Kamu

Kamu
Jujur


__ADS_3

Tok ..tok..tok...


''iyah, sabar'. balasan dari dalam rumah ini


''eh, Liyan? tumben cantik ada perlu yah? ayo masuk dul''. sambutnya dengan lembut.


''Tante, Andrinya ada?'' kataku gemetar, karena ini pertama kalinya aku datang kemari setelah bertahun - tahun menjadi tetangga Andri.


''emm, kamu sama Andri kenapa sayang?'' tanyanya halus


''Ti...tidak ada apa - apa kok tante, kan besok udah acara kelulusan, kok Andri nggak kelihatan. ini udah dua hari tante. kan di sekolah lagi ramainya persiapan buat acara pelapasan, tan''.


''Oh, sebenarnya tante nggak di bolehin sama Andri nih. tapi pengecualian deh buat Liyan yang cakep ini.''


Aku tersipu oleh kata - kata tante Ana, Barusan coba sajah ibuku seperti Beliau.


''Liyana Aggita, Sebenarnya Anak Tante itu.. sabar yah, tunggu tante disini'.


iy..iyah tante, anggukku.


Kenapa lagi sih ini. ah, amukku dalam - dalam


Tak berselang 5 menit, ibu Andri membawa sebuah agenda coklat yang sudah lecek dan bersampul lama.


''ini, Liyan, baca dulu. nanti selesai tante jelasin'.,


Tanpa lama - lama lagi. ku buka Agenda usang itu.


DEG.. wajah candid ku terpasang disana. ku tatap wajah tante Ana, masih dengan senyum..

__ADS_1


mulai ku buka lagi lembaran demi lembaran, yang begitu mengoyak hati dan pikiranku.


dari hari, tanggal, bulan , tahun serta waktu dan tempat terulis di harian tersebut. bahkan dengan potret benda nyata atau gambar yang diambilnya.


sabtu, 12 desember 2012


13.00, 


waktu Hujan..


diatasnya adalah daun yang sudah mengering, seingatku itu adalah daun yang kusentuh saat hujan deras mengguyur halaman sekolah.


cantik, andai jutaan bidadari datang bernegosiasi untuk memiliki diriku maka kamu adalah peri yang akan selalu ku lindungi. Andai saja senyum itu untukku, Liyan.. 


air mataku bermain aktif di pelupuk nya. ternyata banyak kata romantis dari Andri untukku yang memang tak mampu dia utarakan untukku. Dan ini adalah lembaran terakhir di agenda, yang tak lain adalah hari dimana kami sedikit terlibat pertengkaran kecil di kantin.


rabu, 13 april 2013


kantin, sekolah bebas, istirahat persiapan sebulan lagi pelepasan..


dan ada cap darah diatas kertas tersebut 


marahku dan polosnya..


ah, Liyan entah tahu atau pura - pura bodoh. Aku sayang kamu, sayangnya kebangetan sampe luka pun nggak berasa sakit. 


lagi. aku lemas dengan air mata.


''liyan sayang, sebulan dari kejadian itu dia sengaja biasa - biasa ada ke kamu. tanganya memang terluka karena dia meninju kaca kamarnya sendiri. selain itu dia sudah lama suka kamu, nak. dia selalu curhat ke ibu. selalu, bahkan setiap hari. Tapi pas di tahu kamu mau ambil magister disana, bahkan dia selalu bertanya pada tante apa yang harus dia buat supaya kamu tetap ada di indo. Liy, sayang tolong tante yah, yang ini rahasia kita. yang penting Liyan sudah tahu perasaan Andri ke Liyan nya.

__ADS_1


'' Ta..tapi , tante''


''kenapa sayang''?


''Besok, Liyan sudah harus pergi''. kataku berurai air mata.


''Sekarang, Andri nya dimana Tan? tanya ku lagi


''Ya Tuhan, aduh.. kok mendadak sih sayang.''.


''Sudah sesuai jadwalnya Ta''.


''Sekarang udah malam, Andri di bandung sayang. mana hari ini weekend pasti macet di jalan''. sambung tante Ana.


''Tante, makasih yah. Liyan juga bingung dengan perasaan Liyan. Tapi tolong jangan bilang ke Andri kalau Liyan juga sebanarnya peduli sama dia. hanya Liyan nggak bisa tunjukin itu.''


Liy..liyan Sayang Andri, Tante..


Wajah putih, Tante begitu syahdu memeluk ku erat. ''iya sayang'' .


''nanti, liyan coba telepon Andri deh tante, tapi mungkin kita nggak bisa ketemu, soalnya liy Chek in nya jam 2 pagi. jam 3, liy sudah take off, tan''.


''Aduh Liyan, kamu benar - benar yah '' ringis tante Ana gemas.


''makasih tante, Liyan pamit dulu..


''Hati - hati yah sayang, kapan ketemu lagi cobaaa''... katanya


''Pokoknya kalo Jodoh, Insya Allah''. kataku.

__ADS_1


''Amin Jawab, Tante''


__ADS_2