KATA KATA GALAU

KATA KATA GALAU
25


__ADS_3

Sakit.


Entah kenapa, hati ini selalu merasakan sakit yang teramat dalam saat memikirkanmu.


Tapi bodohnya, yang ada dipikiranku setiap saat hanya kamu.



Netra kita beradu,


wicara mendadak bisu,


anila berhembus dengan syahdu,


membawa seluruh rahsa rindu.


Kala bumantara berubah menjadi jingga,


kau kembali hadir dengan penuh cinta,


aksamu menyiratkan harsa,


seolah menjebakku kembali dalam asmaraloka.


Kamu merentangkan tangan,


memberiku ruang untuk menyuarakan kerinduan,


bibirmu membentuk lengkungan,


yang aku definisikan sebagai senyum kebahagiaan.


Dalam pelukan itu kita bersenandika,


mengucap doa yang sama,


dengan penuh renjana.


Semoga semesta, tak akan kembali memisahkan kita.


_


Pilu itu berakhir sendu,


sendu itu membawa nelangsa,


nelangsa itu menghasilkan retisalya.


Dan kau akan kehilangan sebuah harsa, jadi lupakan segalanya dan anggap dirimu sempurna.



Bukankah manusia memang selalu begitu?


Mencari satu dari seribu yang mampu menghapus rindu, namun setelah mendapatkannya justru malah hilang membuat canggu.



Tak perlu sungkan untuk katakan cinta pada sesuatu yang kamu sukai.


Sekali saja, sebelum kamu menyesal karena tak sempat mengucapkannya.


Benar, ada satu kesempatan yang tak dapat terulang.


Berpikirlah matang untuk sekadar membenci atau memberi opini tak sesuai kondisi.


Esok juga tak ada yang tahu bagaimana waktu 'kan membawa diri pergi.


-


Daun yang gugur jatuh tak pernah membenci angin


ia membiarkan dirinya jatuh begitu saja tanpa harap


Tak mengelak, mengikhlaskan semuanya


sampe sini paham kan?



Hingga malam ini, aku berharap kau disini memelukku.


Menampilkan senyuman indahmu, tawa manismu, suara merdumu.


Berharap semua memori tentangmu selalu terukir dalam album memori otak. Mengapa kau harus pergi?

__ADS_1



Selamat datang Juni, bolehkah aku minta tolong kepadamu untuk bawakan aku harsa dan tepiskan semua nestapa di bulan Mei?



Tawa mereka yang terhancur,


Tangis mereka yang terkubur.


Mereka; yang tak ingin kau ketahui derita.



Aku akan melepasmu sekarang.


Aku tidak pernah menyadari bahwa cintaku membebanimu.


Maaf, aku sudah mengenggam tanganmu terlalu erat.


Bahkan ketika tangan itu bukanlah milikku untuk digenggam.


_


Maaf,


Kalau saya selama ini bukanlah orang yang kamu cari. Tapi, bisakah menghargai perjuangan saya sedikit? Saya hanya perlu perlakuan baik darimu, tapi bahkan, kamu saja tidak peduli dengan hal itu.


Saya ini terlalu bodoh apa terlalu dibutakan oleh cinta?


_


Lekas pulih, aku tahu lukamu teramat pedih. Harapmu yang tinggi, tak setara dengan fakta.


Baginya, teriakmu yang nyaring terdengar asing. Kamu tak bersenjata, hanya berbekal rasa, tapi telah terluka dan dirundung duka. Lekas pulih, sungguh Tuhan maha welas asih.



Berhenti bersikap egois, jalinan yang kamu coba pertahankan mulai menyakitkan dan terlihat memilukan. Berhenti bertahan beratas namakan sayang, kamu tahu, kalian tidak lagi saling di gandrungi roman.



Semuanya perlahan hilang,


karena terbawa hanyut oleh ruang,


dan hanya bisa memeluk sisa banyang.


Aku disini sendiri,


bersama sang ilusi,


dengan penuh usaha mengusir nestapa untuk pergi,


yang masih saja menghampiri.


Setiap hari aku menangis sedu,


Merindukan seseorang yang di rindu,


tentunya sosok masa lalu,


yang kini tak lagi satu.


Tujuan kita mulai berbeda,


arahmu kesana,


dan aku tetap disini bersamanya,


bersama kenangan indah tentunya.


Kadang aku menangis sejadi-jadinya,


tanpa sebuah sebab yang membuat aku lengah,


kebingungan entah ingin kemana,


dan merasa tak punya siapa-siapa,


bahkan merasa diri ini tak berguna.


Kian lama aku merasa tertekan,


yang menjadi semua berantakan,

__ADS_1


dengan perlahan yang mulai emosian,


tanpa memiliki sebuah acuan.


Aku lelah,


menjadi manusia yang hilang arah,


dan mulai lupa yang namanya rumah.


_


Apakah terlalu susah bagimu untuk mengatakan jikalau kau rindu padaku?


Mengapa harus membesarkan ego mu?


Jika rindu, bilang saja.


Jangan membuat semuanya semakin rumit.



Jika ingin pergi, pergilah.


Jika ingin menyerah, menyerahlah.


Jangan terlalu banyak membuat alasan, karena saya sendiri sudah lelah mendengar semua kebohongan yang keluar dari mulutmu.


_


Kadang, otak tak sejalan dengan hati.


Otak berseru lelah, hati tetap berjuang.


Otak menghantam segala memori yang ingin menerobos masuk.


Hati berjuang membuat segala memori agar terlihat indah.



Udah lah? Lupain.


Memang dia peduli?


Kamu juga harus belajar gak peduli.



Malamku hanya dipenuhi rasa sendu, ditemani dinginnya hembusan sarayu, perihal arjuna yang hanya dapat membuatku tersedu.


Memaksa otak dan hatiku beradu, memikirkan tentang harus mempertahankan atau melepaskan.


Sepenggal memori mengingatkanku, kepada adorasi yang sempat aku lakukan penuh untukmu. Namun, yang kau beri kepadaku hanyalah sebongkah pilu.


Terimakasih untukmu, setidaknya aku tahu, bagaimana perihnya semesta saat memberi anca hingga membuat lidahku kelu, mendadak wicaraku membisu.


_


Dibalik segala candu tentang kamu,


aku ini kumpulan dari segala ragu.


Semakin lama, aku diam terus membisu


dikala tentang kita masih tak menentu.


Diantara banyaknya tanda koma,


aku ini tanda tanya.


Semesta mau apa?


Bait ini tentang keraguan.


Benarkah kamu sayang?


atau hanya sekadar penenang?


atau mungkin, angan-angan?



Ingin peluk namun pelik.


Ingin temu namun berujung menabung rindu.

__ADS_1


Bullshit_3125


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


__ADS_2