KAU MILIKKU

KAU MILIKKU
The Last


__ADS_3

"AYAAAHHHHH" teriak seorang anak dan berlari dan memeluk seorang pria. Pria itu pun menggendong anak lelaki itu agar dia dapat memangkunya. Pria itu pun kembali pada fokus utamanya. MENGETIK.


"Ayah, apa yg sedang ayah lakukan?" tanya anak itu ingin tau


Laksh tersenyum "Ayah sedang bekerja sayang" jawab Laksh singkat


"Kenapa ayah bekerja di rumah? Sedangkan ibu harus berkerja di rumah sakit? Kenapa ibu tidak bekerja di rumah saja seperti ayah" tanya anak itu penasaran


Laksh sejenak menatap ke arah anak itu dan menatap lekat "Sayang kau tau, semua perkerjaan itu tidaklah sama, ayah adalah seorang penulis jadi ayah lebih banyak menghabiskan waktu ayah di rumah, bukankah kau senang jika ayah di rumah dan bisa menemanimu?" tanya Laksh


Anak lelaki itu hanya mengganguk "Lalu ibu?" tanyanya lagi


"Ibu mu seorang dokter sayang, dia bertugas di rumah sakit untuk merawat pasien pasien disana" jelas Laksh


Sang anak pun tersenyum.


"Arjun ingin seperti ibu, ayah" ucap Arjun


"Jadi kau tak mau seperti ayah?" goda Laksh


Arjun hanya menggeleng dan tersenyum.


"Arjun kepingin jadi dokter ayah" jawab Arjun yakin


Laksh mencubit gemas pipi anaknya itu lalu memeluknya.


"Kau begitu kau harus lebih giat lagi belajar sayang" ucap Laksh kepada anaknya, Arjun hanya menganggukkan kepalanya.


----------------------------


"Ragini, apa kau tak ingin mengambil cuti hamil mu? Lihat perutmu udh semakin membesar" ledek Rohit


"Hihhh kau ini, apa kau takut bersaing denganku, karena kini pasien ku lebih banyak hahaha" jawab Ragini sambil tertawa


"Hei kau ini" kesal Rohit


"Rohit kau tau, aku sangat bahagia menikah dengan Laksh, memiliki Arjun dan sebentar lagi akan ada anggota baru di keluarga kecil ku. Aku sangat bahagia" ucap Ragini senang


Rohit pun mengacak rambut Ragini, Ragini kesal di buatnya.


"Kau ini, makanya dari dulu jangan takut menikah, setidaknya kini kau ada yg jaga kan?" ejek Rohit


"Iyah, dan kau masih saja terus melajang, lihat usia mu Rohit, aku bahkan sudah memiliki jagoan dan calon anakku yg satu lagi, kenapa kau masih melajang? Apa kau masih menungguku" goda Ragini


Ragini pun berlalu dan meninggalkan Rohit.


'Kau benar Ragini, sampai detik ini pun aku masih mencintaimu' batin Rohit lirih


----------------------------


"Ibu aku rindu sekali dengan ibu dan calon adik aku" sapa Arjun saat melihat Ragini pulang, Arjun langsung berlari menghampiri Ragini dan memeluknya. Ragini pun tersenyum dan mencium anaknya.

__ADS_1


"Apa kau dan ayah sudah makan sayang?" tanya Ragini


"Sudah ibu, masakan ayah sangat enak, aku menyukainya" jawab Arjun sambil tersenyum


Ragini melirik Laksh yg masih asik dengan laptopnya. Ia pun menyuruh Arjun untuk ke kamar dan mandi. Perlahan Ragini menghampiri Laksh, lalu mengecup pelan pipi Laksh. Laksh yg sedari tadi sibuk dengan laptopnya, kini menoleh saat ia merasakan ada yg menciumnya.


