
Di dalam kamar Banyu berjalan ke arah balkon kamar barunya. Sembari melemparkan tas ke arah meja dekat kasur. Terlihat banyak tumpukan kardus di dalam kamar. Banyu dan keluarga memang baru pindah rumah jadi wajar kamarnya masih tampak sangat kosong bahkan baju-bajunya saya masih tersimpan rapi di dalam koper berukuran sedang miliknya.
Hari mulai gelap lama sudah Banyu berdiam di atas balkon sembari termenung entah apa yang menggangu fikirannya. Lamunan Banyu Biru bubar sesaat setelah mendengar ketokan pintu dan suara mama yang memanggilnya dari balik balkon.
“Banyu sayang, ayo turun kita makan dulu itu papa udah pulang juga tuh.” Ucap mama sembari mengetuk pintu untuk yang ke dua kali.
“Iya ma, Banyu turun sebentar lagi.” Saut Banyu setelah tersadar dari lamunannya.
Banyu bergegas untuk mencari handuk dan pakaian ganti dalam koper. Setelah ketemu iya lantas mandi dan turun ke bawah. Terlihat mama dan papanya sudah menunggunya untuk makan bersama. Banyu turun dan menyapanya kedua orangtuanya lantas duduk di sebelah kiri papanya.
__ADS_1
“Malam pa,ma, semoga hari kalian menyenangkan”
Memang sudah menjadi kebiasaan keluarga Hartono untuk menyapa dan berbincang sebelum atau sesudah makan. Karena rutinitas yang mereka jalani membuat mereka sering sibuk, sehingga mereka akan menyempatkan waktu berbincang sebelum, sesudah atau mungkin di sela-sela makan.
“ Malam Banyu, gimana sekolah barunya cocok gak? Ada kendala apa?” rentetan pertanyaan di ajukan oleh papa Banyu sesaat setelah Banyu duduk.
“Cocok kok pa lancar semuanya, aku juga udah punya temenan kok.”
Waktu terus berlalu kehangatan keluarga itu semakin terasa. Di kala mereka mulai menceritakan kejadian dan pengalaman mereka pada hari ini.
__ADS_1
Banyu dan keluarga telah selesai makan dan banyu pun pamit kembali ke kamar.
" Ma, pa Banyu udah selesai, kalo gitu banyu ke kamar dulu yah mau istirahat."
" iya sayang, maaf yah itu mama baru sempet bersihkan kasur kamu aja. sisanya biar besok mama bersihkan yah."
" iya mah gak apa kok" ujar banyu sembari berdiri dan mulai melangkah meninggalkan mama dan papanya yang masih asik bercerita.
Sesampainya di dalam kamar nya iya kembali termenung sebentar di atas kasur. Dia teringat dengan kotak yang di bicarakan oleh mamanya tadi sore. Pandangannya menyisir seluruh area kamar dan berhenti pada salah satu kardus yang bertuliskan barang penting.
__ADS_1
Banyu meraih kardus itu lalu mulai mencari kotak yang di bicarakan mama sebelumnya. Sebuah kotak kayu usang berwarna birut tua. Terdapat sebuah lubang panjang di atas kotak itu dan sebuah gembok kecil yang mengunci kotak itu.
Banyu yang penasaran mencoba untuk membuka paksa kotak itu dengan cara mencoba menghancurkan gemboknya dengan beberapa alat yang dia bawah sebelumnya. Setelah beberapa saat mencoba ia pun akhirnya berhasil menghancurkan gembok itu. Didalamnya terdapat banyak amplop dan setiap amplopnya berisikan surat- surat lama. Banyu Biru mengambil salah satu surat yang terdapat di dalam kotak itu ia membuka lalu membaca suratnya.