
Pagi-pagi Alya sudah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.
"Nanti siang abang kagak bisa jemput ya sayang," ucap Oka
"Iyeh gapapa bang," jawab Alya
"Nanti pulang bareng Anas aje yeh," tambahnya
"Iyeh abang,"
"Yaudah abang kerja dulu ye, assalamualaikum," pamit Oka
"Waalaikum salam," Alya kemudian berjalan menuju ke kelasnya
"Gawat Al," ucap Adis panik
"Kenapa pagi-pagi lo udah panik gitu?" tanya Alya
"Mending lo liat papan pengumuman deh," ajak Adis
Alya kemudian mengikuti Adis melihat papan pengumuman di depan ruang guru, Alya terkejut melihat foto-foto pernikahannya di pajang di papan pengumuman.
"Ini pasti ulah si Tuyul, cuma die yang tahu kawinan aye!" Alya geram dan langsung mencabuti foto-foto pernikahannya yang terpajang di papan pengumuman.
***Kriiiing!!!, kriiing!!!
Alya mengurungkan niatnya untuk mendatangi Reyhan dikelasnya karena bel masuk sudah berdering.
Ia kembali ke kelasnya untuk mengikuti Penilaian Akhir Semester (PAS).
"Al, lo siap-siap aje kalau nanti bu Yanti bakal manggil lo," Adis memperingatkan Alya
"Tenang aje Dis, aye udah siap kok," jawab Alya
Seperti dugaan Adis bu Yanti memanggil Alya setelah selesai ujian.
"Gue ama Dilan nunggu lo dikantin yah," ucap Adis
"Kalau aye lama kalian pulang duluan juga kagak ape-ape," sahut Alya
"Santuy gengs, kita kan teman sejati so pasti akan nungguin lo, jadi selow aja," ucap Adis
"Iye santuy aja Al, aing siap nungguin kamu," tambah Dilan
"Thanks guys kalian emang, sohib terbaik aye," ucap Alya sembari memeluk kedua sahabatnya
Ia kemudian bergegas menemui bu Yanti di ruangannya.
"Assalamualaikum, bu," sapa Alya
__ADS_1
"Waalaikum, duduk sini!" perintah Yanti
Alya kemudian duduk didepan bu Yanti.
"Kamu tahukan kenapa ibu penggil?" tanya Yanti
"Iya"
"Sekarang jujur sama ibu, kamu udah nikah berapa lama?" tanya Yanti
"Baru sembilan hari bu,"
"Kamu sudah tahu kan peraturan disini tidak boleh menikah selama masih sekolah, dulu udah ibu peringatkan sama kamu, tapi kenapa kamu langgar Alya!" ucap Yanti dengan nada tinggi
"Pantesan akhir-akhir ini kamu sering tertidur di kelas, kamu pasti kecapean bergadang dengan suamimu bukan?" tanya bu Yanti
Gadis itu hanya terdiam mendengarkan semua ucapan dari wali kelasnya.
"Sekolah ini memiliki aturan bukan tanpa sebab Alya, menikah diusia muda itu memiliki banyak resiko salah satu yang selalu terkena resikonya yaitu kaum hawa atau wanita, gadis yang masih belia kemudian hamil sangat rentan mengalami kematian saat melahirkan karena tubuh kalian belum siap untuk itu, walaupun secara fisik dan batin kalian sudah bisa dibuahi, ibu tahu semuanya bukan semata-mata salah kamu, orang tua kamu memiliki andil yang cukup besar dalam masalah ini. Aku yakin kamu tidak akan menikah kalau mereka tidak menerima lamaran dari suamimu bukan," Bu Yanti menasihati Alya dengan lembut
"Maafkan Alya bu, saya tahu kalau tindakan saya ini melanggar tata tertib sekolah, dan Alya siap kok kalau pihak sekolah akan mengeluarkan Alya," ucap Alya dengan mata berkaca-kaca
"Harusnya kamu memang dikeluarkan nak, tapi tentu saja ibu harus membicarakan masalah ini dengan pak Tatang kepala sekolah kita dulu, ibu juga tidak mau kalau kamu dikeluarkan, karena kamu itu termasuk murid berprestasi di sekolah ini, jadi sayang kalau kamu harus dikeluarkan hanya gara-gara kesalahan dari orang tua kamu, pihak sekolah bisa saja menutupi kasus kamu ini tapi, bagaiman kalau orang Dinas Pendidikan tahu, tentu saja akan berdampak bagi yang lainnya." ucap Yanti
"Sekarang aku minta orang tuamu untuk menemui ibu besok pagi," ucap Yanti
"Baik bu,"
Alya bergegas pulang setelah mencium tangan bu Yanti. Ia kemudian menuju ke kantin menemui sahabatnya.