"Kau sudah pulang Sayang?" tanya Laksh sambil tersenyum, Laksh memeluk Ragini dan mencium keningnya, lalu turun ke perut Ragini untuk mencium calon anaknya. Ragini pun hanya tersenyum melihat tingkah Laksh.


"Laksh, apa hari ini Arjun nakal? Apa dia menyusahkan mu?" tanya Ragini


"Hei kau ini, mengapa kau bertanya seperti itu, dia anakku, aku sangat menyayanginya, jadi aku mana boleh mengeluh karena mengurusnya" ucap Laksh menatap Ragini lekat


Ragini meneteskan airmatanya, menatap Laksh dalam, ia benar benar tersentuh dengan kata kata Laksh dan dia bersyukur memiliki suami seperti Laksh. Ragini pun langsung memeluk Laksh erat.


---------------------------


"Ibu, aku ingin menjadi seorang dokter seperti ibu" oceh Arjun, Ragini hanya tersenyum mendengarnya.


"Jika kau ingin seperti ibu, kau harus belajar yg giat yah sayang, banggakan ibu dan ayah" ucap Ragini lembut


Arjun menganggukan kepalanya. Laksh pun datang setelah mandi dan berkumpul bersama mereka.


"Sayang besok aku akan ada seminar bedah buku di luar kota, apa kau baik baik saja jika aku tinggalkan? Jika memang kau keberatan aku akan meng cancel nya" ucap Laksh khawatir


Ragini hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Kau pergilah Laksh, tak usah memikirkanku, ada Arjun yg akan menjagaku" jawab Ragini


"Baik ayah, serahkan kepadaku semua bisa aku atasi" jawab Arjun penuh percaya diri, Raglak yg mendengarnya pun tertawa.


"Dia benar benar mewarisi sifat percaya diri mu Laksh" ledek Ragini.


Laksh hanya mendengus kesal dan cemburu. Ragini pun tertawa melihat tingkah Laksh.


------------------------------


"Dokter apa yg terjadi dengan istri dan anakku, bagaimana keadaan mereka?" tanya Laksh khawatir


"Kami sudah berusaha tuan, namun salah satu dari mereka tidak bisa di selamatkan" jawab dokter itu


Laksh mengepalkan tangannya, lalu memukul nya ke dinding dan menangis.


"Maaf tuan, anak anda tidak bisa kami selamatkan, kau bertabahlah" lanjut dokter itu dan berlalu pergi meninggalkan Laksh


Laksh menatap tajam ke arah Arjun, dia menarik keras tangan Arjun dan ingin memukul Arjun. Arjun hanya menangis.


"Bukankah sudah ayah bilang, jaga ibu dan adikmu saat ayah sedang tidak ada, dan karena kau semua jadi seperti ini" bentak Laksh kepada Arjun. Arjun pun hanya menangis. Laksh geram lalu menemui Ragini yg masih terbaring dengan selang oksigen di mulutnya. Kondisi Ragini sangat Laksh sesalkan, ia menyalahkan dirinya sendiri karena dia menggantungkan tanggung jawab ke seorang anak kecil. Perlahan Ragini pun sadar, menatap Laksh yg tengah menangis sambil memegang erat tangan Ragini. Tangan Ragini yg satunya mengelus rambut Laksh. Laksh pun menoleh dan menatap lekat Ragini.


"Ragini maafkan aku, harusnya aku saat itu tidak pergi, aku bahkan sekarang sangat kesal dengan anak itu, sudah aku bilang untuk menjaga mu, sekarang karena dia aku jadi kehilangan calon anakku" lirih Laksh.


Ragini menggelengkan kepalanya, ia hendak membuka alat oksigen yg berada di mulutnya.

