KALEYA & BINTANG

KALEYA & BINTANG
2


__ADS_3

Deon tertidur setelah membersihkan tubuhnya terlebih dulu ,sedangkan kaleya masih sibuk dikamar mandi . Entah apa yang dilakukannya didalam hampir 1 jam dirinya tak kunjung keluar . Dasar wanita ....


Kaleya masih berdiri menggenggam erat pucuk handuknya , memikirkan bagaimana caranya keluar dan memberitahukan kepada deon tentang dirinya yang tak ada baju ganti.


Kaleya keluar dari kamar mandi dengan pelan , malu sekali sekarang ini . Hanya menggunakan handuk untuk membalut tubuhnya dan handuk kecil untuk kepalanya .


Mencoba mendekati deon yang sedang tertidur pulas . Menggerakkan kecil tubuh deon agar terbangun .


"Kak ". Panggilan pertamanya


"Kak deon ". Panggilan keduanya


"Kakak pacar !!".kali ini dengan nada sedikit berteriak


"Ya tuhan ,ni orang tidur apa latihan mati sih !!". Sungutnya saat tak berhasil membangunkan deon


Sebenarnya deon sudah terbangun saat kaleya membangunkan pertama kali . Bagaimana tidak bangun dibangunkan oleh gadis cantik yang memanggilnya dengan lembut .


Sengaja saja untuk sedikit mengerjai kekasihnya itu . Yah seperti biasa ..... dan deon sudah menyiapkan baju ganti untuk kaleya beserta pakaian dalamnya . Karena semenjak kaleya masuk kamar mandi deon sudah memesan nya lewat online .


Dan jangan tanyakan bagaimana deon tau ukuran bra kaleya ini .nanti akan panjang sekali ceritanya .


"ISHHH KAK DEON .......... BANGUN NGGAK . KALO NGGAK BANGUN AKU KELUAR NIH" .habis sudah stok sabar kaleya


Tidak .. apa-apaan kaleya ini . Apa dirinya berniat untuk mengumbar calon aset berharga untuk dirinya .


Deon dengan sigap menarik pergelangan tangan kaleya .


Bruggg....


"Awhh .. kak deon" .ringis kaleya saat dirinya sekarang benar-benar berada diatas tubuh deon


"Kenapa hm ?" .tanya deon jail dengan memegang bokong kaleya


"A-anu itu kak . Aku gak pake apa-apa .. emmhh trus gak punya baju ganti" .gugup kaleya


Deon sontak melihat keadaan tubuh kaleya saat ini . Tiba-tiba tubuh deon memanas seakan darahnya mendidih dalam sekejap . Kedua bola mata keduanya saling beradu pandang . Tenggelam dalam pesonanya masing-masing .


Kaleya merona bagai tomat . Tubuhnya ikut bergetar belum pernah ia rasakan sensasi ini sebelumnya meski mereka berdua sudah sering berpelukan atau berciuman .

__ADS_1


Deon tak ingin membuang waktu , deon mendudukkan tubuhnya sembari mengangkat tubuh mungil kekasihnya . Entah sejak kapan handuk yang tadinya melilit tubuh kaleya kini sudah tak tau dimana .


Handuk yang sudah tak terpasang , tubuh putih mulus bersih itu jelas terpampang polos didepan mata pemuda itu .


Deon menggendong kaleya ala koala , mengunci pintu kamar apartemennya , kemudian membuang semua benda yang berada dimeja belajarnya . Mendudukan kaleya dimeja itu , lalu deon mencium lembut dahi gadis itu . Memeluk erat sembari menghirup dalam-dalam aroma vanilla dari tubuh gadisnya yang membuat candu.


Memandang dalam-dalam wajah mulus kaleya , deon mengalihkan pandangannya sekarang dan beralih menatap fokus pada bibir pink cerry alami kaleya .


Begitu menggoda , .....


Cup ....


Ciuman bibir itu berlangsung lama , saling menikmati . Kaleya memejamkan matanya . Ada sesuatu yang salah disini , tapi kaleya tak bisa mencegahnya saat tangan deon mulai tak terkontrol dengan baik .


Mulai mengelus paha mulus kaleya , sesekali mengecup leher jenjangnya . Deon melepas kaos nya dan celana pendek yang ia kenakan .


Sekarang keadaan mereka benar-benar kacau , kaleya yang polos tanpa sehelai benang , dan deon yang masih menyisakan celana dal*m nya . Meski masih ada yang menutupi tubuh deon , itu sama sekali tak bisa menutupi bagian vital deon yang entah sejak kapan sudah berdiri dengan tegak . Seakan meminta masuk kedalam liangnya .