" Tumben bentar Al?, lo diapain aja sama bu Yanti?" tanya Adis
"Dinasehati sama mungkin aku bisa dikeluarkan dari sekolah ini!" keluh Alya murung
"Whaaaat!!, dikeluarkan!!, kasian lo Al, padahal niat hati mau jadi anak berbakti sama ortu kamu kan eeeh malah lo jadi menderita gini, sabar ya sayang ...ini ujian!" ucap Adis memeluk sahabatnya
"Kan ujiannya udah tadi Dis, kok Alya ujian lagi, jadi bingung aing bukannya tadi dia ketemu bu Yanti ya...kok jadi ujian lagi... lama-lama aing teh lieur!!" ucap Dilan bingung
"Hadeeh punya temen cowok ganteng tapi dodol, untuk lo ganteng Dilan coba kalau muka lo dibawah rata-rata bisa gue depak dari trio kwek-kwek..." ucap Adis
"Diih maneh teh meni kasar pisan euy, masa aing mau didepak, emangnya apa salah babang tamvan?" tanya Dilan
"Salah lo itu dodol!" cibir Alya
"Diih kok jadi dodol sih, bener-bener aing pusing, gak ngerti maksud kamu tuh apa sih Adis, coba bantu jelaskan atuh neng Alya?" pinta Dilan
"Dodol itu bahasa gaul Dilan artinya guoooblok alias bodoh bin dongo!" jawab Alya
"Diih kan aing sudah pernah bilang aing tuh gak ngerti bahasa orang Jakarta, apalagi bahasa gaul, makanya ajarin dilan atuh biar gak dodol lagi," jawab Dilan
__ADS_1
"Yaudah mending kita hang out ke mall aja nyok!, buat ngilangin suntuk abis ujian!!," ajak Adis
"Kuylah, mumpung pulang cepet," jawab Dilan
"Tapi ntar kena razia lagi," sahut Alya
"Kagak neng, kan sekarang udah jam pulang sekolah, jadi aman," jawab Adis
"Ok,"
"Nyok cabuut!!"
Mereka bertiga kemudian naik keatas motornya dan meninggalkan sekolah itu.
Adis menghentikan motornya disebuah mall yang tak jauh dari sekolahnya.
"Kita main di My Zone aja ye, nih aye punya banyak voucher gratisan buat main disana, sayang kalau kagak dipakai bentar lagi kadaluarsa,' ucap Adis membagi-bagikan voucher bermain di My Zone.
Mereka bertiga kemudian memilih mainannya masing-masing, Alya memilih ngedance, sedangkan Dilan memilih main tembak-tembakan bersama Adis.
Ketika sedang asyik menikmati permainan dancenya, Alya melihat Reyhan sedang bermain disana juga dengan seorang wanita cantik yang lebih tua darinya.
"Untung ketemu si Tuyul dimari jadi Aye bise interogasi die disini!" batin Alya
Ia kemudian mendatangi Reyhan yang sedang asyik naik komedi putar.
"Turun lo Tuyul!" teriak Alya
Reyhan tidak mendengarkan ucapan Alya, karena suara gaduh dari anak-anak yang bermain diarea itu.
"Suee, gue dikacangin sama si Tuyul," ucap Alya lirih
Ia kemudian menunggu Reyhan hingga turun dari komedi putar. Gadis itu segera mendekati Reyhan yang baru saja turun dari komedi putar.
***Buuughhh!!
Tanpa aba-aba Alya langsung menghajar Reyhan hingga ia mengerang kesakitan.
"Awwww!!" teriak Reyhan
Laki-laki itu menatap ke arah Alya yang berdiri dihadapannya.
"Apa-apa sih babe, kenapa lo tiba-tiba nonjok gue, sakit tahu," ucapnya dengan nada tinggi
"Lo pantes dapetin itu, karena lo udah sengaja majang foto kawinan aye di mading sekolah, sebenarnye ape maksud lo ngelakuin itu ke aye, ape lo cemburu karena aye kagak mau jadi pacar lo!" ucap Alya berang
"Lo salah orang babe, bukan gue yang nempelin foto lo, " jawab Reyhan
Betapa terkejutnya Alya ketika tahu bukan Reyhan pelakunya.
__ADS_1
'Kalau bukan si Jiman terus siape dong' batin Alya