Kamu

Kamu
Kecewa, Menunggu atau Lupa..


__ADS_3

Aku lemas seketika. Tangan yang bergetar bersama dengan kaki yang lemas. Aku terlambat lagi. lagi. Rasanya aku tak ingin pulang malam ini. Hiruk pikuk jalan ini begitu menggema di telingaku, di tambah kenangan ku sendiri tentang Liyan. Cintaku mungkin buta tetapi bukan mataku, bisa saja sekarang aku benar - benar menyerah tapi dari awal melihatnya hati ini sudah tak bisa bermain lagi ke tempat lain.


Ku raih ponsel pintarku dan menelpon ibu.


"Ma, aku tidak bisa nyetir!" kata ku sendu.


"Andri, tunggu mama sekarang. Kamu jangan kemana-mana". terdengar suara khawatir mama disana dan langsung ku matikan.


setengah jam kemudian, mama datang dengan tergesa - gesa dan memeluk ku erat. basah mataku menuruni pundak nya. yah aku di kalahkan rasa sayang pada gadis itu. kedewasaan ku pun seperti runtuh sekarang juga. sambil di bimbing, ibu meraihku masuk dalam mobilnya dan menyuruh sopir pengganti untuk mengembalikan mobil sewaan dan mengambil mobil ku untuk di bawa ke bengkel.


Dalam perjalanan pulang, kusandaran diriku pada ibu, beliau lah tempat yang paling istimewa buat ku saat ini.


Sesampainya di rumah ayah merangkul ku "jadi anak laki tidak boleh patah hati di tinggal kekasih yang meraih cita". "Papa yakin, awalnya berat tapi pasti bisa".

__ADS_1


Tanpa membalas kata - kata Ayah, ku tinggalkan Mereka berdua menuju lantai dua kamar ku. Semua tentang pergaulan negara barat bergulat dalam otakku. Bagaimana kalau Liy berubah, bagaimana kalo dia ikut gaya - gaya barat dalam berpakaian. aku kecewa padanya tetapi yang paling berat adalah aku kecewa pada diriku sendiri, karena sudah keterlaluan mengharapkan hubungan dengannya.


kuraih ponsel ku dan mulai memblok akun sosial media milik Liyan, aku benar - benar ingin lupa. Marah mendera ku. Tapi, tiba - tiba saja air mata kembali mendanau di mataku. Lagi - lagi senyumannya membuatku siap untuk menjadi bucin tingkat akut. Namun setalah ku pikir lagi - lagi...


brugh..


gelap..


"Andri? kamu sudah bangun sayang? kata dokter kamu demam, soalnya kamu kedinginan, sama seharian tidak mengisi perut kamu". kata ibu cemas.


"loh, katanya kamu sudah tidak berminat lagi? " kamu kenapa ndri? tanya ibu menyelediki ku.


"hmmm...Andri mau mencoba sesuatu yang baru. Andri janji tidak bakalan menjadikan ini permainan, Andri bakal fokus juga sama kesibukan Andri di kampus, dikantor papa sama di bisnis Andri sendiri. mama tidak perlu khawatir", kataku serius

__ADS_1


"jangan jadikan pelarian" kata ibu seperti guntur yang bergemuruh


Tanpa menunggu kata yang lebih panjang lagi, aku mulai menegaskan suaraku. " iya mama, Andri pasti serius dan tidak setengah - setengan dengan ini. believe me, mom.. kataku manja..


padahal ini belum sampai 18 jam kepergian Liyan. Aku berasa sudah seperti orang lain yang memaksakan diri untuk berolahraga keras.



Langit malam, air mata meluap disini. Aku benar - benar rindu Andri sekarang. Bibirku berkali - kali mencicitkan namanya sambil mengucapkan maaf dengan dalam. Diatas burung besi ini aku berjanji untuk menjadikan Andri sebagai lelaki pertama dan terakhirku. aku sudah berbohong terlalu lama untuk kenyamanan ini saat bersama. aku sudah berbohong dengan diam yang terlalu lama dan menbentur hati ini. aku sudah seperti narapidana yang lari karena bersembunyi karena telah menipu hati seorang lelaki. Andri, aku juga hancur dengan sikap ku sendiri padamu selama ini.



Andri mulai menyibukkan dirinya sendiri. Mungkin dengan begitu aku bisa melupakanmu, Liyan. Andri benar tidak meninggalkan waktu kosong sedikitpun selain untuk tidurnya. Jika ada kekosongan sedikit saja di luar jam tidurnya, ia mulai sibuk di kelas seninya dan bergabung dalam club gym di salah satu pusat kebugaran. Andri betul mengikis hatinya untuk berdiri di tengah perasaannya sekarang.

__ADS_1



Disini aku sekarang, tanpa basi - basi aku coba melupakan tahun - tahun kesendirianku. aku bertekad berubah menjadi pribadi yang baru. Yah angin segar, banyak harapan yang ingin ku capai disini. Semogaku adalah harapan untuk dapat beradaptasi dengan dunia baru hari ini dan melupakan dunia lamaku yang kemarin. Meski begitu Andri Tak akan ku lupakan


__ADS_2