
Nanas kaget saat dia melihat ada seseorang duduk di bangkunya sontak hal itu membuatnya merhenti secara mendadak sehingga ini sukses membuat Neha yang ada di belakangnya menabrak punggung Nanas.
"Nas nagapain sih sakit nih kepala ku! masak ngerem mendadak banget gak ada aba-aba." seru Neha sambil memegangi kepalanya yang berdenyut sakit.
nanas tidak merespon Neha dia kembali melanjutkan langkahnya menuju kursi yang kini sedang diduduki oleh seorang pria dengan perawatan tinggi dengan kulit yang putih dan wajah yang sedikit tampan menurutnya. Terus terang saja dia tidak pernah melihat kulit seputih ini di angkatannya pada tahun-tahun sebelumnya. kebanyakan siswa di sini memiliki kulit berwarna kuning langsat atau sawo matang. jadi mudah untuk Nana mengetahui bahwa dia bukanlah siswa dari sekolah ini sebelumnya. Ditambah lagi seragam yang dikenakannya terlihat perbedaan dari seragam sekolah nya. Lama berdiri di samping pemuda itu tapi dia tidak melakukan apa-apa seperti terbius oleh pesonanya.
" WEHH, Anak manusia ngapain disini ini tuh tempat duduk gua sama Nanas tau!" serum dari suara Neha yang keras membuat perhatian anak-anak di kelas itu tertuju pada mereka.
Anak yang tadi di bentak Neha hampir melompat dari kursi karena kaget. Dia menatap Nanas dan Neha dengan raut muka yang masam bercampur marah.
" Apa gua dateng duluan tau." suara bas dengan penuh penekanan terlontar dan seketika membuat Neha yang tadinya ngegas penuh semangat terdiam. Diselimuti rasa takut dan menatap dengan pandangan seram ke arah laki-laki tadi. Belum lagi tinggi badan yang terlampau jauh berbeda cukup mengintimidasi Neha yang tadi berteriak kearahnya.
Tapa sadar Neha bergerak berjalan mundur ke belakang Nanas. Melihat temannya yang ketakutan pun mencoba menjelaskan perlahan.
__ADS_1
" maaf sebelumnya ini tempat duduk kita sebelumnya lagian aku gak pernah lihat kamu kalo mau duduk dekat jendela di sebelah sama tuh." jelas Nanas dengan sopan sembari menunjuk bangku di dekat jendela di pada sisi lain kelas.
Laki - laki tadi hanya melirik kearah nanas sekilas, kemudian dia melihat ke arah yang di tunjuk Nanas. Tampak bangku dan meja di didekat jendela pada baris terakhir. Tampa berkata lagi laki-laki tadi hanya berdiri sembari membawa ranselnya berjalan menuju bangku yang di tunjuk Nanas tadi.
Tak lama dari itu bel masuk berbunyi lalu diikuti dengan masuknya guru ke dalam kelas semua siswa kembali ke tempat duduk masing-masing. Hening beberapa saat hingga sang guru memerintahkan untuk siapkan berdoa bersama. sebelum pelajaran di mulai guru mengabsen satu persatu. sampai lah pada suatu nama yang asing menurutnya, namun walau guru tersebut tetap menyebutkan nama itu.
"Banyu Biru?" Pangil guru sembari mencari di dalam kelas.
" Hadir Bu." suara berat kembali memecah kesunyian kelas.
Anak yang dipanggil tadi berdiri berjalan di kedepan kelas. Dia adalah anak yang Sam yang di teriaki Neha sebelumnya. Dia sampai didepan kelas, dan berdiri di samping sang guru tadi lalu mulai memperkenalkan dirinya.
" Nama Banyu Biru, bisa Pangil apa aja terserah. Pindahan dari Jakarta." Banyu memperkenalkan diri dengan cukup singkat. di ditambah raut wajah tampa ekspresi yang di tunjukkan membuat para cewek saling berbisik. Banyak mata yang menatap dengan penuh penasaran ada juga yang menatap dengan rasa kekaguman.
__ADS_1
" Okeh anak - anak karena perkenalannya singkat ada yang mau bertanya kepada Banyu?"
Seorang murid perempuan mengangkat tangannya lalu bertanya.
" Banyu pindahan karena apa?"
"ikut orang tua" jawab banyu dengan dingin.
guru menyuruh banyu untuk kembali ke kursinya lalu pembelajaran siang itu kembali di lanjutkan.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
kring.... kering.....kring
__ADS_1
suara bel sekolah kembali terdengar menandakan jam pelajaran berakhir digantikan dengan jam istirahat. Semua murid mulai berhamburan ke luar setelah para guru mengakhiri pelajaran.