Jujur saja kaleya sedikit ngeri jika harus menyentuh gundukan didalam celana itu . Terlalu besar baginya yang belum pernah melihat secara langsung ...


Tak kaleya sadari deon sudah berada tepat didepan dua gunung kembar miliknya yang ikut mengeras bahkan menunjukkan put*ingnya yang sudah mencuat ikut mengeras .


Deon menatap kaleya , "apa gue boleh pegang ini kal ?" .tanya deon takut kaleya marah


"Paling cuma nyusu doang , terakhir kali gue nyusu umur 2 tahun kal" .jawab deon sedikit ngaco


Sempat ragu dan menimang untuk mengijinkan atau tidak  akhirnya kaleya ."Boleh , tapi jangan lama-lama" .jawab kaleya .


Mendengar jawaban kaleya ,deon tersenyum sumringah , tidak mau menunggu terlalu lama , deon langsung menyentuh dua gundukan dada itu , mengelus lembut dan sedikit memilin kedua put*ng nya .


"Aahhh , kak" .desah*n itu lolos begitu saja dari bibir kaleya membuat deon semakin bersemangat .


Deon melakukan semua apa yang ia katakan tadi pada kaleya , namun entah dorongan dari mana salah satu tangan deon merambat kebawah , mengelus paha mulus kaleya .


Kaleya terkejut , menggelengkan kepala tanda tak setuju dengan tindakan deon .


"Sebentar doang kal , gue udah nggak tahan" .suara berat deon membuat darah kaleya berdesir begitu saja


"Tapi ini salah kak , aku takut" .jawab kaleya

__ADS_1


"Nggak , gue gak bakal masuk cuma kepalanya doang ..kalo mau keluar gue buang diluar" .kata deon lagi


"Tapi kak deon ... " .kalimat kaleya terjeda karena deon lagi-lagi menggigit kecil put*ingnya, bermain dengan dadanya . Seakan tak ingin mendengar penolakan apapun dari kaleya .


"Aahh kak , aku mau pipis" . Kata kaleya


Deon tersenyum miring , "keluarin aja " .kata deon


Namun kaleya menggeleng , dia tidak bisa melakukannya .


Masa iya kaleya harus  pipis didepan deon .


Tak mendapat respon dari kaleya , deon merebahkan tubuh kaleya diranjangnya . Perlahan membuka kedua kaki kaleya yang daritadi menutupi .


"Jangan kak , aku takut" . Rintih kaleya


"Lo percaya kan sama gue kal . Gue cinta dan sayang banget sama lo . " .tanya deon


Kaleya akhirnya mengangguk setuju . Meski dirinya tau jika ini salah . Dan kalau kedua orangtuanya tau tidak tau lagi apa yang harus kaleya katakan . Pasti kecewa .


Deon perlahan mendekatkan ujung juniornya pada v*gina milik kaleya , menggosoknya tepat berada dipintu surga dunia itu .


Maafin deon dad , sepertinya deon tidak bisa menepati janji deon untuk tidak melakukan lebih pada putrimu ini .Batin Deon


Perlahan memasukkan sedikit kepala junior nya ,"awwhh ,kak sakit". Kata kaleya


"Tapi ini baru ujungnya kal , tanggung". Kata deon


"Tapi sakit banget kak , perih ". Keluh kaleya saat lubang sengg*m*nya diterobos oleh sesuatu yang asing .


Deon mencium bibir kaleya mencoba menenangkan gadisnya , tak terasa semuanya telah masuk dengan sempurna .


Dengan ritme perlahan tapi pasti deon segera merubah ritme pelan itu menjadi cepat , membuat kaleya bergelinjang tak karuan .


Disaat kenikmatan itu akan segera keluar , deon dengan cepat menarik miliknya dan mengarahkannya pada mulut kaleya .


"Telen" . Ucap deon masih dengan suara beratnya dan nafas yang memburu


Kaleya menggeleng ; namun tenaga yang ia punya tak sebanding dengan tenaga deon . Alhasil semua cairan putih kental itu masuk kemulutnya namun tidak kaleya telan .

__ADS_1


Ia muntahkan begitu saja . Deon tertawa puas melihat ekspresi gadisnya .


"Makasih kal , gue janji gue bakal ada disetiap cerita hidup lo" .kata deon kemudian keduanya terlelap dengan keadaan kacau tanpa pakaian .


__ADS_2