sengaja shaka juga memandang kearah kelaya , dan tatapan kelaya benar-benar tak bersahabat membuat shaka semakin bingung . apakah dugaannya benar !
sepertinya shaka harus menemui kelaya .
tok..
tok...
"masuk aja ".jawab kelaya dari dalam kamar
"aunty".panggil shaka
mendengar suara dari pria kecilnya , kelaya menutup laptop dan beralih menatap shaka .
"ada apa ?".tanya kelaya
"aku hanya ingin bertanya ".jawab shaka
"apa yang ingin kau tanyakan ?".tanya kelaya
__ADS_1
"siapa daddy ku ? dan apa hubungan mammi dengan pak deon ?".to the point shaka .
kelaya terdiam , jelas bingung harus menjawab seperti apa . ini yang kelaya takutkan , lambat laun pasti shaka mempertanyakan siapa ayah kandungnya .