
"Laksh, bekas luka apa itu di punggungmu" tanya Ragini saat melihat Laksh yg sedang memakai kemejanya. Laksh pun menoleh dan tersenyum.
"Oh ini, bekas luka jahitan, waktu itu punggungku pernah tergores benda tajam dan sangat dalam makanya di operasi" jawab Laksh singkat
Ragini pun berkaca kaca. Mengapa hidup Laksh sangat menderita. Ragini menghampiri Laksh dan memeluknya erat dari belakang. Laksh pun memejamkan matanya seolah ia nyaman dengan pelukan yg di berikan Ragini.
"Jangan seperti waktu itu lg yah Laksh, kau harus bisa mengendalikan emosimu" ucap Ragini pelan
Laksh langsung memutar tubuhnya, mengusap airmata Ragini dan mendekap Ragini di dadanya. Mengelus rambut Ragini dan mengecup Puncak kepala Ragini.
"Kau nampaknya tidak bahagia bersamaku Sayang" ucap Laksh tiba tiba
Ragini pun langsung mendongakkan kepalanya. Ragini memasang ekspresi wajah bingung saat mendengar Laksh mengucapkan itu. Laksh tersenyum.
__ADS_1
"Bukankah sudah ku bilang jika aku yg menjadi kekasihmu, hidupmu pasti akan selalu bahagia, tapi sekarang bahkan kemarin aku selalu jadi alasanmu untuk menangis, jika kau masih terus menangis mungkin sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini, karena aku telah gagal untuk membuatmu bahagia" ucap Laksh pelan sambil menatap lekat bola mata Ragini
Ragini menggelengkan kepalanya dan menghapus airmatanya. Hatinya sakit saat ia mendengarkan kata kata yg di lontarkan Laksh. Ia ingin menangis namun jika ia lakukan berarti akan membuat Laksh semakin tersakiti.
"Hei kau ini ngomong apa Laksh, aku sangat bahagia memilikimu, berhenti berbicara mengenai perpisahan" jawab Ragini sambil memegang pipi Laksh
Laksh tersenyum "Boleh aku minta sesuatu darimu?" tanya Laksh serius
"Aku ingin kau berhenti mencari tau tentang jati diri ku yg sebenarnya, jangan memaksa diri mu untuk mengetahui semua tentang aku, dan mengenai tadi kau sudah membaca catatan pribadi ku, lupakanlah semua itu Sayang, berhenti mencari semua kebenarannya, jika kau masih berusaha mencari semua itu, itu akan sangat melukai ku. Masa lalu ku sangat kelam Sayang, aku ingin melupakannya. Aku tak ingin mengungkitnya lagi. Jika kau sudah tau sebaiknya kau diam jgn pernah meminta aku untuk menjelaskannya. Karena bisa saja nanti aku tertekan dan emosi ku tak dapat ku kendalikan lagi. Dan aku takut nantinya aku akan menyakitimu. Aku tak mau itu terjadi. Sayang kau seorang Psikiater bukan? Bisakah kau mengobati ku tanpa terus menanyakan masa lalu ku. Aku hanya ingin terbebas dari masa lalu ku yg kelam yg selalu menghantui hidupku. Jadi aku mohon kau bersabar, jika kau masih bersikukuh untuk mencari kebenarannya sendiri mungkin aku akan pergi. Percayalah suatu saat aku akan menceritakan semua hal tentang ku padamu, tapi ku mohon kau jangan mencoba untuk mencari tau semuanya sendiri, biar aku yg akan menceritakan semuanya, tapi beri aku waktu" jelas Laksh
Ragini pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Apa kau merasa sedikit baikkan Laksh?" tanya Ragini cemas
__ADS_1
"Aku bahkan saat ini sangat senang karena aku memiliki kekasih seperti dirimu Sayang" jawab Laksh
Laksh pun mengecup bibir Ragini. Dan memeluk nya kembali.
"Aku sangat beruntung memilikimu Sayang, benar benar beruntung, maaf jika aku menyusahkan dirimu ya" ucap Laksh
Ragini pun tersenyum.
'Iyah aku tak boleh bertindak gegabah, jika aku Buru Buru untuk mengetahui semuanya sendiri mungkin akan membuat Laksh tersinggung. Benar kata Laksh aku harus menunggu saat Laksh sendiri yg akan menceritakannya kepadaku. Aku janji akan mengobati luka lama mu Laksh. Aku sangat mencintaimu' tekad Ragini dalam hati.
RAGLAK pun berpelukan saling mengeratkan pelukannya seolah tak ingin mereka lepaskan.
Jangan lupa like dan komen..
__ADS_1