
Panas gila, peluh berjejer di antara sudut mataku. Ternyata ini lebih parah dari yang ku pikirkan, bahkan sekaleng softdrink terasa hambar di kerongkongan ku. Hari ini adalah hari kedua ku disini, kelas akan di mulai tiga hari lagi, berhubungan segala dokumen ku telah lengkap dan sudah ku serahkan ke bagian kemahasiswaan sekarang adalah waktuku untuk memulai apa yang harus ku lakukan sejak dulu. Ku raih ponsel apel ku, ku searching beberapa butik dan salon yang bagus di sini. Tanpa berlama - lama ku langkahkan kakiku menembus udara panas ini dengan topi bundarku.
Triiiiiiing...
Bunyi pintu, setalah ku dorong tanpa tenaga. Hm, sederhana saja. Namun menurut beberapa review di sebuah situs, ini adalah salon yang bagus dan recomend. Tiba - tiba seorang Wanita dengan anggunnya keluar. Cantik. kataku tanpa berkedip.
''hi,? Ada yang bisa ku bantu sapanya ramah.
''oh, yah. Aku ingin memperbaiki potongan rambutku dan ingin mewarnainya sedikit.
''Mari silakan duduk disini, katanya sambil menarik kursi di depan sebuah cermin raksasa.
Tanpa berlama - lama aku langsung mengucapkan kata permisi, dan duduk. Ku perhatikan sekeliling, Begitu sepi, dan kenapa yah? Bukannya ini salah satu tempat terkenal di area ini.
''kenapa? tanya nya dengan senyuman yang begitu manis.
''Apa karena tempat ini jelek? atau..
Dengan sigap aku langsung memotong kata - katanya, ''eh, tidak kok tempatnya nyaman, dan aku sejuk. Aku suka, kataku. Hanya saja , kenapa sepi? tanyaku sopan.
''hmm, coba kau tengok ke arah jendela di depan sebelah kanan''. Katanya di ikuti tatapan wajahnya mengarah ke jendela tersebut.
Degh...
'Ups.. Maaf, kataku halus. Tulisan Close Tercetak disana.
''oh, Tak Apa. Sebenarnya hari ini adalah rutinitas bersih - bersihku dan tadi aku memindahkan tulisan tersebut karena akan membersihkan pintu dan lupa memasangnya kembali. Dan karena kau telah di sini, maka ayo kita mulai, katanya begitu manis.
''Terimakasih Madam, jawabku.
''Eits, Juli. Panggil aku juli saja. Dari Wajahmu, apakah kau orang Asia?
''ya, Aku berasal dari Indonesia. Wow, negara tetangga ternyata.
''kuliah?'', tanya nya lagi.
''Iya, aku seorang Maba. Jawabku penuh percaya diri.
''Juli, kau sendirian?
''Iya, karyawanku ku liburkan hari ini. Aku menikmati waktu bersih - bersihku sendiri''. Jawabnya..
''Aku, Liyan''. Ku perkenalkan diriku.
''Senang berkenalan denganmu Liyan''.
''Ya, Juli. Aku juga, balasku..
''kau cantik, namun wajahmu sedikit kusam dan rambutmu bercabang. Apakah kau tak pernah perawatan wajah atau rambut sebelumnya?''. Tanyanya menginterogasi ku.
''hahaha, tawaku..
''Iya, aku tak pernah melakukan apa - apa pada wajah ku. Aku hanya membasuh wajahku dengan sabun muka biasa yang terasa cocok di wajahku dan tanpa krim atau pelembab apapun. Begitupun denga rambut panjangku ini. Aku lebih senang seperti itu.
''Tidak, tidak, itu dulu. karena sekarang kau adalah pelangganku maka aku akan mengubah cara berpikirmu tentang kulit dan rambut cantikmu yang kau sia - sia kan''. Bukankah kita mulai berteman sekarang? Katanya bersahabat
Tek, Mataku terbelalak. ''Iya, Juli. Kau adalah teman pertamaku disini.
10 jam, Waktu yang panjang untuk Juli mengubahku dari memcoba kan aku beberapa skin care, facial, memasker rambutku dan mewarnainya dengan ombre hair di ujung tiap rambutku di beri warna ash grey, aku benar - benar berbeda saat di kaca. Dan dia mulai sedikit mengomeliku ketika mengetahui jurusan yang kuambil adalah fashion desain. Bukankah itu adalah jurusan yang berhubungan langsung dengan gaya. Juli juga, memberiku beberapa tema pakaian musim ini dan yang sedang hits di sini sekarang. aku sedikit malu karena mengambil jurusan hanya karena aku sangat menyukai crossdresing dan menjahit. Tetapi hari ini aku bahagia bersama Juli yang ramah dan bersahabat denganku..
