Kasih Sahabat Pena

Kasih Sahabat Pena
kontak 1


__ADS_3

Ku jejaki serta sejarah kenangan


Ku balik rekam lembar kertas nan usang


Mengingatkan kembali masa lalu yang hilang


Pelan senyum terukir, lantas berganti sedih


Kala teringat waktu bergulir


Namun luput menyelimuti ku


Andai bisa kucari sosok mu kembali


Mungkin duka takkan datang padaku


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


Dibawah pohon rindang di taman sekolah. Terlihat seseorang pemuda yang tengah duduk sembari menulis sesuatu di atas kertas. Setelah selesai pemuda itu melipat dan memasukkannya kedalam sebuah amplop kecil. Tak lama dari situ terdengar suara yang menghampirinya. Pemuda tadi buru-buru memasukan kembali Surat tadi kedalam tasnya.


" Hay, hay nama elu Banyu kan? kenalin gua Alem gua sekelas sama elu tadi," ucap Alem yang kemudian menyodorkan tangannya.

__ADS_1


" Gua Banyu, salam kenal Alem." ucapnya sembari menjabat tangan Alem.


" Oh iya Ban tadi gua lihat elu dari pojok Sono noh elu ngapain di sini, daripada di sini mending kita ke kantin aja." ucap Alem sembari menunjuk pojok kotor yang terlihat sepi.


"Oh iya boleh, gua masih baru tadi jadi masih belum tau kantin di mana." Banyu pun berdiri sembari menepuk - nepuk celananya yang kotor oleh tanah dan rumput.


Bayu dan alim berjalan bersamaan menuju kantin kantin sekolah. sesampainya mereka di kantin mereka dikejutkan dengan seseorang yang datang tiba-tiba dari arah belakang.


" Alim dari mana aja elu, gua tungguin nih dari tadi laper tau" ucap seseorang yang tidak dikenal oleh Banyu.


" Heh bikin kaget aja." balas Alim yang masih kesal.


" Weh Bab nih kenalin Banyu temen baru gua, dia sekelas sama gua dan baru pindah hari ini." ucap Alim yang mulai memperkenalkan Banyu.


" Halo gua Babu Randima." sapa Babu lebih dulu sembari menjabat tangan Banyu.


" Ohh, iya salam kenal. Emm nama elu unik banget yah."


" Iyah nih mama gua suka banget sama India makanya yah begitulah." terang Babu pada Banyu.


"Pada mau makan apa? biar gua yang persen."

__ADS_1


Alim beranjak berdiri bersiap untuk pergi.


"Bakso boleh lahh." jawab Babu.


" Samain aja." sahut Banyu tidak mau ribet.


Tak berselang lama kemudian Alim datang membawa nampan berisi makanan dan minuman. mereka makan yang manis dengan lahap sembari menceriterakan diri mereka masing-masing.


waktu berlalu dengan cepat pelajaran kembali berbunyi. Baku Banyu dan Alim bersiap untuk kembali ke kelas masing-masing. mereka berjalan beriringan sampai pada persimpangan koridor karena kelas Babu berbeda dengan Alim dan Banyu jadi dia berpisah ke arah lain.


Pada pukul empat sore bel pelajaran berakhir menandakan pelajaran hari ini telah selesai. Banyu bergegas pulang, dan sampai di rumah pada pukul empat tiga puluh.


"Assalamualaikum, maaaa Banyu pulang." teriak banyu saat memasuki rumah.


"Iya Banyu, yaudah sana bersih-bersih badan dulu. oh iya tadi mama nemu kotak di dalam kardus barang lama kamu. tadinya mau mama buang tapi kare kayaknya di dalamnya ada isinya jadi mama taro di kamar mu." jelas mama panjang lebar.


"Oh iya ma makasih yah nanti Banyu lihat penting apa enggak." balasnya sembari berlalu pergi ke kamar.


"Jangan lupa turun untuk makan nyu." teriak mama lagi.


"Iya, maa." saut Banyu dari dalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2