Kasih Sahabat Pena

Kasih Sahabat Pena
Surat


__ADS_3

Untuk Sahabatku,


Anastasya


Hai Intan,


Apa kabar?, aku berharap kamu selalu sehat yah. Apakah harimu lancar?


Oh ya Intan, tidak terasa sudah lama ya aku pindah ke luar negeri. Waktu itu orang tuaku terburu-buru sih, nanas kamu masih suka tulis surat gak?, atau kamu sudah memiliki sahabat pena baru gak, penggantiku di sana?.


Kalau kamu mendapatkan sahabat baru, aku sih tidak masalah. Tapi kalau kamu mencari penggantiku sebagai sahabat pena terbaikmu di sana, aku gak rela dong. Masak aku di dua kan?.

__ADS_1


Bukan maksud aku melarang kamu memiliki sahabat pena baru di sana ya , aku Cuma berharap agar kamu tidak melupakan saya sebagai sahabatmu, walaupun kamu mungkin kamu sudah memiliki sahabat pena baru disana. Dan walaupun kamu sudah tidak menerima surat ini lagi.


Suratnya akan aku simpan nanti setelah aku balik ke Indonesia aku akan kirimkan surat ini ke kamu, udah dulu ya Nana Bay bay, I Miss you.


Dari sahabatmu,


Banyu B


Seketika satu demi satu air mulai menetes dari mata Banyu. Ari matanya jatuh tanpa terbendung lagi. Satu demi satu memori terulang ada rasa haru dan sedih bercampur rasa bersalah. Sudah hampir 2 tahun lamanya Banyu sekeluarga kembali ke Indonesia. Tapi selama itu pula belum sempat dia mengirimkan surat- surat itu kepada sahabat penanya.


Banyu telah menulis surat sedari ia berada di bangku SD. Kala itu Banyu melihat teman main sekaligus tetangga depan rumahnya sangat senang saat menerima sebuah surat. Dan saat di tanya iya senang karena menerima surat dari sahabat penanya. Karena merasa iri sekaligus penasaran banyu mencoba berbicara kepada mamanya mengenai teman mainnya yang sangat senang menerima sebuah surat, tentang majalah anak yang di bicarakan oleh teman-temannya yang baru-baru ini menjadi tren di kalangan anak seusianya. Saat itu Banyu mulai merengek ingin memiliki sahabat pena dan menulis surat.

__ADS_1


Karena tidak tega melihat itu akhirnya mama dan papa Banyu memberikan izin untuk memiliki sahabat pena. Banyu mulai mencari sahabat pena di iklan majalah anak yang terbit setiap minggunya. Banyu mendapatkannya sebuah nama dengan deskripsi singkat yang menarik perhatiannya “Anastasya” dia pun kulai menulis sebuah surat perkenalan dan meminta tolong kepada papanya untuk menemani ia mengingatkan surat itu.


Lama waktu berlalu setelah menunggu selama 1 bulan lamanya. Banyu menunggu balasan dengan perasaan yang campur aduk antara takut tidak di balas, dan cemas kalau semisalnya dia tidak bersedia menjadi sahabat penanya. Tepat 1 bulan setelah surat itu di kirim Banyu pun menerima surat balasan. Sejak saat itu Banyu memekik sahabat penanya sendiri, dan sejak itu keduanya terus mengirimkan surat satu sama lain.


Banyu Biru tenggelam dengan perasaannya sendiri, iya bertambah kacau setelah menemukan kotak ini. Pada 5 tahun yang lalu paparnya mendapatkan tugas mendadak dari kantor dia di minta untuk segera tebang ke luar negeri. Banyu Biru kecil di minta untuk ikut Tanpa sempat mengirimkan surat ataupun memberitahukan kepada sahabat penanya bahwa untuk beberapa waktu dia akan segera pindah keluar negeri. Saat ia mulai sadar bahwa dia lupa membalas surat sahabat penanya dan saat ini dia tidak di negerinya dan tidak tahu bagaimana cara untuk mengirimkan surat di luar negeri Banyu mulai menjadi sedih. Sebagai gantinya makan dia selalu menulis surat dan berniat untuk mengirimkan surat itu setelah kembali ke Indonesia nantinya. Sebagai gantinya ia menyimpan semua surat yang dia tulis dalam sebulan kotak dan di gembok.


Satu tahun, dua tahun, tiga tahun dia menunggu waktu pulang ke tanah air tapi tidak kunjung datang juga. Perlahan Banyu mulai lebih jarang menulis surat Hingga akhirnya berhenti menulis surat. Lalu akhir-akhir ini ia mulai aktif menulis lagi karena mulai teringat dengan sahabat penanya.


Banyu lantas mengambil lagi surat dalam kotak tersebut kali ini surat itu berwarna Biru. Banyu mulai membaca satu persatu. Surat itu tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Banyu telah selesai membaca semua surat dalam kotak. Timbul keinginan di dalam hatinya untuk mengirimkan surat surat tersebut. Tapi kini ia tidak ingat lagi di mana alamat sahabat penanya itu berada. Jadilah hingga sekarang pun dia hanya menulis surat dan tidak pernah mengirimkan surat – surat itu lagi.


Malam semakin larut dan kantuk mulai menyerang Banyu Biru hingga ia pun tertidur di samping tumpukan kertas sembari memeluk surat yang sedang di bacanya.

__ADS_1


__ADS_2