''Liy, dengan begini akan ada banyak pasang mata yang memandangmu, karena kau cantik sayang''. Kau seperti, Angsa Hitam saja, hahahaha.. Katanya di timpali oleh tawanya.
Aku hanya bisa tersipu saja. Dengan aku yang jarang sekali berkomunikasi dengan orang lain, ini sangat menyenangkan. Sepertinya kau sudah satu langkah menumbuk batas dari zona kesendirianku. Aku harus bisa lebih Akrab lagi nanti dengan orang - orang lain disini. Semoga.
__ADS_1
Tak terasa waktu sudah berjalan cepat, sebagai orang baru dan teman baru di sini, Juli memberiku diskon 50% dan itu benar - benar membuatku sedikit malu. Tetapi dengan tidak menolaknya aku merasa itu lebih baik, agar ia tidak merasa kecewa denganku.
''Aku pamit, Juli terima kasih untuk hari ini''.
''Ya, Liyan. Senang bertemu denganmu''.
''Ya, aku juga.
''Kalau, kau luang datanglah kemari untuk menemaniku, mungkin membantuku juga, hahaha''. katanya begitu menghiburku.
''Oke, baiklah. aku pasti sering - sering kemari dan akan membantumu.
''Bye juli, aku pun berlalu.
Dingin. Wow, ternyata udara malam ini cukup dingin. Aku menepikan diriku dekat halte bis, dan memandang sekeliling. ku buka tas ku dan menyalakan kamera depan dan mengaca, aku seperti bukan diriku lagi kini. Juli benar - benar menjadikan ku model yang berhasil. Tak ingin menipu, aku Cantik juga ternyata. Aku tersenyum geli dengan sikap ku barusan. Ku lihat map, ku perhatikan halte dan tujuannya, setelah bis berhenti aku langsung masuk. Ini nyaman, tetapi terbersit sebuah ide gila dalam diriku. bagaimana kalau mulai besok aku memiliki kendaraan pribadi? tetapi bagaimana kalo yang sedikit lebih sporty? hmm.. tiba - tiba di lampu merah, aku melihat beberapa sepeda di parkiran sebuah market. Bagaimana kalau itu saja? Yah, tidak buruk pikirku. Dan mungkin, aku harus mencari sedikit penghasilan. Ini bukan negara ku, aku mau mandiri disini. sekalipun beberapa kredit card dan ATM ku berisi, tetapi aku akan menantang diriku yang baru disini.
Bumm.. bunyi pintu apartemen sederhanaku. Beberapa barang masih belum ku bereskan, syukur saja ada beberapa rak dan lemari yang telah di siapkan disini. Tanpa menunggu lagi, aku langsung membereskan beberapa baju dan buku yang ku bawa. Aku memang hanya membawa satu ransel kesayanganku dan dua buah koper. Satu dengan ukuran besar untuk mengisi baju, dan koper sedang untuk beberapa komik limited edition dan buku gambar rangcanganku dan Buku yang berkaitan dengan jurusanku disini. Untuk perlengkapan lainnya. Akan ku beli besok.
Aku lalu, membasuh mukamu dengan air dingin. Dan mencari Nama Andri pada beberapa sosial media di ponsel ku, namun sayang beberapa akun di privasikan dan ada beberapa yang tak ku temukan.
Apa Andri, benar - benar marah padaku? Oh.. Tuhan.. aku salah lagi ternyata.. Air mataku mulai meluap lagi. Hingga mataku pun mulai sayu dan aku terlelap sendiri...
Pagi...
Sapaku pada ruangan ini, tu tengok jam. Ini adalah waktu subuh untuk wilayah Jawa. Aku sudah lama tidak menemuimu Tuhan. Ku tarik, sajadah yang membungkus mukena, tanpa menunggu aku mulai ritualku bertemu sang pencipta, di akhir aku mengadahkan wajahku pada dua tangan yang meminta..
Ya, Allah. Hamba bukanlah apa - apa di antara kebesaranmu..
*** Amin... ***
Seteleh selesai, aku mulai membuka gorden, ini lantai 6 ternyata, dan Bangun di depan sana adalah kampus ku. 2 hari lagi, hari ini kau akan keluar membeli sepeda dan mencari peluang dalam hal pekerjaan. Di tambah aku harus mencari bahan makanan untuk mengisi kulkas. Ayo, Liyan Semangat, kataku nyaring...