__ADS_1


"Laksh, Arjun tak bersalah, jika bukan karena dia, aku dan kau tidak akan bertemu kembali" ucap Ragini pelan


"A-apa maksud mu?" ucap Laksh gugup


"Arjun menyelamatkan ku dari Rohit, Laksh. Ternyata selama ini Rohit terobsesi oleh ku. Saat dia mengetahui jika kau ingin pergi ke luar kota. Rohit memulai aksinya, ia ingin menculik ku dan menodai ku. Tapi Arjun datang dengan segerombolan warga, dia menyelamatkan hidupku Laksh dan untuk calon anak kita, Arjun tak bersalah, aku terjatuh dari tangga saat Rohit mengejarku" jelas Ragini


Mata Laksh langsung memerah menahan tangis, mendengar penjelasan Ragini. Laksh pun langsung keluar dan mencari keberadaan Arjun. Laksh menyusuri seluruh rumah sakit untuk mencari Arjun hingga matanya kini tertuju pada sebuah taman di rumah sakit. Ia pun langsung berlari menghampiri Arjun. Laksh langsung memeluk erat anaknya itu.


"Maafkan ayah, ayah benar benar minta maaf, maafkan ayah" ucap Laksh lirih


Arjun mengeratkan pelukan ayahnya itu.


"Ayah maafkan aku, karena aku adik jadi meninggal" lirih Arjun sambil terisak


Laksh melepaskan pelukannya dan ia menghapus airmata di pipi Arjun. Laksh mencium anaknya itu.


"Kau tidak bersalah nak, ayah yg salah, ayo ikut ayah menemui ibu mu" ajak Laksh


'Terimakasih Dewa karena kau telah menghadirkan Ragini di hidupku karenanya aku bisa mengatasi semua masalahku dan melupakan depresi karena peristiwa masa lalu ku, kini aku akan berusaha untuk membahagiakannya dan Arjun. Kehadiran Ragini benar benar melengkapi hidupku. Dia membawa kebahagiaan pada hidupku' batin Laksh


--------------------------------


#Flashback


"Aku takut untuk menikah Laksh" jawab Ragini ragu


Laksh pun heran dengan sikap Ragini yg kini sedang membelakangi tubuh Laksh. Laksh menghampiri Ragini dan memeluk Ragini erat.


"Apa kau meragukan keseriusanku?" tanya Laksh


Ragini menggelengkan kepalanya. Ragini melepaskan pelukannya lalu memutar balik tubuhnya.


"Laksh, aku takut nantinya jika kita akan menikah kau akan meninggalkan ku, karena ibu ku pun sama di campakkan ayahku setelah menikah, ayahku selingkuh dan itu jg alasan ku untuk tidak melakukan ciuman, dan bersentuhan dengan pria lain karena aku takut tersakiti nantinya, dan aku jg takut untuk menikah" jelas Ragini.


Laksh tersenyum lalu memegang pipi Ragini.


"Apa aku akan sanggup meninggalkan dirimu jika kau sendiri adalah nafasku? Kau tau Sayang aku bangkit dari masa laluku semua karena dirimu, dan aku ingin menyembuhkan depresi ku pun karena dirimu, jelaskan padaku apakah aku sanggup untuk meninggalkan mu? Aku bahkan tidak berani untuk memikirkan. Percayalah padaku sayang jika aku akan selalu ada untuk menemanimu dan tak akan pernah meninggalkanmu" ucap Laksh penuh keyakinan


Ragini hanya tersenyum dan tak terasa airmatanya menetes, airmata kebahagiaan.


"Sssttt bukankah sudah ku bilang aku tak suka melihatmu menangis, jika kau menangis berarti aku telah gagal membahagiakanmu" ucap Laksh sambil mengusap airmata Ragini.


"Ini airmata bahagia Laksh" jawab Ragini sambil memeluk erat Laksh.


"Aku berjanji padamu Sayang, akan selalu membuatmu bahagia" ucap Laksh yakin


Laksh dan Ragini pun melepaskan pelukannya. Laksh pun mengecup bibir Ragini dengan lembut. Mereka hanyut pada kisah Cinta mereka.


------THE END-----


Seperti biasa mampir ke profil aku yah, banyak novel yg baru aku share disana..

__ADS_1


__ADS_2