KAU MILIKKU

KAU MILIKKU
Teka Teki


__ADS_3

Ragini kini tengah duduk di samping ranjang Laksh, mengenggam erat tangan Laksh, memandangi diri Laksh yg kini sedang tertidur. Sejak tadi Laksh histeris di rumah sakit, Ragini khawatir, ia lalu meminta ijin hari ini. Dan Ragini meminta bantuan Rohit untuk membawa Laksh pulang ke apartement nya. Pikiran Ragini sangat resah, ia sangat khawatir dengan apa yg di alami Laksh. Berapa banyak lagi sebenarnya masa lalu sulit yg di alami Laksh. Ragini terus menatap lirih pria yg kini di cintainya. Ragini meletakkan genggaman tangannya ke pipi nya. Mengecup perlahan tangan Laksh. Ragini benar benar merasa sesak di dada nya saat ia melihat Laksh terluka seperti itu. Tangisan Laksh benar benar mengusik pikirannya. Ia ingin sebenarnya 'mengorek' lebih dalam lagi mengenai masa lalu Laksh. Tapi Ragini takut jika Laksh nantinya akan sangat marah kepadanya. Jadi Ragini memilih diam, menunggu biar Laksh sendiri yg menceritakan kepadanya. Laksh masih terlelap, saat Ragini ingin pergi dan melepaskan genggaman tangan Laksh, tapi ia merasakan jika tangan Laksh menahannya. Ragini menoleh ke arah Laksh. Benar saja Laksh yg dia pikir sedari tadi tidur kini tengah membuka matanya. Menatap lirih ke arah Ragini. Pandangannya sangat sayu, perlahan Ragini menghampiri Laksh kembali dan duduk di tepi ranjang Laksh.


"Kau kenapa Laksh? Apa kau ingin sesuatu? Katakanlah Laksh aku akan membantumu" tanya Ragini cemas.


Laksh hanya menggeleng dan menyunggingkan sedikit senyumnya. Ia memejamkan matanya seolah berpikir lalu membuka lagi kedua matanya. Menatap ke arah Ragini tajam.


"Sayang, aku mohon saat ini jangan tinggalkan aku, aku benar benar membutuhkan mu, tidurlah disini, di sampingku, ku mohon Sayang" ucap Laksh pelan dan lirih. Laksh masih menatap lekat Ragini meminta jawaban agar Ragini mau menuruti kemauannya. Ragini menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia setuju. Lalu Ragini berbaring di samping Laksh, tangan Laksh memeluk pinggang Ragini erat, kepala nya dia benamkan di dada Ragini. Awalnya Ragini canggung dan merasakan geli saat rambut Laksh secara tidak sengaja bergesekan di dadanya. Namun Ragini mengesampingkan pikiran negatifnya. Dia memandang Laksh lirih. Laksh saat ini benar benar rapuh bahkan ia merasakan gemetar di tubuh Laksh. Ragini mengecup Puncak kepala Laksh dan semakin mengeratkan pelukannya. Laksh pun perlahan tidur karena dia merasakan ketenganan tidur di pelukan Ragini. Tapi Ragini masih belum bisa tidur, ia hanya menatap kosong, pikirannya melayang memikirkan apa hal yg harus ia lakukan agar Laksh bisa dapat menerima dan melupakan masa lalunya yg kelam.


**********


Laksh perlahan membuka kedua matanya. Ia tersenyum saat melihat Ragini tidur di sampingnya sambil memeluknya. Laksh terkekeh saat menyadari jika dirinya tidur dengan posisi membenamkan kepalanya di dada Ragini. Laksh menggeserkan kepalanya untuk mengecup bibir ranum Ragini. Mengecupnya perlahan lalu tersenyum dan memejamkan matanya kembali. Ia menyukai ini, Laksh pun perlahan tidur lagi dengan posisi yg sama. Dia tersenyum dan memeluk Ragini erat.


'Aku benar benar beruntung memilikimu Ragini' ucap Laksh dalam hati sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


**********


Ragini membuka matanya, ia tersenyum melihat Laksh yg kini tertidur di sampingnya, Ragini membelai wajah Laksh. Dia sangat manis jika tertidur. Seolah Laksh tidak memiliki beban di hidupnya. Ragini memindahkan posisi tangan Laksh yg memegang pinggangnya. Perlahan secara pelan pelan ia bangun dan meninggalkan Laksh di ranjangnya. Ragini sebenarnya ingin mengetahui segala hal tentang Laksh, termasuk alasan Laksh yg membuat sikap Laksh kadang berubah-ubah. Dia amat penasaran dengan masa lalu kekasihnya kini. Ragini melirik mencari keberadaan laptop yg selalu Laksh gunakan, matanya pun tertuju saat ia menemukannya, ia langsung dengan cepat menyalakan laptop Laksh sambil sesekali melirik Laksh memastikan jika Laksh masih terlelap. Membuka setiap file yg tersimpan di laptop itu, mencari tau kebenaran tentang masa lalu Laksh. Mata Ragini membulat dan tersenyum saat ia melihat folder yg berjudul "KISAH HIDUPKU", Ragini langsung membuka dan membaca apa yg tertulis di dalamnya.