Yang pertama adalah mencari sepeda, ku mulai dengan map pada ponselku. Yah disini, tidak jauh. Coba kesana dulu. Kakiku mulai bergegas, dan membelah keramaian.
''hmm..yang mana yah? Bingung, pada bagus - bagus semua''. kataku sendiri
''kalau yang itu gimanah? Masa, aku milihnya yang ada keranjangnya. Duh, Kekanakan'', pikirku.
''Yang Sport, kayak sepeda gunung Pasti lebih seru kalau di kayuh,'' kataku binar.
''ehem..
Mendengar deheman itu, aku langsung berbalik. Cess.. mata kami bertemu, apakah ini Artis? Gantengnya batinku.
''indonesia?'' Ia bertanya..
''iy..iya.. aku dari Indonesia'', balasku gugup karena pangling pada wajahnya,
''Aku juga''. Katanya ramah..
''Tapi, wajahmu?'' tangaku langsung membekap mulutku, Bodoh. Umpatku sendiri.
''Ah.. Ya, apa kau tak tahu Blasteran? Ibuku, Jogja dan Ayahku dari Queensland.
''Oh. maaf''. aku ber oh ria dan tersenyum polos.
''Apa yang kau cari? Tanyanya..
__ADS_1
''Disini hanya ada sepeda saja''. Jawabku polos.
Mendengar kataku, kami berdua sama - sama tertawa.
''Maaf, kataku gugup..
''Tak apa. Sepeda seperti apa yang kau inginkan?
''Yang Enak untuk di ajak jalan, kataku polos lagi..
''hahaha, ia kembali tertawa.
''oke - oke kau sungguh menarik nona. Mari ku tunjuk mana yang bagus dan sesuai dengan inginmu.
''iya'. Aku mengekori nya dari belakang. Ia mulai menunjukan beberapa sepeda yang aduhai kerennya. Diantara itu aku cukup takjub karena ada brand indonesia di antaranya.
''aku ingin merek polygon saja, bukankan bagus mencintai produk sendiri? kataku mantap
''baguslah, akan ku carikan merek terbaru untukmu dan warnanya? tanyanya
''aku rasa, pasti seleramu bagus. kataku sedikit manja padanya. Aku tercekat, bukannya aku tak pernah segenit ini sebelumya? aduh, ****** aku, umpatku sendiri
Lelaki itu, tersenyum penuh Arti, dan pergi ke sebelah kanan dan datang membawa sepeda dengan model sport terbaru dengan warna biru tosca.
''Aku Suka, pekik ku nyaring padanya.
''Ayo ke kasir'', ajak ku..
Ia pun maju dengan membawa sepedaku dan beberapa barang ke meja kasir.
''Aku ingin membayar ini'', katanya pada Karyawan itu.
''Eh, kamu bukan karyawan disini?'' Tanyaku Polos.
''Huft.. Cantik. Bagimana dengan bajuku saat ini?
''Kamu, pake baju kaos, sweater, terus levi's jeans sama sneaker. Kataku mengeja.
''Ups.. kamu ternyata bukan pelayan disini. Puk, ku tepuk jidatku keras.
''Hei''. Ia,menarik tanganku dan menyentuh kepala ku halus.
'kau tak boleh kasar pada dirimu sendiri, katanya tepat di depan wajahku''
Blush...
Wajahku memerah.
''Hm. sepedanya biar ku bayar sendiri saja''. Kataku mundur,
Tanpa menatapnya lagi. Aku langsung mengeluarkan Kartu kreditku dan memberikannya pada karyawan jadi.
''Mau kami kirimkan ke alamat Anda nona? tanya sang karyawan,
''Tidak, usah. aku akan langsung meresmikan hubungan kami sekarang''. Kataku akrab padanya. di balas anggukan dan senyuman yang tak kalah ramah..
Ku persilahkan lelaki itu membayar barangnya, saat tengah berbincang dengan karyawan tersebut. Aku langsung mundur dan menghindar kebelakang, dan pergi tanpa pamit..
Wah, gadis yang unik. Setelah salah menilai ku ia pergi begitu saja tanpa pamit dan tanpa memperkenalkan dirinya. Aku jadi ingin bertemu dengannya lagi..
Siapakah dirimu Gadis indonesia?
__ADS_1