
Kala jauh surga menyingsing pagi
Mata enggan terjaga, berat engan terbuka, pantas kabur dalam penglihatan
Kudengar adzan bergema lantang memecah sunyi pagi di kala buta
Menarik jiwa dari alam mimpi dengan pelan
Lantas meninggalkan otak dengan memori cerita singkat
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
__ADS_1
Pada suatu pagi, tepatnya di suatu kamar sederhana yang dihiasi ornamen berbau dengan kartun. Di atas ranjang sedang tertidur seorang wanita remaja dan memakai pakaian biru laut. selang beberapa lama wanita itu pun sedikit tergangu tidurnya karena mulai terdengar suara adzan berkumandang.
Anastasya yang kerap di panggil nanas itu terbangun karena suara azan di pagi itu. Beberapa menit kemudian nanas memaksakan matanya yang terasa sangat berat itu untuk terbuka. Lantas nanas bangun dengan langkah gontai menuju kamar mandi. Dia mandi dan mengambil wuduk serta langsung keluar untuk sholat berjamaah dengan anggota keluarga yang lain. Di rumah nanas memang terdapat sebuah kebiasaan di mana anggota keluarga yang berada di rumah akan melakukan sholat berjamaah bersama di dalam rumah sekalipun sebenernya rumah mereka berdekatan dengan masjid.
Pagi itu nanas bersiap dan pergi ke sekolah dengan semangat. Hari ini merupakan hari pertama di mulainya tahun ajaran baru di SMA taruna Nusantara Malang. Hari yang cukup penting bagi Nanas.
"Ma, pa Nanas berangkat dulu sampai jumpa nanti." Teriakan nanas membuat Abang tukang sayur depan rumah kaget. Yah teriakan nanas memang sangat keras suaranya terdengar hingga ke jalan depan rumah.
π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«
Setelah menaruh sepedanya di parkiran Nanas mulai memasuki gedung sekolah. Dari arah belakang seseorang sedang berlari lalu mengagetkan nanas dengan terikat yang tepat berada di samping telinga nya
__ADS_1
" NANAS APA KABAR, HUAAA GUA KANGEN BANGET SAMA ELU." suara teriakan itu sukses membuat Nanas terperanjat dan membuatnya refleks menampol wajah orang yang berteriak tadi.
Plak "Astaghfirullah...!" setelah di lihat dan di toleh oleh Nanas dia pun terkejut karena yang berteriak tadi adalah Neha yang merupakan teman dekatnya semenjak mereka masih berada di Bangku sekolah dasar.
" Kamu ngapain sih Ney teriak- teriak begitu ? bisa pecah nanti telinga aku." sangah Nanas dengan ketusnya. Tampa menunggu jawaban dari neha nanas langsung melengos kembali berjalan menuju kelas meninggal neha di belakangnya. Dalam hatinya Nanas merasa sangat kesal dengan sikap Neha yang berteriak di samping telinganya.
" Nanas tunggu." teriak Neha sembari berlari mencoba menyusul Nanas. tak berselang lama kemudian Neha berhasil mensejajarkan tubuhnya dengan Nanas.
" Nas kamu ini kok aku di tingal sih gak kasian apa ? capek tahu kejar kamu, mana jalanya cepat banget." Neha di buat kaget oleh nanas yang berhenti dan menoleh menatap ke arahnya.
" Neha ayu Dewi Putri dengerin aku baik-baik kita itu cuman gak sekolah tiga Minggu aja! tiga Minggu dan kamu juga hampir tiap hari mampir ke rumah aku okey?JADI jangan terlalu lebay ! kayak gak ketemu 3 tahun aja Kamu itu Ney." ucap Nana sembari memegangi bahu Neha sembari menekankan beberapa kalimat nya.
__ADS_1
" tapi kanβ¦" ocehan Neha berlanjut lagi hingga sepanjang jalan menuju kelas.
Neha memang seperti itu selain aktif Neha juga sangat cerewet. Namun dibalik itu semua Neha adalah gadis yang dapat diandalkan dalam saat saat tertentu, dikarenakan sikap dewasa yang dimilikinya. Tapi berkat itulah hubungan antara Neha dengan Nanas menjadi dekat. pertengkaran kecil antara mereka adalah hal yang biasa. Nanas sampai dikelas bersama dengan Neha yang masih terus mengoceh dan meminta maaf di karena dia yang sudah membuat Nanas kaget.