'Aku adalah sesorang anak yg sama sekali tidak di inginkan oleh kedua orang tuaku. Aku hadir di tengah popularitas karir ibu ku sebagai seorang modelling. Iya, ibu ku seorang model, dia sangat cantik sehingga membuat banyak pria yg ingin mendekatinya. Tapi ibuku melakukan kesalahan yg tidak di sengaja, karena waktu dia sedang melakukan pemotretan di luar kota, ibu tak sengaja meneguk minuman keras. Membuat dirinya menjadi mabuk, dan terjadilah 'insiden' itu, dimana itu yg membuat hidupnya hancur. Aku mengetahui kisah pilu hidupku dari seorang temannya, aku memanggilnya bibi Ishi, dia sering mengantarkan aku sekolah dan menemaniku, karena ibu ku selalu sibuk dengan dunianya, aku bahkan menganggap bibi Ishi seperti ibu ku sendiri. Dia sangat menyayangiku. Tapi suatu ketika ibu ku marah karena aku tak sengaja mematahkan heels kesayangannya yg berharga belasan juta. Ia sangat murka kepadaku, pukulan demi pukulan aku dapatkan, sumpah serapah pun keluar dari mulutnya. Bahkan dia menyumpahi ku dan mengatakan hal yg sangat melukai hati ku. Karena ulahku ibu langsung mengemasi barang barang ke kopernya, ibu ingin pergi meninggalkan ku. Aku terus menangis dan memohon kepada ibu agar jangan pergi, aku malah berjanji kepada ibu jika aku sudah besar nanti aku akan mengganti heels ibu yg aku patahkan. Tapi ibu tak percaya, dia malah mendorong tubuhku hingga terjatuh. Ibuku malah menyuruhku tinggal dengan seseorang yg di sebut sebagai ayahku. Aku bahkan belum pernah sekalipun bertemu dengan ayah. Aku pernah bertanya kepada ibu mengenai ayah, tapi ibu malah memarahi ku dan memukulku jika aku membahas tentang nya. Setelah ibu pergi meninggalkan ku, aku merasa hidupku suram, tidak akan ada lagi tempat aku untuk bernaung mengais kasih sayang. Tapi lamunanku buyar saat aku melihat ada sosok yg kini sedang memelukku, dia mengaku sebagai ayahku. Ingin aku marah kepadanya dan bertanya mengapa baru sekarang ia menampakkan dirinya. Kemana saja dia saat ibu ku sedang berjuang mati matian karena ulahnya. Dia mengelak berusaha menjelaskan semuanya karena kata dia ibuku tak pernah memberitahu mengenai keberadaanku. Ayahku berulang kali meminta maaf dan ingin menikahi ibuku tapi ibuku menolak dengan alasan akan mempengaruhi karirnya. Aku pikir masa kelam ku akan berakhir saat aku tinggal bersama ayah. Tapi nyatanya tidak, aku terus menerus di siksa oleh ibu tiriku dan kedua kakak tiriku. Dia tak menginginkan aku tinggal dengan ayah. Karena di anggap aku akan mempersulit hidup mereka demi mendapatkan harta ayah. Lalu peristiwa sangat kelam itu terjadi lagi, membuatku sangat trauma dan ketakutan, aku menyaksikan sendiri ayah ku di bunuh oleh ibu tiriku karena mereka bertengkar hebat karena diriku. Aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri. Aku sangat ketakutan saat ibu tiriku memanggil namaku. Aku bersembunyi dan saat aku melihat ibuku sedang lengah. Aku langsung berlari kencang meninggalkan rumah itu.


TESSSS TESSSS...


Airmata Ragini menetes, Ragini merasakan kepedihan yg amat dalam saat membaca tulisan di laptop Laksh. Ragini kaget saat tiba tiba ada yg menyentuh pundaknya. Ragini memutar tubuhnya. Dan dia terkejut saat melihat Laksh kini berdiri di hadapannya. Ragini bingung dia bertanya dalam hati apa Laksh sedari tadi diam di belakangnya. Laksh tersenyum. Matanya menatap lekat ke arah Ragini. Ragini amat ketakutan, apa lagi dengan laptop Laksh yg kini berada di pangkuannya. Itu merupakan bukti yg jelas bukan, jika Ragini membuka file pribadinya. Ragini menaruh laptop Laksh kembali ke meja itu. Menghela nafas dan menatap ke arah Laksh.


Laksh tersenyum ke arah Ragini.


"Sssttttt, kau ini ternyata sangat nakal, tidak sabar ya ingin mengetahui semua tentang diriku, hahaha" Laksh terkekeh

__ADS_1


Ragini menatap Laksh bingung, mengapa ia tertawa bukannya marah kepada Ragini.


"Kau tersentuh membaca tulisanku saat usiaku masih 12 tahun Sayang?" tanya Laksh


Ragini membulatkan matanya, "Masih 12 tahun?" tanya Ragini bingung


"Iya, makanya tidak ada kata puitis yg kau baca disana, sudah lupakanlah apa yg kau baca hari ini, anggap saja kau tak pernah tau mengenai apapun Sayang, mengerti?" ucap Laksh sambil memegang tangan Ragini


Ragini hanya menganggukan kepalanya. Dan menunduk.


'Laksh mengapa dia tidak marah tadi? Apa sekarang dia dapat mengontrol emosinya' batin Ragini heran.


"Aku mandi dlu Sayang, sesudah itu aku akan mengantarkanmu pulang ya" ucap Laksh sambil mengecup kening Ragini dan berlalu menuju kamar mandi.

__ADS_1


Ragini hanya terdiam dan menatap Laksh heran.


Jangan lupa tinggalkan like dan komen..


__ADS_2