
Atas nama senja, kita berpisah dalam puisi.
Tuan, sesuatu yang patah akan sulit di buat utuh kembali.
Bisakah kamu menghargai perjuanganku walau sedikit?
kalau tak bersama setidaknya jangan saling menyakiti.
Menyesal hanyalah alasan untuk kembali.
Berhenti peduli adalah titik akhir dari cerita panjangmu.
Kamu menerima apa yang kamu tulis dalam cerita.
Melepaskan yang hampir digenggam ternyata lebih menyakitkan dibandingkan melepaskan apa yang sudah digenggam.
Karena memainkan hati tidak semudah bicara tentang perasaan saling suka. Namun, merasa ada, tetapi tak dibutuhkan
Patah dan retak,
Dirgantara bekerja sama dengan semesta.
__ADS_1
Menjauhkan jarak antara kita.
Rasaku gamang, tentang kita masih candramawa.
Tetap bertahan
Meski ku tahu tak ada harapan
Senyum hanya sebatas sopan
Namun susah untuk kau kutinggalkan
Nyatanya aku menunggu pergerakan mu
Semakin jauh
Dan tersisa semu
Jadilah wanita yang berkelas,
dengan saling menghormati wanita lainnya.
__ADS_1
Bukan malah saling menjatuhkan.
Berhenti menyakiti diri dengan harapan yang tak pasti.
Pada akhirnya, kisah kita berakhir dengan status sahabat
kamu itu adalah pengecualian cintaku.
Malam ini, rindu serupa kopi.
Hanya dapat kusesap tak dapat kudekap.
Kuteguk tanpa sempat kupeluk.
Mengampas tak jua tuntas.
Rindu tak bersua, menjadikan atma berakhir kecewa. Rasa sunyi menepikan sebuah harsa, yang dulu sempat berlabuh pada buanamu. Buana paling indah pada saat itu.
Bayangan semu itu perlahan memudar. Hilang, tanpa meninggalkan arah. Mengarungi hidup yang penuh nestapa.
Namun saat itu, ada sukma yang berbisik, "kamu berhak bahagia"
__ADS_1
-bullshit_3125
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